Social Icons

Showing posts with label bedah buku. Show all posts
Showing posts with label bedah buku. Show all posts

Sep 27, 2013

Cara Merubah Kebiasaan Jelek

Habits atau kebiasaan biasanya terbentuk secara tidak langsung dari kita masih kecil. Sebagian besar  ini terpengaruh oleh lingkungan yang karena sering dilakukan, dilihat maka secara tidak langsung akan terekam dalam alam bawah sadar kita.

Cara Merubah Kebiasaan Jelek
Salah satu faktornya adalah seringnya terjadinya pengulangan (repetition), Seorang anak kecil sudah merokok bisa jadi karena setiap hari melihat ayahnya merokok, kita bisa melafalkan surat Alfatihah dengan lancar, bahkan adik kita yang masih cedal juga sudah hafal karena sering mendengarkan, misal kita sering ikutan orang tua kita sewaktu berjama’ah maghrib dan isya di masjid. Pengulangan yang terus menerus. Bahkan Allah menyukai amalan bukan dari segi banyaknya tapi dari segi kontinuitas “Sesungguhnya amalan yang paling disukai Allah yaitu yang dikerjakan terus menerus” (HR Bukhari Muslim)

Kita juga sering melihat hewan-hewan yang kita pikir gak mungkin tapi ternyata bisa menirukan gaya-gaya manusia, doger monyet misalnya bisa bersepeda, menari, atau hal-hal lain yang banyak kita jumpai dalam pertunjukan sirkus. Ternyata kuncinya sama, sering dilatih,  ulangi lagi, ulangi terus, berlatih lagi sampai terbiasa.

Jadi sebenernya kalau kita ingin merubah kebiasaan kita yang lama, coba biasakan dengan habits baru yang bisa kita latih dalam 30 hari pertama. Mungkin akan merasakan kesulitan pada awalnya , pada 10 hari pertama luar biasa perjuangannya, dan seringkali cara yang berhasil adalah Just-Do-it! Paksakan saja!

Sama dengan pada saat kita naik kereta, gaya yang diperlukan untuk bergerak pada saat meninggalkan stasiun sangat besar dan bergeraknya juga sangat perlahan . Semakin lama bergerak, semakin cepat dan gaya yang diperlukan untuk tetap berjalan jauh lebih sedikit bila dibandingkan pada awalnya. Semakin meninggalkan stasiun semakin terbiasa, semakin kecil gaya.

Pembiasaan 30 hari pertama, habits baru masih rapuh kadang-kadang keinginan untuk kembali ke habits lama masih lebih besar dari pada mealnjutkan habits baru. Selanjutnya kita bisa coba pada 3x30 hari, habits baru sudah mulai terbentuk lebih kuat, keinginan untu melnjutkan habist baru sama kuatnya dengan keinginan kembali ke habits lama.

Nah ini yang lebih kuat, dalam 10x30hari atau sekitar satu tahun, insya Allah habits yang terbentuk telah solid dan menjadi program yng hampir permanen, otomatis terjadi dalam diri kita seperti gerak refleks.

Jadi yang mau merubah kebiasaan kurang bagus menjadi lebih bermakna. Mulai paksakan lakukan kebiasaan tersebut, istiqomah ulangi setiap hari sampai setahun, semoga habits baru anda semua sudah terbentuk dengan baik.

Semangaaaat!

Insp by  Felix Y. Siauw “How to master your Habits”

Sep 25, 2013

Nikmatnya Menjadi Seorang Ibu

Nikmatnya Menjadi Seorang Ibu
Saat lihat-lihat status teman di fb aku menemukan status salah satu temanku yang sangat menyentuh dan membuatku sedikit terhenyak dengan pernyataannya. Beliau menulis : “Banyak orang yang memandang sebelah mata pekerjaan ibu rumah tangga. Padahal berawal dari sini lah generasi hebat dan berkualitas itu dibentuk.”

Mmmm... sedikit berpikir saya sebagai ibu rumah tangga yang juga harus bekerja di luar rumah yang insya Allah diniatkan juga untuk mencerdaskan anak bangsa tapi kok rasanya pekerjaan di rumah tangga tidak ada habis-habisnya. Setelah masak, beres-beres rumah, lanjut mencuci baju, kemudian menyetrika, dan lain sebagainya yang nampaknya baru berhenti kalau semua anggota keluarga kita sudah tidur. Hehe... Kadang terasa lelah karena harus membagi waktu dan pikiran ini dengan dua pekerjaan yang berbeda tempat. 

Tapi setelah kubaca buku Ibu RT Profesional karangan Lizsa Anggraeni ini mata hatiku semakin terbuka bahwa ternyata ada hal yang indah dibalik rasa lelah kita – yaitu syurga...

Artikel kita kali ini, kami akan tengahkan kisah kasih perjalanan seorang Ibu Rumah Tangga yang sangat menakjubkan. Chek it out ya...

Menjadi ibu rumah tangga identik dengan pengangguran. Profesi ini sama sekali tidak mentereng, bahkan terkesan kampungan dan tidak menuntut keahlian apapun. Sungguh menyedihkan!

Dunia memaksa kita untuk setuju bahwa wanita yang baik adalah wanita yang bekerja mencari uang! Sehingga peran ibu rumah tangga dinihilkan. Mereka berbondong-bondong melamar pekerjaan di luar rumah. Imbasnya, pendidikan anak terbengkalai, curahan kasih sayang hilang tak tentu rimbanya. Ibu mereka memenuhi pabrik-pabrik dan perusahaan mengejar karier sebagai sebuah prestasi kebanggaan.

Apa yang menjadi peran wanita yang sesungguhnya...

1. Menurut Daz Eva Prinzip : Jerman
Intinya prinsip yang diusung oleh seorang pembawa acara televisi terkenal yang bernama Eva Herman ini menganggap bahwa sebagai seorang wanita, maka mereka harus kembali ke rumah dan menikmati peran sebagai istri serta ibu.

