Social Icons

Showing posts with label inspirasi. Show all posts
Showing posts with label inspirasi. Show all posts

Sep 27, 2013

Cara Merubah Kebiasaan Jelek

Habits atau kebiasaan biasanya terbentuk secara tidak langsung dari kita masih kecil. Sebagian besar  ini terpengaruh oleh lingkungan yang karena sering dilakukan, dilihat maka secara tidak langsung akan terekam dalam alam bawah sadar kita.

Cara Merubah Kebiasaan Jelek
Salah satu faktornya adalah seringnya terjadinya pengulangan (repetition), Seorang anak kecil sudah merokok bisa jadi karena setiap hari melihat ayahnya merokok, kita bisa melafalkan surat Alfatihah dengan lancar, bahkan adik kita yang masih cedal juga sudah hafal karena sering mendengarkan, misal kita sering ikutan orang tua kita sewaktu berjama’ah maghrib dan isya di masjid. Pengulangan yang terus menerus. Bahkan Allah menyukai amalan bukan dari segi banyaknya tapi dari segi kontinuitas “Sesungguhnya amalan yang paling disukai Allah yaitu yang dikerjakan terus menerus” (HR Bukhari Muslim)

Kita juga sering melihat hewan-hewan yang kita pikir gak mungkin tapi ternyata bisa menirukan gaya-gaya manusia, doger monyet misalnya bisa bersepeda, menari, atau hal-hal lain yang banyak kita jumpai dalam pertunjukan sirkus. Ternyata kuncinya sama, sering dilatih,  ulangi lagi, ulangi terus, berlatih lagi sampai terbiasa.

Jadi sebenernya kalau kita ingin merubah kebiasaan kita yang lama, coba biasakan dengan habits baru yang bisa kita latih dalam 30 hari pertama. Mungkin akan merasakan kesulitan pada awalnya , pada 10 hari pertama luar biasa perjuangannya, dan seringkali cara yang berhasil adalah Just-Do-it! Paksakan saja!

Sama dengan pada saat kita naik kereta, gaya yang diperlukan untuk bergerak pada saat meninggalkan stasiun sangat besar dan bergeraknya juga sangat perlahan . Semakin lama bergerak, semakin cepat dan gaya yang diperlukan untuk tetap berjalan jauh lebih sedikit bila dibandingkan pada awalnya. Semakin meninggalkan stasiun semakin terbiasa, semakin kecil gaya.

Pembiasaan 30 hari pertama, habits baru masih rapuh kadang-kadang keinginan untuk kembali ke habits lama masih lebih besar dari pada mealnjutkan habits baru. Selanjutnya kita bisa coba pada 3x30 hari, habits baru sudah mulai terbentuk lebih kuat, keinginan untu melnjutkan habist baru sama kuatnya dengan keinginan kembali ke habits lama.

Nah ini yang lebih kuat, dalam 10x30hari atau sekitar satu tahun, insya Allah habits yang terbentuk telah solid dan menjadi program yng hampir permanen, otomatis terjadi dalam diri kita seperti gerak refleks.

Jadi yang mau merubah kebiasaan kurang bagus menjadi lebih bermakna. Mulai paksakan lakukan kebiasaan tersebut, istiqomah ulangi setiap hari sampai setahun, semoga habits baru anda semua sudah terbentuk dengan baik.

Semangaaaat!

Insp by  Felix Y. Siauw “How to master your Habits”

Sep 23, 2013

Kebahagiaan Sejati

Laila Murad, seorang pemain drama Bangsa Yahudi, ketika diwawancarai oleh wartawan, bercerita tentang suaminya, Anwar Wajd, “Suamiku adalah seorang dermawan yang lugu. Suatu ketika, ia mengutarakan isi hatinya kepadaku bahwa ia bercita-cita ingin memiliki uang sebanyak sejuta poundsterling (mata uang inggris) meskipun ia harus menderita suatu penyakit. Lalu aku percaya kepada suamiku, “Untuk apa uang sebanyak itu jika Engkau harus menderita suatu penyakit?” suamiku menjawab, sebagian dari uang itu akan aku gunakan untuk berobat, sedang sisanya akan aku gunakan untuk membeli kebahagiaan. Tidak berapa lama kemudian, cita-cita suamiku menjadi kenyataan. Ia memperoleh uang lebih dari sejuta poundsterling. Tetapi kemudian ia mendadak diserang penyakit kanker hati, maka uang yang ia miliki habis untuk berobat, tetapi penyakit yang ia derita tak kunjung sembuh. Sampai-sampai setiap hari pun ia tidak mau makan kecuali sedikit. Ia tidak bisa makan banyak. Akhirnya ia meninggal dengan membawa penyesalan yang amat dalam.

Membaca kisah tadi rasanya kasian sekali dengan situasi yang dialami, namun pertanyaan besar yang akhirnya muncul, benarkah bahwa kebahagiaan itu adalah hal yang abstrak sehingga tidak semua orang bisa merasakannya dan pastinya hanya orang-orang terpilihlah yang mampu merasakannya. 

Memang tidak ada pengertian yang pas apa yang dimaksud dengan bahagia karena kebahagiaan hanya dapat dirasakan, namun kali ini kami akan berbagi bagaimana cara agar kita bisa hidup bahagia, di antaranya:

1. Jangan Takut dan Khawatir dengan hidupmu
Perasaan takut dan khawatir merupakan pikiran kita yang paling tidak produktif. Sebagian besar hal-hal yang kita khawatirkan atau takutkan tidak pernah terjadi. Jadi untuk apa kita khawatir dan takut? Bersikaplah tenang dengan sebesar apapun masalah yang kita hadapi, karena masalah itu timbul jika kita tidak bisa mengatasi masalahnya dengan tenang

2. Jangan Pernah Menyimpan Dendam
Dendam adalah hal terbesar dan akan menjadi beban terberat jika kita menyimpannya di dalam hati. Maukah anda membawanya sepanjang hidup? …. Saya rasa tidak. Jangan sia-siakan energi kita dengan menyimpan dendam, sudah pasti tidak ada gunanya. Gunakanlah energi kita tersebut untuk hal-hal yang positif. Lupakanlah dengan segala kesalahan yang sudah orang lain perbuat untuk kita sebaliknya kenanglah terus kebaikan yang sudah orang lain lakukan untuk kita. Memang sulit tapi dengan perjuangan yang sungguh – sungguh PASTI BISA...!!!

3. Fokus Pada Satu Masalah
Jika kita memiliki beberapa masalah, selesaikanlah masalah kita satu per satu. Jangan terpikirkan untuk menyelesaikan masalah secara sekaligus karena justru akan membuat kita semakin stress. Walaupun masalah kita banyak, fokuslah pada penyelesaian satu masalah jika yang satu sudah selesai maka lanjut fokus dengan masalah yang lainnya

4. Jangan Membawa Tidur Masalah Anda
Tidur adalah waktu istirahat kita dan setiap manusia membutuhkan itu, termasuk Anda yang sedang mengalami masalah. Masalah adalah hal yang sangat buruk untuk kesehatan tidur kita. Pikiran bawah sadar kita adalah hal yang luar biasa yang dapat membuat kita gelisah dan tidur kita menjadi tidak nyenyak.

5. Jangan Mengambil Masalah Orang Lain Untuk Anda Selesaikan
Membantu orang lain yang sedang dalam masalah adalah hal yang mulia, tetapi jika kita mengambil porsi terbesar untuk menyelesaikan masalah orang lain tersebut justru itulah kesalahan terbesar. Biarkanlah orang tersebut yang menyelesaikan masalahnya sendiri dengan porsi terbesar.

6. Jangan Hidup di Masa Lalu
Mungkin terasa nyaman bagi kita mengingat hal-hal yang menyenangkan di masa lalu tetapi jangan anda terlena didalamnya. Konsentrasilah dengan apa yang terjadi saat ini, karena kita pun akan bisa merasakan banyak kebahagiaan di saat ini. Saya yakin kita akan mempunyai perasaan yang jauh lebih berbahagia jika kita merayakan apa yang terjadi saat ini dibanding dengan mengingat-ngingat kebahagiaan di masa lalu.

7. Jadilah Pendengar yang Baik
Mungkin sebagian besar orang termasuk saya, susah untuk menjadi pendengar yang baik. Justru sebaliknya kita mengharapkan orang lain yang mendengarkan omongan kita, tetapi sebetulnya dengan belajar mendengarkan orang lain, kita akan mendapatkan banyak hal baru yang dapat sangat berguna bagi kebahagiaan hidup kita.

8. Jangan Biarkan Frustasi Mengatur dan Bahkan Mengacaukan Hidup Anda
Kasihanilah diri kita lebih dari apa pun, maksud saya adalah janganlah kita menyerah pada frustasi. Maju terus. Ambillah tindakan-tindakan positif dan lakukanlah dengan konsisten.

9. Bersyukurlah Selalu
Bersyukur dan berterimakasihlah atas semua yang kita dapatkan, bukan hanya hal yang positif saja tetapi juga hal yang negatif, karena saya percaya dibalik setiap hal yang negatif tersebut ada hal baik yang bisa kita pelajari.

*Dari berbagai sumber

Nah, mudah – mudahan bisa bermanfaat untuk Anda. Simak artikel menarik lainnya di www.ideanakhebat.com

Sep 21, 2013

Hidup Bukan Seperti Lampu Aladin

Hidup Bukan Seperti Lampu Aladin
Tak ada kata menyerah dalam belajar dan berkarya. Tak ada kata putus asa untuk belajar sesuatu yang baru. Tak ada kata mundur untuk mencapai kemajuan. Terus bergerak dan berusaha sebisa mungkin, maju terus pantang mundur! Ayo bangkitlah!

Betapa banyak orang yang biasa-biasa saja pada awalnya, tapi karena semangatnya tinggi dan terus berusaha dan berjuangan menggapai apa yang dicita-citakan, pada akhirnya kesuksesan diraihnya. Apapun kata orang, bukan halangan untuk maju. Apapun pendapat orang, bukan batu sandungan yang mesti ditakuti. Apapun caci maki, hinaan orang atau mungkin ” dikecilkan ” atau ” disalahartikan ” bukan hantu yang menakutkan. Maju terus dan jangan menyerah! 

Kerikil-kerikil tajam atau duri-duri yang berserakan sepanjang jalan kalau memang itu ada dihadapanmu, jangan mundur! Kalau perlu berdarah-darah dan terluka, jangan takut. Darah dan luka adalah asam garam kehidupan. Ayo bangkit terus dan bergerak maju. 