2. Prinsip Ryousai Kenbo : Jepang
Untuk mewujudkan keluarga yang harminis maka wanita Jepang memegang teguh prinsip ini yang artinya istri yang baik ibu yang bijaksana. Dengan memegang prinsip ini wanita jepang yang sudah berkomitmen untuk menikah maka akan akan berkomitmen juga menjalankan ini

3. Prinsip islam
Islam sangat menjunjung tinggi harkat dan martabat kaum wanita, bukan hanya sekedar seseorang pengkap kaum lelaki namun wanita adalah zaujah muthi’ah (istri yang taat dan penyayang), ummu madrasah (ibu pendidik), dan mar’ah sholihah (wanita sholihah). Jelaslah dengan prinsip ini maka begitu tinggi Allah menempatkan seorang wanita sebagai seseorang yang sangat spesial dan istimewa.

Dengan demikian jelaslah bahwa menjadi seorang wanita adalah takdir kita namun menjadi seorang istri dan ibu adalah pilihan yang harus menjadi pilihan utama kita. Karena dari kita lah akan lahir generasi penerus bangsa yang hebat, kuat, sehat, dan bersemangat yang akan menjadikan kehidupan kita kelak menjadi lebih bahagia.

Ingin lebih tau mengenai bagaimana menjadi ibu hebat dan penuh manfaat, kunjungi kami di www.ideanakhebat.com

Faktor-Faktor yang Memengaruhi Perkembangan Seseorang

Setiap organisme, baik manusia maupun hewan, pasti mengalami peristiwa perkembangan dalam hidupnya. Perkembangan ini meliputi seluruh bagian dengan keadaan yang dimiliki oleh organisme tersebut, baik yang bersifat konkret maupun yang bersifat abstrak. Jadi, arti peristiwa perkembangan itu khususnya perkembangan manusia tidak hanya tertuju pada aspek psikologis saja, tetapi juga aspek biologis. Pada tulisan singkat ini saya akan menjelaskan mengenai faktor-faktor yang mempengaruhi perkembangan seseorang. 

Secara singkat, perkembangan adalah proses atau tahapan pertumbuhan ke arah yang lebih maju. Pertumbuhan sendiri berarti tahapan peningkatan sesuatu dalam hal jumlah, ukuran, dan arti pentingnya. Pertumbuhan juga dapat berarti sebuah tahapan perkembangan ( a stage of development). [McLeod, 1989].

Dalam mempelajari perkembangan manusia diperlukan adanya perhatian khusus mengenai hal-hal sebagai berikut:

1. Proses pematangan, khususnya pematangan fungsi kognitif;
2. Proses belajar;
3. Pembawaan atau bakat.

Ketiga hal ini berkaitan erat satu sama lain dan saling berpengaruh dalam perkembangan kehidupan manusia. Apabila fungsi kognitif, bakat dan proses belajar seseorang dalam keadaan positif, hampir dapat dipastikan orang tersebut akan mengalami proses perkembangan kehidupan secara mulus. Akan tetapi, asumsi yang "menjanjikan" seperti ini sebenarnya belum tentu terwujud, karena banyak faktor yang berpengaruh terhadap proses perkembangan seseorang dalam menuju cita-cita bahagianya.

Adapun mengenai faktor-faktor yang mempengaruhi perkembangan seseorang, para ahli berebeda pendapat lantaran sudut pandang dan pendekatan mereka terhadap eksistensi seseorang tidak sama. Untuk lebih jelasnya, berikut ini sedikit pemaparan mengenai aliran-aliran yang berhubungan dengan faktor-faktor yang mempengaruhi perkembangan siswa.

a. Aliran Nativisme
Nativisme adalah sebuah doktrin filosofis yang berpengaruh cukup besar. Tokoh utama aliran bernama Arthur Schopenhauer (1788-1860) seorang filosof Jerman. Aliran ini konon dijuluki sebagai aliran pesimistis yang memandang segala sesuatu dengan kacamata hitam. Mengapa demikian? Karena para ahli penganut aliran ini berkeyakinan bahwa perkembangan manusia itu ditentunkan oleh pembawaannya, sedangkan pengalaman dan pendidikan tidak berpengaruh apa-apa. Dalam ilmu pendidikan, pandangan seperti ini disebut “ pesimisme pedagogis “.

Sebagai contoh, jika sepasang orangtua ahli musik, maka anak-anak yang mereka lahirkan akan menjadi pemusik pula. Harimau pun hanya akan melahirkan harimau, tak akan pernah melahirkan Domba. Jadi, pembawaan dan bakat orangtua selalu berpengaruh mutlak terhadap perkembangan kehidupan anak-anaknya. Benarkah anggapan semacam ini dapat terus bertahan?, jika benar lalu bagaimana jika kita perhatikan contoh berikut ini. Sepasang suami-istri yang memiliki keistimewaan di bidang politik, tentu anaknya menjadi politikus pula. Namun, apabila lingkungan, khususnya lingkungan pendidikannya tidak menunjang, misalnya karena ia memasuki sekolah pertanian, sudah tentu ia tak akan pernah menjadi politisi tetapi petani.

Aliran nativisme hingga kini masih cukup berpengaruh di kalangan beberapa orang ahli, tetapi sudah tidak semutlak dulu lagi. Di antara ahli yang dipandang sebagai nativis adalah Noam A. Chomsky kelahiran 1928, seorang ahli linguistik yang terkenal hingga saat ini. Chomsky menganggap bahwa perkembangan penguasaan bahasa pada manusia tidak dapat dijelaskan semata-mata oleh proses belajar, tetapi juga yang lebih penting oleh adanya kecenderungan biologis yang di bawa sejak lahir.

b. Aliran Empirisisme
Kebalikan dari aliran nativisme adalah aliran empirisisme dengan tokoh utama John Locke (1632-1704). Nama asli aliran ini adalah “The school of British Empiricism” (aliran empirisisme Inggris). Namun aliran ini lebih berpengaruh terhadap para pemikir Amerika Serikat, sehingga melahirkan sebuah aliran bernama “environmentalisme” (aliran lingkungan) yang relatif masih baru (Reber, 1988).

Doktrrin aliran empirisisme yang amat masyhur adalah “tabula rasa”, sebuah istilah bahasa Latin yang berarti batu tulis kosong atau lembaran kosong. Doktrin ini menekankan arti penting pengalaman, lingkungan, dan pendidikan dalam arti perkembangan manusia itu semata-mata bergantung pada lingkungan dan pengalaman pendidikannya, sedangkan bakat dan pembawaan sejak lahir di anggap tidak ada pengaruhnya. Dalam hal ini, para penganut empirisisme menganggap setiap anak lahir seperti tabula rasa, dalam keadaan kosong, tak punya kemampuan dan bakat apa-apa. Hendak menjadi apa seorang anak kelak bergantung pada pengalaman/lingkungan yang mendidiknya.

Jika seseorang memperoleh kesempatan yang memadai untuk mempelajari ilmu politik, tentu kelak ia akan menjadi seorang politisi. Karena ia memiliki pengalaman belajar di bidang politik, ia tak akan pernah jadi pemain bola, walaupun orangtuanya seorang atlet dunia semisal Cristiano Ronaldo.

Memang amat sukar dimungkiri bahwa lingkungan memiliki pengaruh besar terhadap proses perkembangan dan masa depan seseorang. Dalam hal ini, lingkungan keluarga dan lingkungan masyarakat sekitar telah terbukti menentukan tinggi rendahnya mutu perilaku dan masa depan seseorang. Kondisi sebuah kelompok masyarakat yang berdomisili di kawasan kumuh dengan kemampuan ekonomi di bawah garis rata-rata dan tanpa fasilitas umum seperti masjid, sekolah, dan lapangan olah raga telah terbukti menjadi lahan yang subur bagi pertumbuhan anak-anak nakal. Anak-anak dilingkungan seperti ini memang tak punya cukup alas an untuk tidak menjadi brutal, lebih-lebih apabila kedua orangtuanya kurang atau tidak berpendidikan.

Namun demikian, perlu juga di kemukakan sebuah ironi faktual, yakni diantara anak-anak yang di juluki nakal dan brutal khususnya di kota-kota ternyata cukup banyak yang muncul dari kalangan keluarga berada, terpelajar, dan bahkan taat beragama. Sebaliknya, tidak sedikit anak pintar dan berakhlak baik yang lahir dari keluarga bodoh dan miskin atau bahkan dari keluarga yang tidak harmonis disamping bodoh dan miskin. Jadi, sejauh manakah validitas doktrin empirisisme yang telah memunculkan “optimism pedagogis” itu dapat bertahan?

c. Aliran Konvergensi
Aliran konvergensi merupakan gabungan antara aliran empirisisme dengan aliran nativisme. Aliran ini menggabungkan arti penting hereditas (pembawaan) dengan lingkungan sebagai faktor-faktor yang berpengaruh dalam perkembangan manusia. Tokoh utama konvergensi bernama Louis William Stern (1871-1938) seorang filsof dari Jerman.

Dalam menetapkan faktor yang mempengaruhi perkembangan manusia, Stern dan para ahli yang mengikutinya tidak hanya berpegang pada lingkungan/pengalaman juga tidak berpegang pada pembawaan saja, tetapi berpegang pada kedua faktor yang sama pentingnya itu. Faktor pembawaan tidak berarti apa-apa jika tanpa faktor pengalaman. Demikian pula sebaliknya, faktor pengalaman tanpa faktor bakat pembawaan tak akan mampu mengembangkan manusia yang sesuai dengan harapan.

Para penganut aliran ini, berkeyakinan bahwa baik faktor pembawaan maupun faktor lingkungan andilnya sama besar dalam menentukan masa depan seseorang. Jadi, seseorang yang lahir dari keluarga santri atau kiayi, umpamanya, kelak ia akan menjadi ahli agama apabila ia di didik di lingkungan pendidikan keagamaan. untuk lebih jelasnya, perhatikan contoh berikut:

Seorang anak yang normal pasti memiliki bakat untuk berdiri tegak di atas kedua kakinya. Tetapi apabila anak tersebut tidak hidup di lingkungan masyarakat manusia, misalnya kalau dia di buang ke tengah hutan belantara dan tinggal bersama hewan, maka bakat berdiri yang ia miliki secara turun-temurun dari orangtuanya itu, akan sulit diwujudkan. Jika anak tersebut diasuh oleh sekelompok kera, tentu ia akan berjalan di atas kedua kaki dan tangannya. Dia akan merangkak seperti kera pula. Jadi, bakat dan pembawaan dalam hal ini jelas tidak ada pengaruhnya apabila lingkungan atau pengalaman tidak mengembangkannya.

Sampai sejauh manakah pengaruh pembawaan jika dibandingkan dengan lingkungan terhadap perkembangan masa depan seseorang?, jawabannya mungkin berbeda dari setiap orang. Sebagian orang mungkin lebih banyak ditentukan oleh faktor lingkungannya. Namun dalam hal pembawaan yang bersifat jasmaniah hampir dapat dipastikan bahwa semua orang sama, yakni akan bentuk badan, berambut, dan bermata sama dengan kedua orangtuanya. Sebagai contoh, anak-anak keturunan Barat umumnya berambut pirang, berkulit putih, bermata biru, dan berperawakan tinggi besar, karena memang warisan orangtua dan nenek moyangnya demikian. Akan tetapi, dalam hal pembawaan yang bersifat rohaniah sangat sulit kita kenali. Banyak orang yang ahli di bidang “X” tetapi anaknya ahli di bidang “Y”. Anak ini sudah di usahakan agar mempelajari bidang “X” supaya sama dengan orang tuanya, tetapi ia menolak dan menunjukkan kecenderungan bakat “Y”. Ternyata setelah mengikuti pengajaran bidang “Y”, anak yang berasal dari keturunan yang ahli di bidang “X” itu benar-benar ahli di bidang “Y” bukan bidang “X”. Apakah anak tersebut telah menyalahi bakat dan pembawaan keturunannya?.

Banyak bukti yang menunjukkan, bahwa watak dan bakat seseorang yang tidak sama dengan orang tuanya itu, setelah di telusuri ternyata watak dan bakat orang tersebut sama dengan kakek atau ayah/ibu kakeknya. Dengan demikian, tidak semua bakat dan watak seseorang dapat di turunkan langsung kepada anaknya, tapi mungkin kepada cucunya atau anak-anak cucunya. Alhasil, bakat dan watak dapat tersembunyi sampai beberapa generasi. Lalu bila demikian apakah aliran konvergensi sebagaimana tersebut di atas dapat kita jadikan pedoman dalam arti bahwa perkembangan seseorang pasti bergantung kepada pembawaan dan lingkungan pendidikannya? Samapai batas tertentu aliran ini dapat kita terima, tetapi tidak secara mutlak. Sebab masih ada satu hal lagi yang perlu kita ingat yakni potensi tertentu yang juga tersimpan rapi dalam diri setiap orang dan sulit diidentifikasi.