Bekerja, berkarya dan berusaha dalam menempuh hidup dan kehidupan di mana saja adalah sama, akan ditemukan kesulitan, hambatan, rintangan, ujian, cobaan yang tida henti-hentinya, semakin tinggi karyamu dan usahamu, biasanya kesulitan, hambatan, rintangan, ujian, cobaannya juga semakin tinggi. 

Ibarat pohon yang semakin tinggi, angin yang menghempasnya juga semakin kencang, bahkan bukan angin, namun sudah menjadi badai! Bila akarnya tidak kokoh dan kuat, maka pohon itu akan terhempas badai, patah, tumbang dan hencur berantakan. 

Akar yang kokoh dan kuat itu adalah iman, energi iman akan membuat kokoh dan kuatnya seseorang dalam menghadapi berbagai macam cobaan dan ujian hidup. Iman yang kokoh dan kuat ibarat batu karang ditengah hempasan badai laut yang ganas, dia akan tetap berdiri, tak bergeser seincipun! 

Bukan akhir perjalanan yang penting, jadi apapun kamu bukan masalah, tapi proses dalam perjalanan itu yang penting. Jangan menyerah dalam perjalanan, betapapun sulit dan melelahkan perjalanan tersebut. Tiada kesuksesan bila kamu tetap diam dan pasif, tidak melangkah dan tidak bergerak. 

Yang sudah berjalan jauhpun belum tentu sampai ke tempat tujuan, apa lagi yang tidak pernah berjalan, tidak pernah bergerak. Hidup penuh dengan tantangan, ujian dan cobaa! Emas berlian yang dipakai dalam mahkota para raja dan ratu, mulanya adalah bongkahan, yang kemudian digosok, diasah, dibakar, dipanaskan dan sebagainya. 

Coba lihat genteng yang di atas rumah, itu awalnya adalah tanah yang injak-injak manusia kebanyakan, lalau mengapa bisa di atas? Genteng yang di atas rmah sudah mengalami cobaan, ujian, rintangan, hambatan dan lain sebagainya. Lihat saja bagimana tanah sebelaum menjadi genteng. 

Tanah itu dicangkul, diinjak-injak, diaduk-iaduk dengan air, dibanting-banting, dicetak, lalu di bakar, setelah itu dijemur. Masih belum selesai, dibawa ke matrial, diperjualbelikan, dan ketika akan naik ke atas setelah mengalami berbagai macam tahap, masih ada yang pecah saat di lemparkan ke atas, saat dijemur retak-retak, saat diangkut dan bergesekan dengan sesama genteng. Jadi “memang tidak semua genteng bisa sampai ke atas rumah! Hanya genteng yang sudah teruji yang bisa sampai ke atas!” 

Begitu juga manusia, untuk sampai di puncak atau di atas, maka yang tak tahan menghadapi berbagai macam hambatang, rintangan, ujian, cobaan, hinaan, caci maki, sumpah serapah dan seterusnya ya akan tetap di bawah dan atak akan pernah sukses, sukses dalam arti sempit maupun sukses dalm arti luas. Pilihannya sekarang, apakah ingin menjadi manusia sukses? Jika jawabannya “iya”, maka harus siap menghadapi berbagai macam cobaan, ujian ataupun hinaan. Tak ada jalan kesuksesan semulus jalan tol! Jalan tol saja masih ada kelokannya, masih bisa macet, bahkan bisa macet total. 

Dan ibarat di jalan tolpun, yang jalan sudah begitu mulus, kecelakaan yang menimbulkan tabrakan maut tak kurang-kurangnya. Jadi di manapun perjalanan kehidupan ada saja rintangannya, ada saja hambatannya, ada saja ujiannnya, ada saja hinaannya, ada saja orang-orang yang tak suka, iri hati, dengki dan lain sebagainya. Kebanyakan manusia memang seringkali, ini sering saya ungkapkan, senang melihat orang susah, dan susah melihat orang senang! Itu karena banyaknya penyakit hati yang ada di dalam diri manusia. 

Bila ada orang sukses, bukannya senang, tapi susah dan mengunjingkannnya, bukannya ikut senang dan mendorongnya untuk tetap maju dan berusaha terus dalam karya. Begitulah kebanyakan manusia, coba saja lihat, jika ada berita buruk lebih banyak dibaca di media cetak atau media elektronik. Namun bila ada berita baik mengenai seseorang, berita tersebut tak dibaca. 

Kembali ke kerja keras untuk menuju sukses, itu sudah menjadi semacam syarat umum yang harus dimiliki oleh manusia, karena tak ada orang yang sukses hanya hasil “ongkang-ongkang” kaki sambil duduk di kursi goyang dan sambil manggut-manggut, lalu kesuksesan itu datang, atau tiba-tiba saja uang turun dari langit! Tak ada itu. Atau seperti ceritanya Aladin dengan lampu wasiatnya, digosok-gosok, lalu ke luarlah jin dan Aladin minta apa saja diberikan! 

Hidup ini bukan seperti lampu Aladin, tapi butuh perjuangan. Jangankan yang belum ada, yang sudah ada di atas piring saja kalau tak ada usaha untuk mengambilnya dan menggiringnya ke mulut, maka proses makan itu tak akan terjadi. Jadi semuanya perlu usaha, perlu ikhitiar, perlu gerak. 

Jangankan manusia biasa, para nabi dan rosul yang jelan-jelan manusia pilihan Tuhan, mereka bukan diam saja menungguh wahyu turun, tapi mereka juga bekerja. Bahkan Rosulullah SAW menggembelakan kambing ketika masih kecil, sudah ikut berdagang menjelang remaja dan menjadi “bisnismen” ketika menjadi pemuda. Dan ketika menjadi rosulpun Beliau tidak lantas berdiam diri saja, tapi ikut berperang, ke pasar, ikut mengangkut bata saat pembangunan masjid. 

Jadi mengapa takut berusaha? Mengapa takut tak berhasil? Kesuksesan akan tercapai bila usaha dilakukan semaksimal mungkin dengan diringi doa tentunya, karena bagaimanapun manusia hanya punya ikhtiar, tapi yang menentukan tetap Tuhan. Ayo terus berjuang dalam hidup ini, tak ada kesuksesan tapi perjuangan. 

Kalau kata Muhammad Iqbal, seorang Philosof dari Pakistan” setetes embun yang dikumpulkan oleh tangan sendiri terasa lebih manis” Jadi usaha itu penting, proses menjadi orang sukses itu lebih menyenangkan, karena sesuatu yang didapat dengan susah payah biasanya lebih dihargai ketimbang sesuatu yang didapat dengan cara mudah dan hasil pemberian orang lain. Hasil keringat sendiri lebih indah ketimbang sesuatu karena diberikan orang lain. 

Atau masih takut atas hinaan orang karena telah berbuat sesuatu, kalau takut mari perhatikan pepatah Jerman yang berbunyi” Orang yang suka memfitnah mempunyai setan di atas lidahnya dan orang yang mendengarkan fitnah mempunyai setan di atas kupingnya” Begitu jelas bunyi pepatah ini, jadi mengapa takut pada fitnahan orang, mengapa harus mendengarkan fitnahan orang, kalau kata anak Betawi” Emanya Gue Pikirin”, ya EGP saja terhadap berbagai macam finah dan hinaan! 

Orang yang suka memfitnah dan menghina orang lain, memang sangat senang kalau orang yang difitnah atau dihinanya itu hancur berantakan, karena memang itu tujuannya. Maka kalau difinah atau dihina lantas mundur dalam perjuangan atau menenggelamkan diri ke pojok-pojok dunia, maka yang tukang fitnah dan tukang hina akan semakin senang, karena sasarannya berhasil. 

Ayo bangkit dan terus berjuang! Ingat sekali lagi, tak ada kesuksesan yang didapat tanpa ada proses untuk menggapainya dan di dalam proses itu akan ada, dan selalu ada hambatan, rintangan, ujian, cobaan dan selalu ada kerikil-kerikil tajam di sepanjang jalan kehidupan, hingga kaki ini berdarah-darah. Itulah hidup dan hidup memang perlu perjuangan dan sang pejuang tak kenal kata putus asa, tak ada kata mundur dan tak ada kata menyerah, apapun rintangan, ujian atau cobaannya. Karena sang pejuang selalu punya keyakinan: “ di balik awan ada matahari, di balik kesusahan akan ada kemudahan dan di ujung penderitaan itu ada kebahagiaan yang sedang menanti” 

Moskow, 22 April 2013.
Oleh: Syaripudin Zuhri

Jadilah Dirimu yang Lebih Baik

Terkadang saat termenung di suatu hari, pernah terbesit dalam hati dan pikiran coba ada satu hari di mana itu bukan antara senin sampai minggu. Ada waktu di mana itu lebih dari 24 hari. Dan ada kebersamaan yang abadi saat kita sedang menikmati indahnya masa – masa liburan hehe... tapi pastinya khayalan itu hanya sekedar khayalan karena sampai kapanpun tidak pernah terjadi. berpikir demikian karena rasanya banyak sekali yang ingin dilakukan, banyak sekali yang ingin dikunjungi, dan banyak sekali yang ingin dituntaskan dengan sempurna semua pekerjaan yang selama ini menumpuk karena didasari oleh rasa atau perasaan yang tidak enak. 

Jadi teringat nasihat Pak mario teguh tentang “Jadilah Diri Sendiri” yang kurang lebih kata – katanya seperti ini :

"“Jadilah dirimu sendiri”
adalah anjuran yang harus disikapi
dengan berhati-hati.

Jika selama ini diri kita adalah
Pribadi Nanti,
yang lebih suka menunda,
atau Pribadi Seandainya,
yang suka menelantarkan yang nyata
untuk yang seandainya,
maka menjadi diri sendiri
hanya akan melanjutkan
kelemahan hidup.

“Jadilah dirimu yang lebih baik”
adalah anjuran yang lebih sesuai
bagi kehidupan yang lebih baik."

Mario Teguh

Wow, menjadi diri sendiri dengan berbuat yang terbaik di bidang apapun kita sekarang berada tanpa harus menunda – nunda apa yang seharusnya dipercepat, tanpa harus berpikir panjang tanpa harus melambat – lambatkan dan bekerjalah dengan hati karena hati akan membimbing kita ke arah sikap yang jujur pada diri kita sendiri.