Dari seluruh uraian di atas, yang berhubungan dengan proses perkembangan dapat di simpulkan bahwa faktor yang mempengaruhi tinggi-rendahnya mutu hasil perkembangan seseorang pada dasarnya terdiri atas dua macam:

1. Faktor Intern, yaitu faktor yang ada dalam diri setiap individu yang meliputi pembawaan dan potensi psikologis tertentu yang turut mengembangkan dirinya sendiri.

2. Faktor Eksternal, yaitu hal-hal yang datang atau ada di luar stiap individu yang meliputi lingkungan (khususnya pendidikan) dan pengalaman berinteraksi orang tersebut dengan lingkungannya.

Wallahu’alam….

Di tulis dari buku “Psikologi Pendidikan” karangan Prof. Dr. Muhibbin Syah.

Sep 4, 2013

Tips Untuk Mengatasi Anak Malas Belajar

Tips Untuk Mengatasi Anak Malas Belajar
Baca kata kreatif pasti ada kaitannya dengan hal-hal yang baru yang tidak terpikirkan bahkan dibayangkan oleh orang kebanyakan. Kata kreatif tidak hanya menjadi padanan bagi kata barang atau ide saja tapi sebagai orangtua ternyata kita juga harus kreatif dalam mendidik anak-anak kita. Anak tumbuh dan berkembang dengan keunikannya masing-masing, ada beberapa orangtua yang mengatakan anaknya tumbuh sangat aktif dan saking aktifnya ibunya terutama lelah melayani apa yang diinginkannya, ada lagi yang lain “Anak saya tidak mau makan sayur” atau ada yang anaknya tidak mau mandi sore, sampai ke masalah tidak mau belajar atau malas untuk membaca buku pelajaran, semua sering jadi keluhan orang tua. Anak lebih suka melihat tayangan televisi, seperti sinetron, film atau bermain dengan teman-teman sebayanya.

Nah, di sini lah kita sebagai orangtua harus kreatif mengajak mereka sesuai dengan apa yang kita inginkan. Yuks kita kupas satu dari sekian banyak permasalahan yang tadi diungkap di atas. Yaitu mengatasi anak yang malas belajar. Jika anak tidak mau belajar, mereka menganggap bahwa belajar adalah suatu kegiatan yang kurang menyenangkan dibandingkan dengan bermain atau nonton. Untuk mengatasi anak yang malas belajar adalah dengan membuat anak menganggap belajar adalah kegiatan yang menarik, menyenangkan atau membuat mereka sadar bahwa belajar adalah suatu kebutuhan. 

Selengkapnya, berikut ini adalah tips untuk mengatasi anak malas belajar :
  1. Tanamkan kesadaran kepada anak bahwa belajar adalah suatu kewajiban dan tanggung jawab sebagai seorang pelajar yang hasilnya akan diraih dimasa mendatang.
  2. Berikan contoh kepada sang anak. Orang tua dapat turut membaca buku-buku yang bermanfaat saat anak sedang belajar.
  3. Orang tua sebaiknya juga menanamkan budaya membaca di lingkungan keluarga.
  4. Ciptakan suasana belajar yang menyenangkan. Buat ruang belajar yang menarik, rapi dan tidak membuat anak malas di dalam ruang belajar.
  5. Berikan motivasi kepada anak untuk belajar dengan cara yang baik, adakan pendekatan sambil menyelami hati anak dengan menjadikan anak sebagai sahabat. Jangan menyuruh anak belajar dengan memaksakan anak, apalagi dengan cara yang kasar.
  6. Berikan insentif kepada anak, baik berupa hadiah kesukaan mereka atau sekedar pujian jika nilai anak bagus. Hal ini akan membantu memotivasi anak.
  7. Sebaiknya orang tua lebih terbuka dengan anak dengan menanyakan permasalahan yang dia hadapi, kenapa malas belajar, apa yang dapat membuat ia semangat untuk belajar dan sebagainya. Bantu anak untuk mengatasi permasalahan tersebut.
  8. Pilih waktu yang paling tepat untuk anak belajar. Hendaknya orang tua juga turut membantu anak dengan tidak menonton televisi, atau tidak mendengarkan musik keras-keras.
  9. Jadikan waktu belajar ini menjadi kebiasaan rutin sehari-hari, dan sebaiknya orang tua juga menemani dan membantu jika anak mengalami kesulitan saat belajar.
  10. Selain waktu belajar yang rutin, sediakan juga waktu yang cukup untuk bermain, menonton dan berinteraksi dengan teman-temannya.

Ingat Bunda dan Ayah... Yang terpenting dari semua itu pastinya harus dilakukan dengan penuh kesabaran dan kasih sayang, pasti semua akan berjalan sesuai dengan apa yang kita inginkan. Mau tau lagi tips yang lainnya kunjungi kami di www.ideanakhebat.com kami punya banyak solusinya untuk Anda... ^_^

Aug 30, 2013

Dajjal Dari Masa Ke Masa

Artikel ini sebelumnya tidak akan saya publish di web dan hanya untuk bahan diskusi dengan teman-teman saja. Tapi, karena ingat fitnah Dajjal yang semakin tampak nyata, akhirnya saya publish juga. Barangkali diantara teman-teman ada yang kurang yakin. Tapi harus dipahami, Rasulullah sudah bersabda dalam banyak hadits tentang kemunculan Dajjal dan kita diperintahkan untuk banyak berlindung kepada Allah dari fitnah Dajjal.

Di artikel ini saya mencoba merangkum perjalanan Dajjal Al-Masih dari dua buku, Dr. Isa Daud (Kemunculan Dajjal di Segi Tiga Bermuda, 2000) Muhammad Isa Daud dan Armageddon-Peperangan Akhir Zaman (Ir. Wisnu Sasongko).

Armageddon-Peperangan Akhir Zaman
 Dajjal Akan Muncul Dari Segitiga Bermuda


Dajjal lahir 100 tahun sebelum kelahiran Nabi Musa as. Ia terlahir dengan nama Musa. Kata ini diambil dari bahasa Mesir, yang artinya terapung. Karena memang Dajjal pada masa kecilnya terapung di atas air karena bencana tsunami di negeri Samirah, Palestina. Nama lengkap Dajjal adalah Musa Samiri, yang artinya, Musa dari negeri Samirah. Jadi ada dua musa yang popular di kalangan Bani Israil, yaitu Musa bin Imron, yang kelak menjadi Rasul dan Musa Samiri, yang merupakan cikal bakal Dajjal dan utusan Iblis laknatullah.