Ayooo sahabat kita berjuang menjadi diri sendiri tanpa harus berbohong dan memakai topeng lakukanlah setiap pekerjaan jika kau sanggup namun katakanlah terus terang jika kau memang tak sanggup mengerjakannya dengan alasan yang tepat ^_^,

Sep 20, 2013

Jadi Guru Hebat Penuh Manfaat

Kagum dengan kisah perjuangan sahabatku yang merantau ke luar pulau dengan modal keyakinan untuk merubah nasib. Sudah kurang lebih 3-4 bulanan beliau berada di sana hanya lewat perbincangan di jaringan sosial aku bisa tahu keadaannya dan keluarga lah yang bisa terus kami pantau. Sesekali beliau bercerita betapa harus menjadi orang yang kuat hidup di negeri orang namun sesekali pun beliau bercerita tentang berbagai aktivitasnya di sekolah sebagai seorang guru dengan berbagai macam karakter anak dan orangtua.

Kaget saat tadi pagi kulihat statusnya yang mengatakan “ bukan hendak putus asa dengan rahmat Allah.cuma sedang putus asa dengan diri sendiri.aaaah.....useless me. useless teacher ”. Ternyata ada sedikit kecekalaan kecil yang menimpa salah satu muridnya. Mmmm... pengalaman hampir 12 tahun menjadi seorang guru dengan berbagai macam karakter siswa pastinya membuat saya ingin rasanya berbagi pengalaman, bukan ingin menggurui karena saya juga belum bisa menjadi guru yang baik tapi mudah-mudahan bisa jadi lahan sharing pengalaman yang pernah saya alami.

Setiap guru pasti ingin murid-muridnya nurut sama beliau, melakukan apa yang disuruh dengan sigap, tidak banyak bercanda saat di kelas, dan bersikap manis serta sopan kepada guru. Namun namanya anak-anak ya tetap anak-anak penuh perjuangan untuk melakukan itu bukan dengan mantra simsalabim hehe.. nah berikut beberapa tips yang mudah – mudahan bisa bermanfaat, bagaimana seorang guru benar-benar ditiru dan digugu oleh para muridnya.

1. Saat mengajar usahakan sebisa mungkin hindari terlalu banyak metode ceramah, karena itu akan membuat siswa lebih cepat bosan bahkan mengantuk (apalagi kalau Anda sebagai guru SD)

2. Berikan banyak contoh kepada para siswa tentang apa yang ingin siswa Anda lakukan. Contohnya jika Anda berharap Ia akan hormat kepada Anda maka awali Anda harus menghormatinya sebagai seorang murid dengan menjaga harga diri murid. Misalkan saat ada murid yang tertidur di kelas jangan langsung Anda membangunkan dan memarahinya karena itu akan membuat siswa akan ditertawakan oleh semua temannya dan pastinya membuat siswa Anda sakit hati. Tapi tanyalah di sela – sela waktu yang tepat

3. Jika Anda marah atau kecewa kepada siswa, biaralah dari hati ke hati bukan dengan berteriak di kelas dan didengar oleh seluruh teman – temannya.

4. Tebarkanlah senyum kepada mereka dengan tulus, sekalipun kepada siswa yang ‘bermasalah’

5. Berikan motivasi untuk bisa menjadi yang terbaik bukan malah menyindirnya dengan kata – kata yang pastinya bisa membuatnya mundur

6. Selingi proses mengajar kita dengan humoran yang tepat waktu dan tempatnya

7. Penampilan dan berkatalah yang terbaik layaknya seorang guru agar siswa kita juga berpenampilan dan bertutur kata terbaik selayaknya seorang murid

8. Jadilah sahabat bagi siswa kita di saat selingan waktu yang tepat

9. Bersabar dengan segala proses yang sedang dijalani oleh siswa kita untuk memiliki akhlaq yang baik karena tidak ada perubahan yang instan dalam melakukan perbaikan karakter

10. Berdo’alah agar siswa kita diberikan perubahan akhlaq yang baik dan kemudahan dalam menerima ilmu di setiap waktu kita.

Nah, itu dia beberapa tips bagaimana bisa menjadi guru hebat untuk siswa kita... Ingin mengetahui lebih lengkap lagi artikel seputar pendidikan yang lainnya? Ikuti artikel – artikel lainnya di www.ideanakhebat.com

Sep 19, 2013

Mengatasi Anak Manja dan Cengeng

Bagaimana Mengatasi Anak Manja dan Cengeng
Kurang lebih sepuluh tahun ini mengajar di salah satu sekolah negeri yang ada di kota Bandung. Setiap tahun pastinya mendapatkan amanah mendidik sebagai wali kelas SD dengan berbagai karakter anak-anak. Tahun ini sangat istimewa karena saya diamanahi guru kelas rendah yang harus menerapkan tematik dalam setiap pelajaran. 

Keistimewaan lagi dan yang mebuat saya harus lebih banyak bersabar dan bersyukur adalah karena sebagian besar anak-anak angkatan sekarang lebih manja, sulit diatur, dan cengeng. Tidak terlalu kaget sich sebetulnya karena dilihat sebagian besar muridku ini adalah anak bungsu atau anak tunggal jadi yaa. Maklum lah.

Pernah suatu hari ada satu anak yang hanya gara-gara bolpointnya dipinjam temannya tanpa izin beliau langsung marah-marah dan nangis tidak berhenti sampai menjelang waktu belajar selesai. Nah, bunda... sebenarnya rasa manja atau cengeng itu wajar ga sich kalau masih anak-anak? Nah di artikel kita kali ini akan dibahas bagaimana cara kita mengatasi anak yang manja dan cengeng. Simak ya... ^_^

Perasaan marah, malu atau sedih adalah bagian dari emosi yang normal pada masa kanak-kanak. Tetapi sebagai orang tua, Anda perlu mengetahui cara meredakan emosi anak yang meluap-luap agar anak tidak tumbuh menjadi orang yang kasar, manja, atau cengeng.

Anak yang terlalu sensitif akan merespons rasa sedih, marah, kecewa dan malu dengan menangis.

Seperti dikutip dari sheknows, Kamis (8/11/2012), perhatikan 4 strategi mendidik anak dengan perasaan yang terlalu sensitif berikut ini:

1. Jangan menganggap tangisan anak sebagai suatu kesalahan
Beberapa anak yang lebih sensitif kadang mengekspresikan perasaannya tersebut dengan menangis. Tangisan anak bukanlah suatu kesalahan besar, sehingga Anda harus menghadapinya dengan tenang.

Ketika anak menangis, jangan memarahi anak dan memaksanya untuk diam. Hal ini biasanya terjadi saat Anda mengajak anak menghadiri suatu acara, kebanyakan orang tua merasa malu jika anaknya menangis berteriak hingga menjadi perhatian banyak orang. 

Yang perlu Anda lakukan adalah mengajak anak ke tempat yang lebih aman untuk menenangkan diri, menanyakan penyebab mengapa dirinya menangis dan menghindari kata-kata kasar seperti pura-pura mengancam akan meninggalkan anak di tempat tersebut jika tidak berhenti menangis.

2. Bantu anak agar merasa aman
Perasaan anak yang terlalu sensitif juga dapat ditunjukkan dengan ketakutan yang berlebihan. Yang perlu Anda lakukan adalah memberikan ruang dan waktu pada anak agar terbiasa dengan kegiatan baru yang mungkin membuatnya cemas atau ketakutan.

Menurut para psikolog, anak yang terlalu sensitif hanya perlu merasa aman dan membutuhkan dukungan dari orang tua agar dapat lebih percaya diri, sehingga mampu mengenali kekuatannya sendiri dalam berperang melawan rasa takut.

Hindari menakut-nakuti anak terhadap suatu hal seperti ada monster yang akan muncul pada tengah malam jika anak tidak segera tidur. Mungkin tujuan Anda baik, yaitu mendisiplinkan anak agar tidur pada waktu yang sama setiap harinya, tetapi cara yang Anda gunakan salah.

3. Pelajari strategi khusus untuk mengatasi kemarahan anak
Meredakan kemarahan anak sebenarnya bukan suatu hal yang sulit, cukup memberikan apa yang diinginkan oleh anak. Tetapi hal ini hanya berlaku pada satu waktu saja dan anak akan tumbuh menjadi pribadi yang manja jika semua keinginannya terpenuhi dengan mudah.

Cobalah mempelajari strategi terapi untuk mengendalikan emosi anak, misalnya dengan permainan berhitung atau melempar bola. Cara ini dapat melatih kesabaran anak sehingga anak lebih mudah mengendalikan kemarahannya dan tidak mudah menangis.

4. Meminta bantuan psikolog anak
Jika anak sering sekali marah, merasa cemas atau depresi yang melebihi sensitivitas alaminya dan tidak dapat Anda atasi dengan ketiga cara tersebut di atas, jangan mengabaikannya. Hal ini mungkin merupakan tanda-tanda masalah serius pada kondisi psikologi anak.

Perhatikan bagaimana perilaku anak ketika berada di rumah atau ketika bermain dengan teman-teman seumurannya, jika anak terus-menerus mengembangkan sikap mudah marah, Anda perlu menemui psikolog anak atau dokter yang ahli di bidang kesehatan mental.

Nah, gimana nich bunda sudah mulai terbayang bagaimana mengatasi anak-anak yang manja dan cengeng kan? Semoga cara di atas bisa bermanfaat. Buat bunda yang membutuhkan informasi lebih lanjut mengenai potensi dan bakat hebat anak silahkan konsultasi dengan kami, kami akan membantu dengan sangat senang. Hubungi kami di www.ideanakhebat.com

Sep 17, 2013

Rasulullah SAW Negarawan yang Peduli Lingkungan


Rasulullah SAW Negarawan yang Peduli Lingkungan
Islam memperhatikan dan mempedulikan semua komponen lingkungan tanpa terkecuali. Islam sebagai agama rahmat seantero alam menyuguhkan sentuhan hidup terhadap lingkungan sehingga terjadi keseimbangan kosmos antara manusia, hewan, tumbuhan, dan sumber-sumber alam.

Al-Quran sendiri menyifati tumbuh-tumbuhan sebagai makhluk mulia yang punya peran sama dengan manusia dalam memamerkan keindahan kreasi Allah SWT yang tidak tertandingi seperti yang dimuat Q.S. As-Syuara’ (26): 7 dan Q.S. Luqman (31): 10. Mereka kreasi mulia yang ikut serta dengan manusia menyuguhkan tasbih sesuai fitrah penciptaan mereka seperti yang disuarakan Q.S. Al-Isra’ (17): 44. Olehnya itu, Q.S. Al-A’raf (7): 56 sangat mencela orang-orang yang merusak ekosistem hidup tanpa membangun kepedulian melestarikan unsur-unsur alam. Merusak alam berarti merusak diri sendiri yang menjanjikan kehancuran mutlak dan menyeluruh terhadap semua makhluk bumi.

Rasulullah Saw sebagai hadiah terbesar Allah SWT terhadap makhluk bumi yang membawa rahmat universal menjadi penafsir dan pelaksana garis depan terhadap ajakan teks-teks Al-Quran di atas dalam melestarikan dan menjaga keseimbangan alam. Dari hadits-hadits Rasulullah Saw yang menyinggung kepedulian terhadap lingkungan, penulis menyimpulkan pilar-pilar kepedulian lingkungan seperti berikut:

1. Hemat dan efisien dalam menggunakan sumber daya alam
Terlalu berlebihan menggunakan sumber daya alam dapat merugikan komunitas makhluk bumi. Yang berlebihan menggunakan air tidak memikirkan kesinambungan hidup manusia yang senantiasa butuh air. Boleh jadi hari ini Anda dibanjiri air, tetapi siapa tahu besok Anda kehausan berteriak-berteriak meminta belas kasihan orang dari seteguk air. Boleh jadi di tempat Anda tidak mengalami krisis air, tetapi siapa tahu di belahan dunia sana tanah lagi kering mematikan, hewan-hewan berjatuhan mati, dan manusia mengangkat senjata hanya karena merebutkan air minum bersih. Sekarang, bukan hanya tanah yang kering, tetapi sungai pun ikut kering. Ini menandakan kesadaran pemakai air terhadap keurgensian hemat air hilang dari praktek keseharian. Olehnya itu, Rasulullah Saw memberikan keteladanan mendidik yang membimbing umat untuk hemat dan efisien dalam memberdayakan sumber daya alam.

عَنِ ابْنِ عُمَر t: (أَنَّ النَّبِيَّ r مَرَّ بِسَعْدٍ وَهُوَ يَتَوَضَّأُ فَقَالَ: مَا هَذَا السَّرَفُ؟ قَالَ: أَفِي الْوُضُوءِ إسْرَافٌ؟ قَالَ: نَعَمْ، وَإِنْ كُنْت عَلَى نَهْرٍ جَارٍ).([1])

2. Tidak melakukan penebangan pohon dan pembabatan hutan secara liar dan tidak terkendali
Rasulullah Saw melarang mematahkan tangkai pohon atau menebang batangnya dan penggundulan hutan meskipun dalam kondisi perang. Rahmat kenabian ini lampu merah terhadap pihak yang suka melakukan penebangan liar demi memenuhi maslahat mereka. Menebang pohon tanpa mengikuti prosedur yang benar mengancam kesinambungan hidup makhluk-makhluk bumi yang telah memerankan tugas penting mempercantik wajah dunia dalam menyuguhkan ayat-ayat ketauhidan yang tersirat. Pesan kenabian ini pun diikuti Khalifah Abu Bakar di saat mengingatkan pesan kenabian tersebut kepada bala tentaranya yang akan dilepas berjihad ke Syam.

وَرَوَى ابْنُ أَبِي شَيْبَةَ فِي مُصَنَّفِهِ حَدَّثَنَا مُحَمَّدُ بْنُ فُضَيْلٍ عَنْ يَحْيَى بْنِ سَعِيدٍ، قَالَ: حَدَّثْتُ أَنَّ أَبَا بَكْرٍ بَعَثَ جُيُوشًا إلَى الشَّامِ، فَخَرَجَ يَتْبَعُ يَزِيدَ بْنَ أَبِي سُفْيَانَ، فَقَالَ: إنِّي أُوصِيك بِعَشْرٍ: لَا تَقْتُلَن صَبِيًّا، وَلَا امْرَأَةً، وَلَا كَبِيرًا هَرِمًا، وَلَا تَقْطَعَنَّ شَجَرًا مُثْمِرًا، وَلَا تَعْقِرَنَّ شَاةً، وَلَا بَقَرَةً، إلَّا لِمَأْكَلَةٍ، وَلَا تُخَرِّبَنَّ عَامِرًا، وَلَا تُغَرِّقَنَّ نَخْلًا، وَلَا تُحَرِّقَنَّهُ، وَلَا تَجْبُنْ1، وَلَا تَغْلُلْ. ([2])

Rahmat universal ini sentuhan kenabian yang tidak ada duanya dalam mencontohkan kepedulian lingkungan. Olehnya itu, wajar jika semua makhluk hidup siap memberikan kesaksian kenabian dan kerasulan terhadapnya jika mereka diminta. Yang demikian itu karena ia sangat memahami mereka sebagai makhluk hidup yang turut serta beribadah kepada Allah SWT. Mereka seperti mengungkapkan ucapan terima kasih maknawi kepada Rasulullah Saw yang telah memahaminya dan mencontohkan umat tata cara menyikapi mereka dengan baik dan benar.

3. Tidak melakukan pencemaran lingkungan
Contoh terdekat yang diteladankan Rasulullah Saw di sesi ini larangannya membuang air kecil di air yang tergenang. Karena jika dipakai orang lain berwudhu atau mandi, maka itu dapat menyebabkan penyakit akut yang berbahaya. Bahkan Rasulullah Saw melarang umat buang air kecil di bawah pohon karena itu dapat meninggalkan bau dan kesan yang tidak enak terhadap siapa saja yang berteduh di bawah daunnya yang rindang.

عَنْ جَابِرٍ عَنْ رَسُولِ اللَّهِ r أَنَّهُ نَهَى أَنْ يُبَالَ فِى الْمَاءِ الرَّاكِدِ. ([3])

عَنْ أَبِى هُرَيْرَةَ t عَنِ النَّبِىِّ r قَالَ: (لاَ يَبُولَنَّ أَحَدُكُمْ فِى الْمَاءِ الدَّائِمِ، ثُمَّ يَغْتَسِلُ مِنْهُ).([4])

عَنْ مُعَاذِ بْنِ جَبَلٍ t قَالَ: قَالَ رَسُولُ اللَّهِ r: (اتَّقُوا الْمَلاَعِنَ الثَّلاَثَ: الْبَرَازَ فِى الْمَوَارِدِ، وَقَارِعَةِ الطَّرِيقِ وَالظِّلِّ). ([5])

Contoh kecil ini menyiratkan makna besar dalam mencegah pencemaran lingkungan dalam skala besar dan terencana oleh pihak-pihak yang tidak bertanggung jawab, seperti limbah industri yang tidak mempedulikan keselamatan masyarakat setempat dan lingkungan, asap pabrik dengan gumpalan menggulung yang menyemprotkan udara kotor yang cukup mengganggu pernafasan, suara mesin-mesin menderu yang memekikkan telinga dan mengusik ketenangan makhluk. Yang mengancam hidup manusia adalah perilaku bodoh mereka sendiri yang tidak memikirkan akibat mendatang dari perbuatan mereka hari ini. Jadi hadits di atas seperti mengingatkan umat keurgensian mengetahui segala dampak positif-negatif setiap perilaku konsumtif sebelum melakukan sesuatu.

4. Tidak membunuh hewan atau menyiksanya
Hewan makhluk Allah SWT yang banyak membantu dan meringankan pekerjaan manusia. Olehnya itu, Rasulullah Saw mengingatkan umat kisah seorang perempuan yang masuk neraka hanya karena mengurung seekor kucing dan tidak memberinya makan hingga ia mati.

عَنْ ابْنِ عُمَرَ رَضِيَ اللَّهُ عَنْهُمَا عَنْ النَّبِيِّ r قَالَ: (دَخَلَتْ امْرَأَةٌ النَّارَ فِي هِرَّةٍ رَبَطَتْهَا فَلَمْ تُطْعِمْهَا وَلَمْ تَدَعْهَا تَأْكُلُ مِنْ خَشَاشِ الْأَرْض).([6])

Kisah berikutnya yang diceritakan Rasulullah Saw, kisah seorang nabi yang menghancurkan satu kampung serangga hanya karena digigit seekor dari mereka. Allah SWT menegurnya dan tidak membenarkan perbuatan itu: “Anda telah membumihanguskan satu umat semut dari pelbagai umat yang senantiasa bertasbih”. Seandainya ia hanya membunuh semut yang menggigitnya, ia tidak ditegur dan dicela, tetapi ia telah dikuasai oleh amarah, sebab dari celaan tersebut.

عَنْ سَعِيدِ بْنِ الْمُسَيَّبِ وَأَبِي سَلَمَةَ أَنَّ أَبَا هُرَيْرَةَ t قَالَ: سَمِعْتُ رَسُولَ اللَّهِ r يَقُولُ: (قَرَصَتْ نَمْلَةٌ نَبِيًّا مِنْ الْأَنْبِيَاءِ فَأَمَرَ بِقَرْيَةِ النَّمْلِ فَأُحْرِقَتْ فَأَوْحَى اللَّهُ إِلَيْهِ أَنْ قَرَصَتْكَ نَمْلَةٌ أَحْرَقْتَ أُمَّةً مِنْ الْأُمَمِ تُسَبِّحُ). ([7])

Kisah-kisah inspiratif ini melukiskan sejauh mana kasih sayang Rasulullah Saw yang terhitung sebagai point keistimewaan tersendiri terhadapnya dalam mempedulikan komunitas hewan. Kepedulian ini melebihi kepedulian pemerhati hewan yang kadang hanya menunjukkan kepedulian khusus terhadap hewan-hewan tertentu. Olehnya itu, wajar jika mereka juga siap memberikan kesaksian terhadap kenabian dan kerasulan Saw jika diminta sebagai tanda terima kasih maknawi mereka terhadap Rasulullah Saw yang telah memahami dan mempedulikan habitat mereka, seperti ketaatan dua ekor burung merpati dan laba-laba yang ikut melindungi dan menyelamatkan Rasulullah Saw dan Abu bakar Ra yang mencari perlindungan di gua dari kejaran orang-orang kafir Mekah. ([8])

Di samping itu, Rasulullah Saw menganjurkan umat memelihara kuda sebagai hewan piaraan yang punya fungsi ganda. Selain meringankan beban kerja manusia, ia juga alternatif pertama dalam berjihad.