Dajjal terlahir dari keluarga penyembah patung sapi. Yang dalam Qur’an disebut Ijlu (anak sapi). Dajjal terlahir dari perkimpoian sedarah. Dampak dari perkimpoian ini, menjadikan Dajjal menjadi manusia cacat. Dengan mata buta sebelah.

Sejak kelahirannya, Dajjal tidak mau menyusui dan senantiasa tertidur. Hingga mengakibatkan payudara ibunya mengalami pembengkakan hebat dan menimbulkan panas yang luar biasa. Dua bulan kemudian ibunya meninggal. Pada saat itulah di negeri Samirah gempa di dasar laut yang menimbulkan tsunami yang sangat hebat. Seluruh negeri itu hancur dilibas banjir. Nyaris penduduk pulau itu tak ada yang tersisa.

Atas bencana ini, Allah mengutus Jibril untuk menyelamatkan bayi Samiri, biang Dajjal itu. Ia pun diselamatkan Jibril ketika terapung di atas laut dan diselamatkan ke dalam sebuah gua. Di dalam gua ditengah pulau terpencil itulah, Samiri dirorok oleh Malaikat Jibril. Menurut riwayat, Samiri diberi air susu dari surga yang keluar dari jempol Malaikat Jbril. Begitulah hari-hari Samiri dibesarkan dalamasuhan raja malaikat: JIbril as.

Banyak pengetahuan yang didapat Samiri dari Jibril, meski bukan dalam kata-kata. Di ntara pengetahuannya adalah: setiap benda yang disentuh oleh Jibril bisa hidup. Seolah-olah ada ruhnya. Karenaya Jibril diberi gelar Ruhul Qudus atau Ruhul Amin. Konon ketika Nabi Isa menghidupkan orang-orang mati di hadapan Bani Israil, Jibrillah yang membantunya, dengan cara menempelkan sayapnya di atas kuburan-kuburan. Pengetahuan inilah yang kelak menyesatkan Bani Israil, menjadi penyembah patung anak sapi dari emas, ketika Nabi Musa bersemedi di Gunung Thursina selama 40 hari. Kisah ini dengan sangat panjang lebar dimuat dalam Qur’an Surat Thaha.

Pada usia muda remaja, keluarlah Samiri dari persembuyiannya. Sejak itu Samiri punya cita-cita aneh. Ia bercita-cita ingin menjadi tuhan. Dan agar manusia menyembahnya. Ini dikarenakan Samiri punya keistimewaan-keistimewaan, berkat pergaulannya dengan Malaikat Jibril. Di samping itu, Samiri punya kelebihan dari Allah berupa kecakapan luar biasa dan kesehatan. Diriwayatkan, Dajjal tidak pernah tua dan pikun. Setiap mencapai usia 100 tahun akan menjadi muda kembali. Itulah antara lain kelebihan Allah yang diberikan kepada Dajjal Samiri. Maka dalam perjalanannya yang pertama ini, Dajjal berinisiatif untuk mendatangi guru-guru sihir ternama dan berguru kepadanya. Diantara guru ternama itu seorang penyihir dari Yaman. Tentu saja setelah mengunjungi dan menjajal master-master sihir di Mesir, yangmemang pada waktu itu profesi sihir banyak dimanfaatkan oleh para Fir’aun. Akhirnya Samiri berhasil mengalahkan guru-urunya dalam ilmu sihir. Dengan dasar inilah, hingga kini, Dajjal sebagai master sihir tiada duanya di seluruh dunia di samping penguasaannya pada teknologi.

Dalam perjalanannya, Dajjal selalu datang pada setiap masa kenabian untuk menyesatkan umat manusia. Pertama kali ia pernah menyesatkan Bani Israil dari penyembahan kepada Allah kepada patung sapi dari emas. Sungguh suatu prestasi yang mengagumkan. Disebut mengagumkan karena pada waktu itu ada Nabi Harun sebagai pembimbing ruhani di tengah-tengah mereka. Dan yang jelas Musa masih hidup. Hanya saja sedang bermeditasi di Bukit Tursina.

Pada zaman Nabi Isa ia pun datang. Namun diusir oleh Nabi Isa. Namun berhasil menyesatkan umat, setelah kematian Nabi Isa pada usia 33 tahun. Penyesatan Samiri selalu masalah akidah. Bani Israil setelah Nabi Isa mayoritas tidak lagi menyembah Allah Yang Esa, melainkan lahir konsep tiga tuhan (trinitas); penebusan dosa; peniadaan tradisi khitan bagi laki-laki; menghalalkan babi dan riba dan perbuatan-perbuatan bid’ah lainnya. Samiri menyebarkan gagasannya ini melalui murid kesayangannya yang bernama Paulus (Saul), yang kemudian mengaku dirinya sebagai rasul. Dalam sejarahnya Saul merupakan musuh Nabi Isa. Sama seperti Samiri, Saul dilahirkan dan hidup ditengah-tengah keluarga Yahudi yang doyan menyembah anak sapi. Disamping itu juga, Saul hidup sebagai seorang filosuf pagan yang memadukan antara filsafat Yunani dan ajaran Yahhudi. Kelak Saul tidak hanya mensintesakan dua ajaran itu tapi lebih jauh membuat sintesa dengan ajaran-ajaran di Timur Dekat dan wilayah Bulan Sabit Yang Subur. Tidak hanya itu Saul juga membuat gereja-gereja di seluruh dunia. Inilah cikal bakal Katolikisme (Katolik secara harfiah artinya dunia).

Pada zaman Rasulullah SAW pun, Samiri mendatangi dan hidup dengan para sahabat. Ia memiliki nama samara: Dihyatul Kalbi. Umar Bin Khottob bermaksud membunuhnya. Namun Rasulullah melarangnya. Sama seperti nabi-nabi terdahulu (Musa dan Isa) selalu membiarkannya.