عَنْ عَبْدِ اللَّهِ بْنِ عُمَرَ رَضِيَ اللَّهُ عَنْهُمَا قَالَ: قَالَ رَسُولُ اللَّهِ r: (الْخَيْلُ فِي نَوَاصِيهَا الْخَيْرُ إِلَى يَوْمِ الْقِيَامَةِ). ([9])

عَنْ أَسْمَاءَ بِنْتِ يَزِيدَ رَضِيَ الله عَنْهَا، قَالَت : قَالَ رَسُولُ الله r : (إِنَّ الْخَيْلَ مَعْقُودٌ فِي نَوَاصِيهَا الْخَيْرُ إِلَى يَوْمِ الْقِيَامَةِ، فَمَنِ ارْتَبَطَهَا عُدَّةً فِي سَبِيلِ الله، كَانَ شَبَعُهَا وَجَوْعُهَا وَأَرْوَاثُهَا وَأَبْوَالُهَا فَلاَحًا فِي مَوَازِينِهِ يَوْمَ الْقِيَامَةِ). ([10])

5. Mensosialisasikan penghijauan
Rasulullah Saw mengajak para pemeduli lingkungan untuk melakukan penghijauan yang berorientasi akhirat. Banyak yang tidak tahu bahwa upaya penghijauan yang digerakkan selama ini untuk menyelamatkan bumi dari polusi ternyata terhitung sebagai saldo ukhrawi yang menjanjikan pahala. Tidak ada tanaman atau pohon yang dimakan burung, manusia atau hewan kecuali itu menjadi sedekah bagi pemilik tanaman atau pohon. Demikian halnya dengan pohon yang memberi teduh terhadap manusia dari terik sinar matahari. Semua bentuk penghijauan ini punya nilai sedekah yang sepatutnya memotivasi umat untuk menghijaukan kota-kota Islam mereka. Penghijauan yang islami ini mengingatkan penulis hikmah ulama dulu yang mengatakan: “lihatlah daun-daun yang hijau dan air yang mengalir. Sesungguhnya keduanya melambangkan kesegaran, semangat hidup, kerendahan diri (melihat air yang senantiasa mencari tempat yang rendah, begitu pula dengan daun yang melambai-lambai mengikuti hembusan angin) dan penyucian hati.” Gerakan menanam ini dianjurkan Islam tanpa mengenal usia dan waktu. Abu Darda’ Ra tidak mempedulikan orang yang menegurnya menanam pohon, meski ia telah lanjut usia. Dia memahami bahwa menuai tanaman bukan tujuan utama, dia sendiri yang menuainya atau orang lain, ia tetap dapat pahala. Olehnya itu, gerakan menanam pohon tidak dibatasi waktu, meski kiamat telah dekat.

Yang menarik lagi, Rasulullah Saw mengaitkan gerakan menanam ini dengan menghijaukan hati terlebih dahulu dengan dzikir. Bahkan inilah yang lebih utama, karena jika hati menjadi taman-taman dzikir, ia pun dapat menyuntikkan spirit beramal, khususnya (sesuai dengan tema ini) menggalakkan penghijauan dengan gerakan cinta tanaman-tanaman. Jadi, Rasulullah Saw tidak pernah memisahkan antara materi dan makna-makna kehidupan yang berorientasi ukhrawi. Makna-makna penghijauan yang berorientasi akhirat ini diserukan hadits-hadits berikut:

عَنْ أَنَسِ بْنِ مَالِكٍ t قَالَ: قَالَ رَسُولُ اللَّهِ r: (مَا مِنْ مُسْلِمٍ يَغْرِسُ غَرْسًا أَوْ يَزْرَعُ زَرْعًا فَيَأْكُلُ مِنْهُ طَيْرٌ أَوْ إِنْسَانٌ أَوْ بَهِيمَةٌ إِلَّا كَانَ لَهُ بِهِ صَدَقَة). ([11])

عَنْ أَنَسَ بْنَ مَالِكٍ قَالَ: قَالَ رَسُولُ اللَّهِ r: (إِنْ قَامَتْ السَّاعَةُ وَبِيَدِ أَحَدِكُمْ فَسِيلَةٌ فَإِنْ اسْتَطَاعَ أَنْ لَا يَقُومَ حَتَّى يَغْرِسَهَا فَلْيَفْعَلْ). ([12])

عَنْ أَبِي الدَّرْدَاءِ: أَنَّ رَجُلًا مَرَّ بِهِ وَهُوَ يَغْرِسُ غَرْسًا بِدِمَشْقَ، فَقَالَ لَهُ: أَتَفْعَلُ هَذَا وَأَنْتَ صَاحِبُ رَسُولِ اللَّهِ r؟ فَقَالَ: لَا تَعْجَلْ عَلَيَّ! سَمِعْتُ رَسُولَ اللَّهِ r يَقُولُ: (مَنْ غَرَسَ غَرْسًا لَمْ يَأْكُلْ مِنْهُ آدَمِيٌّ وَلَا خَلْقٌ مِنْ خَلْقِ اللَّهِ عَزَّ وَجَلَّ إِلَّا كَانَ لَهُ صَدَقَةً). ([13])

عَنْ أَبِي هُرَيْرَةَ t: أَنَّ رَسُولَ اللهِ r مَرَّ بِهِ وَهُوَ يَغْرِسُ غَرْسًا، فَقَالَ: يَا أَبَا هُرَيْرَةَ، مَا الَّذِي تَغْرِسُ؟ قُلْتُ: غِرَاسًا لِي، قَالَ: أَلاَ أَدُلُّكُ عَلَى غِرَاسٍ خَيْرٍ لَكَ مِنْ هَذَا؟ قَالَ: بَلَى يَا رَسُولَ اللهِ، قَالَ: قُلْ: سُبْحَانَ اللهِ، وَالْحَمْدُ للهِ، وَلاَ إِلَهَ إِلاَّ اللهُ، وَاللهُ أَكْبَرُ ، يُغْرَسْ لَكَ بِكُلِّ وَاحِدَةٍ شَجَرَةٌ فِي الْجَنَّةِ).([14])

6. Menghindarkan lingkungan dari segala bentuk kriminal yang dapat mengganggu keamanan dan ketenteraman sosial
Rasulullah Saw dalam hal ini memberi mini contoh dengan mewajibkan umat menghindarkan pemakai jalanan dari sepotong duri yang mengancam di tengah jalan. Contoh kecil ini punya makna besar yang jika dipahami dan diterjemahkan ke dalam kehidupan sehari-hari, maka akan memberikan perubahan yang berarti. Jika duri saja wajib di buang jauh-jauh dari tengah jalan, terlebih lagi bentuk-bentuk kriminal yang menakutkan, seperti pembunuhan, pencurian, pemerkosaan, penganiayaan, perampokan dan korupsi berencana dari pihak-pihak yang tidak bertanggung jawab. Jika jalan saja punya hak, terlebih lagi keselamatan jiwa, kehormatan, harta dan keselamatan anggota keluarga. Kepedulian lingkungan ini yang menanamkan makna besar disuarakan hadits berikut:

عَنْ أَبِى سَعِيدٍ الْخُدْرِىِّ t: أَنَّ رَسُولَ اللَّهِ r قَالَ: (إِيَّاكُمْ وَالْجُلُوسَ بِالطُّرُقَاتِ!). فَقَالُوا: يَا رَسُولَ اللَّهِ، مَا بُدٌّ لَنَا مِنْ مَجَالِسِنَا نَتَحَدَّثُ فِيهَا. فَقَالَ رَسُولُ اللَّهِ r: (إِنْ أَبَيْتُمْ فَأَعْطُوا الطَّرِيقَ حَقَّهُ!). قَالُوا: وَمَا حَقُّ الطَّرِيقِ يَا رَسُولَ اللَّهِ، قَالَ: (غَضُّ الْبَصَرِ ، وَكَفُّ الأَذَى، وَرَدُّ السَّلاَمِ، وَالأَمْرُ بِالْمَعْرُوفِ وَالنَّهْىُ عَنِ الْمُنْكَرِ ). ([15])

Di penghujung tulisan ini, saya mengajak pemerhati lingkungan menyuarakan kesimpulan berikut:

“Rasulullah Saw pelopor peduli lingkungan yang tidak meninggalkan satu sesi kepedulian terhadap lingkungan kecuali disinggung dan disuarakan. Mini contoh kepeduliannya yang universal memuat makna besar yang dapat menutupi semua sendi kehidupan. Kepeduliannya itu melambangkan kasih sayang dan rahmatnya untuk seantero alam. Kepedulian ini pula menanamkan keurgensian menjaga keseimbangan ekosistem alam dengan melakukan pelestarian dan pemberdayaan sumber-sumber alam. Yang paling menarik, kepedulian ini senantiasa dikaitkan dengan makna-makna ukhrawi. Dia seperti berpesan: “temukanlah makna ukhrawi di setiap pekerjaan duniamu, jangan terlena oleh materi-materi dunia, tetapi tangkap nilai-nilai kehidupan yang terselubung di setiap materi. Jika Anda dianjurkan menghijaukan wajah bumi dengan menggalakkan gerakan menanam sejuta pohon, Anda pun dianjurkan menghijaukan hati Anda dengan dzikir.” Hematnya, Rasulullah Saw seorang negarawan yang telah mencontohkan kepedulian lingkungan yang menanamkan keteladanan bersahabat terhadap khazanah-khazanah alam.”

Catatan Kaki:

([1]) Hadits riwayat Sunan Imam Ibn Majah dan yang lain. Sanad hadits ini lemah karena di antara perawi-perawinya ada yang lemah, seperti: Huyaei bin Abdillah dan Ibn Luhaeah. Lihat: Syekh al-Hasan bin Ahmad ar-Ruba’i, Fathul Gaffâr al-Jâmi’ li Ahkâmi Sunnati Nabiyyina al-mukhtâr, kitab at-Thaharah, hadits. No: 312, hlm. 109

([2]) Lihat: Nasbu ar-Rayah, hadits. No: 5850, vol. 3, hlm. 406

([3]) Shahih Muslim, kitab Thaharah, bab an-Nahyu an al-Baul fil Ma’i ar-Rakid, hadits. No: 681

([4]) Hadits Shahih Sunan Imam Abi Daud, kitab Thaharah, bab al-bawl fil ma’i ar-râkid, hadits. No: 69

([5]) Hadits hasan Sunan Imam Abi Daud, kitab Thaharah, bab al-mawâdi’ al-lati naha an-nabi al-bawl fiihâ, hadits. No: 26

([6]) Shahih Imam Bukhari, kitab bad’i al-khalq, bab khamsah min ad-dawâb fawâsiq yuqtalna fi al-harâm,, hadits. No: 3140

([7]) Shahih Imam Bukhari, kitab al-jihad, bab idsa haraka al-musyrik al-muslim, hal yuhraq? hadits. No: 2856

([8]) Lihat: Said Nursi, al-Mukjizat al-Ahmadiyah, hlm. 145

([9]) Shahih Imam bukhari, kitab al-jihad, bab al-khael ma’qud fi nawaâshiha al-khair ila yawm al-qiyamah, hadits. No: 2694

([10]) Syekh Ahmad bin Abi bakr bin Ismail al-Busiri, Ithâf al-khaerah al-mahirah bi Zawâid al-masânid al-asyarah, hadits. No: 4322, vol. 5, hlm. 108

([11]) Shahih Imam Bukhari, kitab al-muzaraah, bab fadl az-zar’i wa al-garsi idsa akala minhu, hadits. No: 2195

([12]) Hadits shahih riwayat Musnad Imam Ahmad, hadits. No: 12981, vol. 20, hlm. 296

([13]) Hadits ini lemah karena di sanadnya terdapat Baqiyyah bin al-Walid yang riwayatnya lemah, tetapi derajatnya terangkat menjadi hadits shahih li gairih karena diperkuat oleh hadits-hadits shahih lain yang memuat tema yang sama. Hadits Musnad Imam Ahmad, hadits. No: 27506, vol. 45, hlm. 498

([14]) Hadits shahih Sunan Imam Ibn Majah, kitab al-adab, bab fadhl at-tasbih, hadits. No: 3807

([15]) Hadits shahih Sunan Imam Abi Daud, kitab al-adab, bab fil julus fi at-Turuqât, hadits. No: 4817

Sumber: dakwatuna.com

The Power Of Words

The Power Of Words

Beberapa waktu yang lalu melihat tanyangan pendek di salah satu situs di internet, ada seorang tuna netra yang sedang duduk di atas selembar kardus dengan memegang kaleng kosong dan meletakkan sebuah tulisan di sampingnya bertuliskan “I’m Blind Please Help Me” dengan tulisan cukup besar berharap orang yang melihatnya akan merasa iba kepadanya dan menyisihkan sebagian uang recehnya untuk dirinya... Namun ternyata setelah menunggu beberapa lama ternyata hanya beberapa orang saja yang peduli bahkan ada sebagian mereka yang sengaja bercanda di depan ‘pengemis’ tadi bersama teman-temannya tanpa menoleh sedikitpun ke arah ‘pengemis’ itu. 

Selang berapa lama, ada seorang wanita muda berjalan menoleh ke arah ‘pengemis’ ini dan menghentikan langkahnya... Bukan uang receh yang ia berikan tapi beliau mengambil tulisan di samping dan membalikkannya serta menuliskan sesuatu. Setelah itu ia pergi... 

Dari jarak perginya wanita tadi setiap orang yang lalu lalang di hadapan si ‘pengemis’ ini tak luput dari pemberian uang recehan yang sangat banyak... Akhirnya si wanita tadi kembali datang dan terasa sekali orang ‘pengemis’ ini. Kemudian pengemis ini bertanya : “Apa yang sudah kamu lakukan? Banyak sekali uang yang ku peroleh hari ini sejak kau datang tadi.” 

“Aku tidak melakukan apa-apa, aku hanya mengganti tulisanmu ini.” Jawabnya seraya kembali pergi meninggalkan ‘pengemis’ ini. Sambil berteriak terima kasih si ‘pengemis ini sangat bersyukur dan meneruskan perjuangannya. Ternyata tulisannya berubah menjadi “It’s a beautiful day, and I can see it.”

Bukan bermaksud memberika inspirasi kepada para pengemis yang ‘berpura-pura” buta atau punya maksud yang salah namun dalam dalam hal ini ada pelajaran yang sangat berharga yaitu begitu berharganya sebuah kata-kata. Ada istilah sunda yang mengatakan “Jadi jelema mah hade goreng ge ku basa” artinya kurang lebih kalau kita menjadi manusia seutuhnya maka baik buruknya kita tergantung dari bahasa kita.”

Sahabat, ternyata untuk mengetahui siapa diri kita atau siapa teman kita maka lihatlah Apa yang kita atau mereka sudah bisa menjaga perkataan mereka? Apakah perkataannya sudah sesuai dengan perbuatannya? Karena perkataan sangat penting untuk kredibilitas kita sebagai manusia yang seutuhnya. Maka banyaklah bergaul dengan orang-orang yang hebat, milikilah komunitas yang hebat juga agar suatu hari nanti orang akan lebih percaya dengan kemampuan kita. 

Yuks, gabung dengan komunitas kami di www.ideanakhebat.com atau di www.sejutamotivasi.com dengan mengikuti berbagai artikel menarik dan programprogram yang bisa meng-up grade kemampuan kita. 



Salam Hebat!

Sep 16, 2013

Menjadi Pribadi Menyenangkan

Menjadi Pribadi Yang Menyenangkan dan Menarik Hati

Menjadi Pribadi Yang Menyenangkan dan Menarik Hati semua orang pasti diinginkan oleh semua orang, bukan demikian? Kata kunci yang harus diperhatikan dalam berhubungan dengan orang lain adalah harga diri. Begitu pentingnya harga diri, sehingga tidak sedikit orang yang mempertaruhkan nyawanya demi mempertahankan harga dirinya. Untuk menjadi pribadi yang disukai, harus terus belajar memuaskan harga diri orang lain. Karena dengan harga diri yang terpuaskan, orang bisa menjadi lebih baik, lebih menyenangkan, dan lebih bersahabat. Nah, di artikel kali ini kita akan bahas bagaimana kita bisa menjadi pribadi yang menyenangkan sekaligus menjadi inspirasi bagi semua orang.

1. SYUKURI KEBERADAAN KITA 
Sebelum jauh melangkah kita menjadi pribadi yang menyenangkan pastinya kita harus bersyukur dengan segala yang sudah Tuhan berikan kepada kita, baik fisik, bakat, potensi, bahkan kekurangan kita sehingga kita bisa menjadikan itu sebagai potensi untuk menjadi lebih baik. Karena tidak ada orang yang sempurna, yang ada adalah orang yang selalu berbuat kebaikan menuju kesempurnaan. 

2. MULAILAH MEMUJI ORANGLAIN SEKECIL APAPUN
Bukan untuk tujuan yang salah kita memuji orang lain, kita puji sekadarnya dengan kapasitas sewajarnya tentunya. Pujian itu seperti air segar yang bisa menawarkan rasa haus manusia akan penghargaan. Dan kalau Anda selalu siap membagikan air segar itu kepada orang lain, Anda berada pada posisi yang strategis untuk disukai oleh orang lain. Caranya? Bukalah mata lebar-lebar untuk selalu melihat sisi baik pada sikap dan perbuatan orang lain. Lalu pujilah dengan tulus. 

3. BUATLAH ORANG LAIN MERASA DIRINYA SEBAGAI ORANG PENTING 
Tunjukkanlah dengan sikap dan ucapan bahwa anda menganggap orang lain itu penting. Misalnya, jangan biarkan orang lain menunggu terlalu lama, katakanlah maaf bila salah, tepatilah janji, dsb. Ketika berbicara dengan orang lain Rasulullah saw memberikan sepenuh perhatiannya kepada orang tersebut, bahkan saat badan Beliau tidak mengahapnya maka otomatis beliau membalikkan badannya penuh perhatian kepada orang tersebut. Subhanallah Luar Biasa!

4. JADILAH PENDENGAR YANG BAIK 
Kalau bicara itu perak dan diam itu emas, maka pendengar yang baik lebih mulia dari keduanya. Pendengar yang baik adalah pribadi yang dibutuhkan dan disukai oleh semua orang. Berilah kesempatan kepada orang lain untuk bicara, ajukan pertanyaan dan buat dia bergairah untuk terus bicara. Dengarkanlah dengan antusias, dan jangan menilai atau menasehatinya bila tidak diminta. 

5. USAHAKANLAH UNTUK SELALU MENYEBUTKAN NAMA ORANG DENGAN BENAR 
Nama adalah milik berharga yang bersifat sangat pribadi. Umumnya orang tidak suka bila namanya disebut secara salah atau sembarangan. Kalau ragu, tanyakanlah bagaimana melafalkan dan menulis namanya dengan benar. Misalnya, orang yang dipanggil Wilyem itu ditulisnya William, atau Wilhem? Sementara bicara, sebutlah namanya sesering mungkin. Menyebut Andre lebih baik dibandingkan Anda. Pak Peter lebih enak kedengarannya daripada sekedar Bapak. 

6. BERSIKAPLAH RAMAH 
Semua orang senang bila diperlakukan dengan ramah. Keramahan membuat orang lain merasa diterima dan dihargai. Keramahan membuat orang merasa betah berada di dekat Anda. 

7. BERMURAH HATILAH 
Anda tidak akan menjadi miskin karena memberi dan tidak akan kekurangan karena berbagi. Seorang yang sangat bijak pernah menulis, Orang yang murah hati berbuat baik kepada dirinya sendiri. Dengan demikian kemurahan hati disatu sisi baik buat Anda, dan disisi lain berguna bagi orang lain. 

8. HINDARI KEBIASAAN MENGKRITIK, MENCELA ATAU MENGANGGAP REMEH 
Umumnya orang tidak suka bila kelemahannya diketahui oleh orang lain, apalagi dipermalukan. Semua itu menyerang langsung ke pusat harga diri dan bisa membuat orang mempertahankan diri dengan sikap yang tidak bersahabat. 

9.BERSIKAPLAH ASERTIF 
Orang yang disukai bukanlah orang yang selalu berkata Ya, tetapi orang yang bisa berkata Tidak bila diperlukan. Sewaktu-waktu bisa saja prinsip atau pendapat Anda berseberangan dengan orang lain. Anda tidak harus menyesuaikan diri atau memaksakan mereka menyesuaikan diri dengan Anda. Jangan takut untuk berbeda dengan orang lain. Yang penting perbedaan itu tidak menimbulkan konflik, tapi menimbulkan sikap saling pengertian. Sikap asertif selalu lebih dihargai dibanndingkan sikap Yesman. 

10. PERBUATLAH APA YANG ANDA INGIN ORANG LAIN PERBUAT KEPADA ANDA 
Perlakuan apapun yang anda inginkan dari orang lain yang dapat menyukakan hati, itulah yang harus anda lakukuan terlebih dahulu. Anda harus mengambil inisiatif untuk memulainya. Misalnya, bila ingin diperhatikan, mulailah memberi perhatian. Bila ingin dihargai, mulailah menghargai orang lain. 