Karena dibiarkan hidup, Samiri leluasa bergerak menyesatkan umat. Sekte-sekte sesat dalam Islam dan nabi palsu pasti tidak luput dari proyek Samiri: Sang Dajjal. Ribuan hadist palsu yang dibikin oleh orang-orang Yahudi dan orang muslim munafik, pasti mendapat sentuhan dari tangan Samiri.

Zaman modern. Peluang Dajjal untuk menyesatkan manusia secara massal semakin terbuka. Pasca revolusi Prancis merupakan zaman baru bagi Dajjal. Humanisme, yang intinya adalah anti tuhan dan sebagai gantinya, manusialah yang dijadikan tuhan. Gagasan humanisme persis seperti misi Dajjal. Untuk melancarkan programnya, Dajjal memilih orang terpilih dari kalangan yang berdarah Yahudi. Atau dari Nasrani tapi masih berdarah Yahudi. Atau dari luar ras Yahudi tapi sudah ter-Yahudikan, Adam Waisput, yang mengobarkan kembali jaringan Masonik di seluruh dunia.

Dajjal berhasil mendidik putra-putra Yahudi sebagai ras terbaiknya. Putra-putra Yahudi itu antara lain Renan, yang merupakan kawan dari Muhammad Abduh, Jendral Meji dari Jepang, Auguste Comte, Perancis dan dua orang dari keluarga rahib Yahudi tulen: Karl Marx dan Sigmund Freud. Tak ketinggalan seorang pendeta Nasrani yang murtad menjdi ateis; Frederick Neitze. Kesemua gagasan orang-orang itu semuanya sama: ateis. Dan menjadikan manusia sebagai tuhan bagi dirinya sendiri.

Pada abad 19 agama masehi di Eropa nyaris sekarat. Ia mendapat gempuran hebat – terutama dari ketiga pemikir Yahudi itu – yaitu dari Karl Marx, Freud dan Comte. Kesimpulannya sama: agama itu ilusi. Agama itu bohong. Agama merusak dan menghinakan manusia. Marx berpendapat, agama merupakan candu masyarakat. Agama tidak lebih dari bayang-bayang dunia materi. Jadi yang sebenarnya ada adalah materi. Agama itu bayang-bayang. Dan karenanya sebenarnya agama bikinan manusia sendiri, bukan berasal dari tuhan. Freud, mendefinisikan agama lebih jijik lagi. Agama, katanya tidak lebih dari nafsu birahi yang tertahan, yang tidak tersalurkan secara bebas. Dan Comte, memandang agama sebagai tahap primitive dari pemikiran manusia. Karena tahap primitive manusia sudah terlewati, agama tak dibutuhkan lagi.

Dua orang pertama, Freud dan Comte sangat kuat pengaruhnya pada dunia ilmiah. Sehingga pengetahuan ilmiah menjadi kehilangan aroma spiritualnya. Pengetahuan ilmiah yang meniadakan dunia ruhani. Tak ada dunia kecuali dunia sekarang ini: dunia materi. Sedang Karl Marx kuat pengaruhnya pada dunia politik. Karena Marx- lah komunisme diformulasikan dan tersebar ke seluruh alam. Baik pengetahuan ilmiah atau pun Komunisme, sama –sama ateis dan menuhankan manusia sebagai pengganti Allah. Inilah antara lain keberhasilan Dajjal dalam bidang sains dan politik abad ke 20. Dajjal semakin mondial. Kapitalisme merupakan perangkap Dajjal paling efektif. Manusa dibuat sedemikian rupa untuk menuhankan benda di samping manusia. Amerika disinyalir menjadi sarang Dajjal pada abad ini. Setelah Perang Dunia ke-2, pertarungan dunia dimenangkan oleh Amerika. Dajjal dan pasukan rahib-rahib Yahudi mengendalikan Amerika dan sekutunya. Setempel Dajjal ada dalam mata uang dollar Amerika. Bintang Daud memenuhi simbol-simbol instansi dari milter sampai hiburan. Teelvisi pun menjadi sarana efektif kampanye Dajjal dan Yahudi.

Demikianlah, Dajjal dan Yahudi untuk sementara ini berda dalam puncak kemenangan. Tak satu sektor pun yang tak tersentuh oleh Dajjal. Sampai-sampai Amerika pun mereka ganti dengan nama Dajjal: Samiri. Kemudian disingkat Sam, merupakan kependekan dari Samiri. Mereka ingin disebut Uncle Sum. Dalam simbolnya Uncle Sam digambarkan seseorang yang berseragam rahib Yahudi: menggunakan tudung laken, berjenggot dan berkumis tebal serta mengenakan setelan jas dan dasi. Persis seragam rahib Yahudi.

Namun di balik itu, kekuatan muslim yang sejati, yang mendasarkan pada iman, mulai tumbuh dan berkembang. Orang-orang Islam dari berbagai kalangan mulai bergairah mengamalkan agama. Mesjid-mesjid sedikit-demi sedikit mulai dipenuhi jamaah. Shalat berjamaah, yang merupakan amalan paling ditakuti oleh Dajjal dan Yahudi mulai marak dilaksanakan di masjid-masjid. Orang-orang mulai tertarik kepada amalan Sunnah Rasulullah, dari mulai ibadah, mua’amalah, mua’syarah sampai pada pengobatan. Amalan sunnah ini salah satu amalan yang paling ditakuti oleh kaum kufar setelah dakwah dan shalat berjamaah.

Dari segi politik, kaum muslimin kini telah merangkak menuju kepemimpinan Khilafah ala minhajin nubuwwah. Suatu sistem politik yang pernah ada pada zaman keemasan. Walau belum menampakan hasil secara politik, tapi sesungguhnya keberhasilan itu ada. Namun kekuatan itu mengalir laksana air: pelan, lembut namun pasti, tengah menuju kepada kekuatan dahsyat.

Imam Mahdi Al-Muntadhar, yang dulu masih menjadi pertanyaan bagi sebagaian kaum muslimin, kini kepemimpinan itu menjadi lebih mungkin terwujud dalam waktu dekat. Semakin banyak kaum muslimin yang optimis akan kedatangan Imam Mahdi sebagai mana dijanjikan oleh Hadist Nabi. Justru keyakinan ini tibul bagi orang-orang istiqomah memperjuangkan Islam dan umatnya.