11. CINTAILAH DIRI SENDIRI 
Mencintai diri sendiri berarti menerima diri apa adanya, menyukai dan melakukan apapun yang terbaik untuk diri sendiri. Ini berbeda dengan egois yang berarti mementingkan diri sendiri atau egosentris yang berarti berpusat kepada diri sendiri. Semakin Anda menyukai diri sendiri, semakin mudah Anda menyukai orang lain, maka semakin besar peluang Anda untuk disukai orang lain. Dengan menerima dan menyukai diri sendiri, Anda akan mudah menyesuaikan diri dengan orang lain, menerima mereka dengan segala kekurangan dan keterbatasannya, bekerjasama dengan mereka dan menyukai mereka. Pada saat yang sama tanpa disadari Anda memancarkan pesona pribadi yang bisa membuat orang lain menyukai Anda.

Rasululloh pernah bersabda... “Khairunnas anfauhum linnass” sebaik-baiknya manusia adalah yang berbuat paling banyak kebaikan kepada orang lain. Ayooo berlomba-lombalah dalam berbuat kebaikan pastinya Tuhan nanti akan berikan kebaikan kepada kita.

Butuh info untuk tempat berbagi bersama kami? Kunjungi www.sejutamotivasi.com

Sep 13, 2013

Benarkah Qalbu adalah Otak Kanan?

Qalbu menurut Ippho “Right” Santosa


Qalbu menurut Ippho “Right” Santosa :

“…yang lazim kita sebut-sebut “otak” itu maksudnya adalah “otak kiri”. Yakni otak kognitif, otak yang berpikir, otak yang erat kaitannya dengan IQ, atau otak yang menentukan 20% kesuksesan.
Dan, yang selama ini kita sebut “hati” itu dalam kebanyakan kasus, adalah “otak kanan” inilah otak afektif, otak yang merasa, otak yang erat kaitannya dengan EQ, dan otak yang menentukan 80% kesuksesan.
Jadi, otaklah (bukan organ tubuh yang bernama jantung atau hati) yang merasakan senang, antusias, lega, pasrah, sedih, marah, sakit hati, jatuh hati, cemburu, was-was, dan lainnya. Bila merasa was-was otak akan memerintahkan jantung untuk berdebar lebih kencang. Menariknya, untuk segala jenis perasaan otak memancarkan frekuensi tersendiri dan dapat diukur.
Sekiranya agama dan budaya menyebut-nyebut hati sebenarnya itu adalah kiasan atau majasi bukan organ bernama hati atau jantung yang sesungguhnya. Banyak orang yang dioprasi dan diganti hatinya. Lalu, apa yang terjadi? Ternyata orang itu tidak meninggal, tidak berubah sifatnya, tidak berubah imannya. Banyak oroang yang operasi dan dicangkok jantungnya. Apa yang terjadi? Ternyata orang itu tidak meninggal, tidak berubah sifatnya, tidak berubah imannya.
Adakah orang yang dioperasi dan diganti otaknya? Andai itu terjadi dapat dipastikan dia akan meninggal seketika. Dan rupanya, untuk merubah sifat dan iman seseorang cukup dengan mencuci otaknya. Jelaslah, bahwa otaklah yang menentukan. Otaklah yang tidak tergantikan.” 

Itulah sebagian analogi yang diberikan mas Ippho Santosa untuk mendukung teorinya tentang qalbu adalah otak kanan. 

Tapi sudah tepatkah teori tersebut? Mari kita lihat dulu beberapa hal unik organ tubuh lainnya yang nggak kalah penting, yaitu jantung. 

Beberapa hal yang menarik seputar jantung: 
  • Dari bahasa Arab “Qalb” adalah “Jantung” (Indonesia) dan “Heart” (Inggris). Sedangkan “Kabit” adalah “Hati” (Indonesia) dan “Liver” (Inggris). 
  • Jantung adalah organ yang paling pertama diciptakan. Baru setelah itu disusul organ-organ lainnya. Ini menunjukkan bahwa jantung adalah yang utama. 
  • Satu-satunya organ yang nggak boleh berhenti bekerja adalah jantung. Ini menunjukkan bahwa jantung sebagai jiwa dari kehidupan. 
  • Ketika Rasulullah SAW masih kanak-kanak, beliau pernah dibelah dadanya oleh Malaikat Jibril untuk dibersihkan Qalb-nya. Dengan demikian yang dibersihkan adalah jantung, bukan lever (hati). 
  • Putus cinta dengan kekasih atau menghadapi kematian orang dekat dapat meningkatkan resiko terkena serangan jantung. Demikian menurut hasil sejumlah penelitian. Perasaan trauma semacam itu juga memicu munculnya hormon stress ke dalam aliran darah dan membuat jantung sempat terhenti sejenak. 
  • Untuk membuktikan seseorang itu sudah meninggal atau belum adalah detak jantung atau denyut nadinya. Nggak mungkin melihat yang lain. 
  • Segumpal jantung memiliki berat 312 gram. Kata segumpal cocok seperti yang ada dalam hadits. Ini kebetulan nggak ya? 
  • Agar sehat, ahli kesehatan menyarankan untuk melakukan senam jantung sehat atau jalan pagi. Jika jantung sehat, maka semua fungsi tubuh akan menjadi sehat pula. 

Lalu benarkah jantung nggak ada kaitannya dengan “segumpal darah” seperti yang disebutkan mas Ippho? Jawaban yang paling tepat sebenarnya adalah “jantung dan otak” merupakan satu paket. Keduanya saling berhubungan melalui jalan yang dinamakan urat syaraf. Bahkan bukan cuma otak, semua organ terhubung dengan jantung baik langsung maupun tidak. 

Sejak dulu, pembahasan tentang letak Qalb ini sudah banyak membuat kesulitan para pemikir terutama yang mendasarkan analoginya ini pada sesuatu yang bersifat indrawi. Padahal, manusia itu nggak bisa dipahami hanya sekedar indrawi saja lho. 

Memang di dalam jasad kita ini terdapat perkara-perkara aneh yang terkadang membuat bingung akal kita sendiri. Simaklah sabda Nabi SAW ini, “Jika segumpal darah itu baik, maka baik pulalah jasadnya”. 

Maka, qalbu merupakan tempat akal dan pengatur yang memiliki hubungan erat dengan otak. Karena itu, jika otak rusak, pikiran dan akal juga rusak. Akan tetapi akan yang mengatur ada di dalam qalbu, dan qalbu itu ada di dalam dada.

Penulis : Abdurrahman Hanafi
Sumber : Dialog dengan Jin ABG

Sep 11, 2013

Tanamkan Keyakinan Yang Memberdayakan

Anak Hebat, kalo saya katakan bahwa kamu adalah seorang milirader percaya nggak? Kalo misalkan ada orang yang meminta satu bola mata kamu dengan bayaran 200 juta mau nggak? Saya yakin pasti nggak akan mau. Kenapa coba? Karena kalo begitu bola mata kamu hanya tinggal satu. Seandainya pun kamu mau menjualnya pasti akan dengan harga yang sangat sangat mahal, sebanding dengan resiko yang akan kamu alami. Itu kita baru bicara “harga” satu buah bola mata. Saya belum menawar telinga, hidung, jantung, paru-paru, dan organ tubuh kamu lainnya. Tahukah kamu apa maksud pertanyaan saya diatas?

Anak Hebat, pernahkan terpikir bahwa sebenarnya kita semua adalah seorang miliarader? Orang tubuh kita tidak akan bisa dihargai dengan uang yang sedikit jumlahnya. Itu baru saya katakan dari sisi harga, bagaimana jika saya tambah lagi dengan membahas soal fungsi mata, hati, jantung, kaki, tangan, dan lainnya.

Maha Benar Allah dan QS. At-Tiin : 4 : “Sungguh. Kami telah menciptakan manusia dengan bentuk yang sebaik-baiknya”.

Lalu, dengan predikat yang sedemikian hebat dari Allah ini, kenapa kita harus masih merasa minder, nggak pede, dan takut untuk melalui tantangan yang datang? Mengapa harus takut kalah? Takut untuk mencoba? Takut untuk bersaing?

Tahu ngga kenapa masih ada orang yang merasa rendah diri, nggak pede, takut mengambil peluang dan menghadapi tantangan? Salah satu penyebab mengapa hal ini bisa terjadi pada kebanyakan dari manusia adalah karena mereka dibesarkan di lingkungan mengerdilkan potensi diri yang mereka miliki. Karena terlalu lama bergaul dalam lingkungan seperti itu, akhirnya mereka tidak menyadari potensi dahsyat yang bersemayam dalam diri mereka. Hingga pada akhirnya tumbuhlah keyakinan-keyakinan negatif yang membuat mereka tidak berdaya menghadapi resiko, tantangan, dan kenyataan.

Ikuti berbagai training motivasi belajar dan outbound seru di AHa Self Inspiration Center, lembaga training motivasi anak dan remaja Indonesia terbaik. Kontak 02272288794 atau kirim email ke ideanakhebat@gmail.com

Fokus pada kekuatanmu dan kembangkan kekuatan itu. Di sanalah kamu harus mencurahkan waktu, energi dan sumber daya dirimu. Teruslah bertumbuh dan tingkatkan kemampuan dirimu untuk meraih sebanyak mungkin impian!
Mau tahu potensi hebat yang terpendam dalam dirimu? 
Cari tahu disini atau hubungi 02272288794 / 083822489512

Sep 10, 2013

Success Is Not Accident!

Saya kira semua sepakat bahwa kesuksesan, apapun definisinya menurut Anda, tidak ada yang terjadi secara kebetulan. Tidak pula turun serta merta dari langit. Success is not accident!. Kesuksesan yang diraih seseorang adalah buah dari perjalanan panjang orang tersebut dalam mewujudkannya. Kesuksesan adalah sebuah perjalanan panjang selangkah demi selangkah, setahap demi setahap, semenjak seseorang memutuskan untuk menentukan cita-citanya dan bersedia untuk “membayar harga” yang setimpal.

Apapun profesi yang sedang Anda jalani saat ini, apakah itu sebagai pelajar, karyawan, atau apapun, pastinya selalu mendambakan mencapai prestasi tertinggi. Betul nggak?