Kelak Imam Mahdi beserta pasukan kaum muslimin yang beriman, mula-mula akan menaklukan Mekkah yang kini dikuasai oleh Wahabisme-Salafisme, yakni suatu gerakan yang banyak memecah belah kaum muslimin daripada mempersatukannya. Suatu gerakan yang banyak menguasai mesjid dengan masalah fiqihnya dengan cara menyakiti umat dan sedikitpun tidak mampu membendung arus Kristenisasi. Lebih banyak mengeluarkan umat Islam ke luar Islam, dengana cara menuduh bid’ah dari pada memasukan orang kafir ke Islam. Atau paling tidak memasukan orang Islam ke dalam Islam sendiri.

Setelah menaklukan Wahabi dan Salafi di Jazirah Arab, Al-Mahdi akan menaklukan Persia. Pusat Syi’ah dan bid’ah terbesar di dunia. Bahkan Dajjal kelak akan keluar di negeri ini, yakni di negara bagian Isfahan, Persia. Turki Sekuler menjadi sasaran selanjutnya. Dalam struktur Masonik Internasional, Turki dimasukkan sebagai suku ke-13 dari ras Yahudi. Kita tidak tahu persis ras Yahudi yang jumlahnya 12, menjadi 13 setelah mendapat tambahan dari ras bangsa Turki.

India, menjadi target selanjutnya. Inilah pusat kegelapan dunia di zaman modern. Saat orang telah meninggalkan penyembahan pada binatang, India masih saja menyembah binatang. Sapi, monyet dan ular diyakini sebagai tuhan-tuhan mereka. Kalau saja tida orang-orang dakwah, India merupakan miniatur bangsa kuno di abad modern. Suatu saat pada masa Imam Mahdi, satu miliar penduduk India akan masuk Islam.

Target selanjunya adalah bangsa Kiraman, demikianlah Nabi Muhammad menyebutnya. Nabi menyebutkan ciri-ciri orang Kirman adalah bermata sipit. Ini mengisayaratkan kepada bangsa-bangsa yang berada di Asia Timur: Cina, Jepang, Mongol, Korea dan termasuk Indonesia. Karena Indonesia secara geneologis berasal dari Cina. Hanya kulitnya saja yang berbeda karena perbedaan iklim antara Asia Timur dan Asia Tenggara. Pada asasnya sama.

Akhirnya Imam Mahdi dengan dibantu oleh Isa bin Maryam akan mendatangi Roma, pusat Katolik dan pusat bid’ah dalam tradisi agama Abraham (Nabi Ibrohim). Pada saat inilah Isa dan kaum muslimin yang beriman akan bersemangat menghacurkan salib,sebagai simbol kemusyrikan dan merupakan bid’ah besar dalam tradisi Abrahamik. Selain itu juga akan memusnahkan babi, yang pernah dihalalkan oleh Paulus, pendiri Katolik. Pada saat inilah seluruh orang-orang Nasrani akan berduyun-duyun masuk Islam.

Setelah peristiwa ini manusia terbagi dua: Islam dan Yahudi. Mengapa demikian? Karena seluruh manusia telah memeluk Islam. Kecuali bagsa Yahudi. Bangsa yang kini tidak lebih 12 juta ini memilih mati daripada harus memeluk Islam. Akhirnya mereka dibunuh oleh kaum muslimin tanpa kecuali. Hingga akhirnya kaum Yahudi lari terbirit-birit danv bersembunyi di balik bebatuan dan pepohonan. Anehnya, saking bencinya batu dan pohon itu atas orang-orang Yahudi, mereka pun memberitakan tempat persembunyian Yahudi kecuali Pohon Gorqod. Kata Nabi, karena ia merupakan pohon Yahudi.

Pada penaklukkan Roma itu pula, Dajjal, si pengecut keluar dari persembunyiannya. Dalam hadist disebutkan: yakhruju dajjal min issbahan ma’a sab’ina junudan min al-yahud (Akan keluar Dajjal beserta 70 ribu pasukan Yahudi di Ishbahan). Pada Hadist lain, disertai pula dengan 70 ribu ulama jahat; para wanita yang tidak menutup aurat dan para pemusik.

Dajjal akan menyerang Syam (Palestina), menghancurkan pasukan Imam Mahdi dan Isa bin Maryam. Pada waktu itu setelah shalat Subuh, jama’ah mesjid yang dipimpin oleh Al-Mahdi keluar. Sementara Dajjal bermaksud menyerangnya. Nabi Isa dan pasukan kaum muslimin bertemu dengan pasukan Dajjal. Kedua pasukan itu pun bertemu. Terjadilah perang campuh, hingga akhirnya seperti diceritakan di atas.

Ketika pasukan Yahudi mulai keteter, Dajjal bermaksud melarikan diri. Namun ia kepergok oleh Isa bin Maryam di gerbang Lud, Palestina. Saat berhadapan dengan Isa Putra Maryam, badannya mendadak meleleh seperti lilin kena api. Atau dalam lain riwayat, seperti garam terkena air. Hancur. Maka setelah itu musnahlah sejarah Dajjal yang bercokol membuat fitnah dan bid’ah selama lebih dari 4500 tahun.

Pasca pembunuhan Dajjal, dunia diliputi keamanan dan kedamaian. Kemakmuran material dan spiritual mendapat titik temu. Dunia dipimpin oleh seorang yang adil, kuat dan saleh. Itulah Al-Mahdi. Dialah khalifah terakhir kaum muslimin dan dunia: Khilafah ala minhajin nubuwwah.

Referensi:
  • Armageddon: Ir. Wisnu Sasongko
  • M. Isa Daud: Dajjal Akan Turun Dari Segitiga Bermuda
  • Kaskus.co.id

Jul 29, 2013

Menjadi Makelar Rezeki

Jamil Azzaini - Makelar Rezeki
Sebenarnya setiap orang adalah makelar rezeki, ga percaya? Hanya memang berbeda tingkatan dan kapasitasnya. Kita manusia diciptakan berbeda satu dan yang lainnya, meski kembar pun pasti ada yang membedakan. Begitu pun rezeki yang diberikan Allah kepada kita akan disesuaikan dengan daya tampungnya.

“Rezeki itu datang dari arah yang tak terduga, siapkanlah wadahnya agar kita selalu siap untuk menampungnya”. Mendapatkan rezeki dari arah yang tak terduga, adalah anugrah dari Allah SWT, namun jika rezeki kita peroleh masih bisa diprediksi, bisa jadi kita dalam posisi yang belum terlalu dekat dengan-Nya. Menjadi makelar rezeki adalah salah satu cara bisa mendekat kepada-Nya. 

Semakin serius menjadi makelar rezeki, semakin cepat wadah untuk menampung rezeki itu membesar. Kira-kira wadah seperti apakah yang harus disiapkan? Langkah pertama adalah temukan kekayaan tersembunyi. Ini bukanlah mencari harta karun seperti cerita dongeng, karena sesungguhnya diri kitalah harta karun itu. Selama ini banyak orang yang fokus dengan kekurangannya sehingga Tidak PD (Percaya Diri). Mulai sekarang kita curahkan energi dan waktu kita untuk mulai mengasah kekuatan atau potensi kita. Setelah menemukan potensi kita yang sesungguhnya, fokuslah untuk mendalaminya. 

Fokus bukan berarti mengabaikan yang lain. Fokus itu menggunakan rumus 80 : 20. Artinya 80 persen energi kita fokuskan pada pilihan profesi kita, 20 persen sisanya kita gunakan untuk yang lain. Kita mengetahui ada BJ. Habibie yang ahli pesawat terbang, Bill Gates dengan Mocrosoft-nya, Muhammad Ali seorang petinju legendaris. Michael Jordan jago basket, Ebiet G. Ade kondang dengan lagu-lagu khasnya. Mereka adalah orang-orang yang berhasil karena fokus pada satu profesi yang dipilihnya. FOCUS itu singkatan dari Follow One Course Until Succes (mengikuti satu keahlian samapai sukses). Jadi kita mau dikenal sebagai ahli apa nih? Tentukan dulu profesi, atau apa yang akan ditekuni, baru fokus untuk mendalami. 

Makelar rezeki akan terus mengoptimalisasi dirinya, juga lingkungannya. Selalu bisa melihat peluang sekecil apapun dalam setiap masalah atau persoalan yang sedang dihadapi. Contohnya adalah Ali akbar Pakar SEO. Saat beliau tahu bahwa sewa sepeda menjadi kebutuhan di Jakarta, ia membuat bisnis sewa sepeda. Coba ketik sewa sepeda, maka Ali Akbar beserta nomor Hp-nya akan muncul dihalaman pertama Google. Dan Ali Akbar berhasil mendapatkan untung 75 juta tiap bulannya. Begitulah seorang Makelar Rezeki bisa mengoptimalisasi informasi untuk menjadi peluang.

Setelah mengoptimalkan diri, syarat kedua menjadi seorang Makelar Rezeki adalah memiliki integritas. Integritas itu menyangkut kredibilitas. Ini tercermin dalam tindakan kita sehari-hari. Karena diri kita sesungguhnya adalah tindakan kita, bukan kata-kata kita. Semakin besar perbedaan atara komitmen dan pernyataan dengan perilaku kita maka kita sedang menuju kekgagalan sebagai seorang makelar rezeki. Kegiatan kita sehari hari adalah indikator terbaik atas apa yang benar-benar kita hargai dan kita percayai sebagai sesuatu yang penting. Dan Ingatlah dalam jangka panjang orang akan melihat apa yang kita kerjakan, bukan yang kita katakan.

Penasaran syarat apalagi untuk bisa menjadi seorang makelar rezeki??? 

Mau menjadi Seorang Makelar Rezeki??? Pasti mau donk yaa..

Sahabat Bintang bisa membaca buku MAKELAR REZEKI, Rahasia Penyalur Energi Sukses dan Mulia by Jamil Azzaini. 



Salam Sukses Mulia ^_^

Ummi Nadhiroh

Jul 23, 2013

Hidup Berkah, Rezeki Melimpah, Selamat Dunia Akhirat, Penuh Manfaat

Mau??? Hehehe pastilaaah semua orang mau hidup sesuai judul di atas, siapa coba yang mau nolak???

Nah, oleh karena itu buku “Jangan Hidup Jika Tak Memberi Manfaat” karya Muhammad Yasir ini bisa jadi refensi bacaan terbaru sahabat bintang nich mengisi waktu hebatnya di bulan Ramadhan ini... 

Penulis melalui buku ini mengajak kita untuk elajar memberi manfaat, salah satunya dari dari pohon pisang ternyata, ada sebuah pelajaran menarik di balik eksistensi sebuah pohon pisang. Ia selalu mewariskan keturunan. Sebelum sebuah pohon pisang menghasilkan buah yang mulai matang atau sebelum pisang itu ditebang oleh pemiliknya karena sudah tua, maka pohon itu selalu memunculkan tunas-tunas pohon pisang lain.

Kita tahu, pohon pisang termasuk tumbuhan unik. Ia hanya menghasilkan buah sekali saja. Kalau buahnya sudah diambil, otomatis pohon itu akan mati. Ternyata, sebelum pohon itu mati, ia sudah mempersiapkan generasi penerusnya. Di sini tidak terjadi kekosongan generasi. Istilahnya lost generation tidak dikenal dalam kehidupan pisang. Seakan-akan ia berpesan untuk terus memberi manfaat, tanpa mengenal waktu dan kondisi. Tak ada jeda. Tak ada keterputusan.

Semestinya, hidup kita seperti pohon pisang itu. Selalu ada untuk kepuasan dan kebahagiaan demi kebaikan orang lain. Subhanallah. (Hal. 9, Jangan Hidup Jika Tak Memberi Manfaat) 

Membaca buku ini, Sahabat bintang akan semakin tahu bahwa antara kita dan kebaikan-kebaikan itu sangat dekat sekali. Buku ini penuh inspirasi, motivasi dan hikayat terbaik yang valid tentang memberi manfaat sebanyak-banyaknya. 

Dan pastinya sebagai makhluk Allah yang sangat sempurna maka kita harus bisa menebarkan kasih sayang kita berupa hal – hal yang terbaik dan bermanfaat buat orang – orang sekita kita.

Mari Sahabat Bintang... mulailah dari dari diri kita sendiri, mulai dari hal yang terkecil dan mulai saat ini juga menjadi penebar manfaat. Insya Allah hidup kita semakin berkah. Karena kebaikan yang kita lakukan pastinya akan kembali kepada kita. Ammin... 


Hani Annisa Fitrianty – Divisi Produk dan Sumber Daya Manusia