“Kamu adalah umat yang terbaik yang dilahirkan untuk manusia, menyuruh kepada yang ma’ruf, dan mencegah dari yang mungkar, dan beriman kepada Allah. ”(QS. Ali Imran : 110)

Sebagai bagian dari khairu ummah­ (ummat terbaik) seperti yang ditetapkan oleh Allah SWT, setiap kita dituntut untuk menjadi yang terbaik di posisinya masing-masing. Oleh karena itu, jangan Cuma “sekedar berusaha”, tapi harus lebih jauh dari itu, berusaha secara optimal supaya prestasi tertinggi dalam kancah kehidupan kita saat ini dan nanti di masa depan benar-benar bisa diraih.

“Sungguh, Kami telah menciptakan manusia dalam bentuk yang sebaik-baiknya..” (QS. At-Tiin:4)

Selain mendapatkan kepercayaan dari Allah SWT sebagai khairu ummah, kita juga diciptakan oleh Allah SWT sebagai sebaik-baik makhluk, sebaik-baik bentuk, sebaik-baik kondisi, dan sebaik-baik sarana. Ada potensi dahsyat dan hebat yang Allah berikan sebagai modal dasar kita sebagai manusia. Tetapi, modal dasar tersebut tidak akan berfungsi secara optimal selama kita tidak mendayagunakannya. Itulah yang saya sebut diatas dengan “membayar harga” sebuah kesuksesan.

Permasalahannya, seringkali mental kita terjebak dan terperangkap kepada mitos yang menyatakan bahwa keberhasilan seseorang itu tergantung kepada nasib. Kalau nasibnya mujur ya mujur, kalau nasibnya sial ya sial. Banyak orang yang sudah menjadikan nasib sebagai “kambing hitam” untuk keberhasilan yang gagal diraihnya.

Anak Hebat, dalam hidup ini Anda sendirilah yang paling menentukan perasaan, pikiran, dan tindakan Anda. Bukan orang lain. Banyak kok cerita-cerita inspiratif yang mengisahkan seseorang yang terlahir dari keluarga miskin, tidak punya akses pendidikan yang memadai, bahkan hidup di lingkungan yang memprihatinkan, tapi kemudian ia bisa menjadi seorang ilmuwan ternama, dokter yang disegani, atau pimpinan perusahaan yang dihormati. Di kisah lain kita juga sering menyimak begitu banyak anak yang terlahir dari keluarga kaya raya, akses pendidikan begitu terbuka lebar, punya fasilitas lengkap, tapi kemudian ia malah tumbuh menjadi seorang anak durhaka, pendidikannya tidak beres, atau hidupnya hancur penjadi pecandu narkoba dan terjerumus pergaulan bebas. Kenapa situasi seperti ini bisa terjadi? Karena, setiap orang memiliki tanggung jawab masing-masing dalam memberi makna dalam hidupnya. Kita sendirilah yang paling bertanggung jawab akan seperti apa kehidupan kita di masa depan.

Semoga tulisan singkat dan sederhana ini bisa menjadi ilmu yang bermanfaat bagi kita semua di dunia dan akhirat. Selamat berjuang!

Kisah Cinta Inspiratif

Cinta kawan yang tak sepadan
Cinta guru yang tak berujung
Cinta Ibu bapak tak berbalas, diberikan sepanjang jalan
Cinta Rosul bagaikan air mengalir kepada umatnya
Cinta Allah sebuah misteri bagi setiap hamba-hambaNya
(sebuah potongan lagu nasyid)

Ah lagi-lagi cinta, ya memang berbicara tentang cinta seakan tidak akan berujung selalu seru selalu rame, kaga ada matinyee deh kalau udah ngobrolin topik yang satu ini. Bahkan filmnya pun selalu rame kalau temanya tentang cinta, sebut saja ada Romeo Juliet, Titanic, sampai Habibie-Ainun, adalah beberapa contoh film perjalanan kisah cinta. Pertanyannya apakah cinta hanya bercerita tentang kisah perjalanan sepasang manusia, laki-laki dan perempuan yang saling tertarik kemudian happy ending ataukah sad ending dengan segala lika-likunya? 

Nah sekarang coba kita simak kisah cinta yang ini, sebuah potongan video yang saya lihat saat mengikuti sebuah seminar.

Kisah Cinta Inspiratif

Di halaman salah satu rumah, ada sepasang manusia duduk dibangku taman yang dikelilingi oleh rerimbunan pohon, hijau meneduhkan dengan rumput yang rapi terawat. Sepasang manusia tersebut adalah ayah anak yang sedang bersantai menikmati udara segar, sang ayah sudah terlihat garis-garis kulitnya mengeriput yang menandakan usianya sudah tidak muda lagi. Disampingnya putra tercinta sedang membaca koran dengan fokus tingkat tinggi.

Tidak berapa lama ada seekor burung hinggap diantara rerimbunan daun disamping kanan sang ayah. Sang ayah kemudian bertanya kepada putranya “Apa itu?” sang anak menjawab dengan tetap pandangan fokus dengan bacaannya “Itu Burung”.

Kemudian ada seekor burung lagi yang terbang dipucuk dahan, sang Ayah kembali bertanya “Apa itu?” kembali sang anak menjawab “Itu burung, ayah” dengan nada agak kesal.

Eh tiba-tiba ada burung yang berjalan dengan lucunya diatas rumput, sang Ayah kembali bertanya kepada putra tercintanya “Apa itu?”. Putranya yang yang sudah kesal mendengar pertanyaan yang sama segera melipat kertasnya, matanya tajam menatap wajah sang ayah “Itu adalah burung, ayah" dengan nada meninggi “sudah kubilang berkali-kali bahwa itu adalah burung, B-U-R-U-N-G, kenapa ayah masih bertanya-tanya terus?”.

Mendengar jawaban putra tercinta, sang Ayah hanya menatap wajahnya dengan kasih, tidak ada kemarahan, kemudian tanpa mengucap sepatah kata membalikan badan masuk kedalam rumah. Sang Anak hanya melihat ayahnya masuk, kemudian kembali duduk dan melanjutkan membaca. Ternyata sang ayah kembali, ditangannya ada sebuah buku diari yang kemudian diserahkan kepada putranya. 

“Bacalah” pinta sang ayah.

Tertulis pada diary itu “Hari ini aku menemani putra tercintaku yang berusia 3 tahun bermain di taman, bahagia rasanya. Dan taukah ia setiap ada burung yang terbang hinggap di dahan, dirumput, putraku akan berseru riang “Apa itu?” dan aku menjawab dengan tak kalah bahagianya “itu burung, nak” sambil memeluknya, begitu sampai 25 kali pertanyaan yang sama, dan akupun selalu menjawab dengan antusias menyusul satu pelukan setiap selesai menjawab. Bahagianya saat bisa menemani putraku bermain".

Sang anak yang membaca diari ayahnya diam terpaku, matanya berkaca dan tanpa mengucap sepatah katapun dia segera menghambur memeluk ayahnya.

Percaya ga percaya saya nangis melihat potongan video tersebut, terbayang masih banyak yang belum saya lakukan untuk membahagiakan kedua orang tua saya, bahkan sekedar menemani mereka menikmati sore, atau mendengar cerita-ceritanya. Maafkan Ibu Ayah, anakmu belum menjadi anak yang berbakti, hanya do’a setiap selesai sholat yang baru bisa kupersembahkan. 

“Robbighfirlii waliwalidayya warhamhuma kamaa rabbayani soghiroo”

Seperti potongan syair nasyid diatas, cinta kasih kalian memang takkan mungkin bisa kubalas, dengan apapun. 

Yuuk Anak Hebat, lebih mencintai orang tua kita dengan cara yang hebat, salah satunya dengan membahagiakan mereka dengan karya-karya hebat kita..

Salam Ukhuwah penuh Cintaa ^_^

Sep 9, 2013

Manfaat Menulis Bagi Kesehatan

Manfaat Menulis Bagi Kesehatan
"Nuun. Demi Qalam (pena) dan apa yang mereka tulis". (QS. Al-Qalam: 1-2)

Kegiatan menulis sudah tidak asing lagi untuk semua orang. Karena sejak kecil kita sudah dilatih untuk calistung (baca-tulis-berhitung). Para ulama-ulama terdahulu pun banyak sekali yang hobi menulis, selain berkelana ke berbagai penjuru dunia untuk menimba ilmu. Misalnya saja Bukhari, Muslim, Tirmidzi, Nawawi, Malik bin Annas, dan banyak lagi.

Selain sebagai pengikat ilmu, aktivitas menulis juga ternyata mempunyai manfaat lain yang tidak kalah pentingnya. Menulis adalah bisa menjadi obat yang bisa menjernihkan pikiran, ketika kita menuangkan setiap apa yang ada dalam kepala kita ke dalam sebuah tulisan. Ketika kita membaca kembali apa yang sudah kita tulis, secara tidak langsung kita sedang mecoba memperbaiki apa yang ada di pikiran kita.

Para ahli meneliti, ada hubungan antara kegiatan menulis dengan kondisi kesehatan manusia. Menulis bisa ternyata membuahkan dampak positif, yakni bisa menjadi salah satu cara efektif untuk meningkatkan kualitas seseorang.

James W. Pennebaker, dosen Psikolog di Southern Methodist University USA, adalah salah satu pelopor studi tentang korelasi antara kegiatan menulis dengan kondisi kesehatan manusia. Beliau sering menganjurkan kliennya untuk menuliskan hal-hal yang bersifat pribadi, seperti kejadian-kejadian kecil jadi ditemui sehari-hari, hubungan dengan orang-orang terdekat, seputar pekerjaan, dan sebagainya.

James W. Pennebaker kerap menyarankan agar sedikitnya dalam empat hari berturut-turut kliennya menuliskan emosi-emosi dan pikiran-pikiran terdalam yang muncul. Emosi-emosi dan pikiran yang berkaitan erat dengan peristiwa-peristiwa yang sangat penting, peristiwa-peristiwa yang memengaruhi hidup sampai saat ini.

Beberapa manfaat menulis lainnyayaitu:

1. Sarana untuk mengasah kemampuan menulis, sehingga menghasilkan karya-karya yang berkualitas tinggi.

2. Sarana menuangkan ide dan kreatifitas dalam suatu bidang ilmu.

3. Sebagai motivasi untuk terus menambah wawasan dan ilmu tentang bidang yang ia tulis.

4. Menebarkan manfaat dari ilmu yang ia tulis.

5. Mendapatkan royalti dari hasil tulisan.

6. Sarana untuk lebih dikenal banyak orang.

7. Adanya kepuasan batin jika karyanya dibaca dan berguna bagi pembaca.



Insya Allah di lain kesempatan saya juga akan membahas, manfaat menulis untuk mendekatkan kita mewujudkan impian. Simak terus www.ideanakhebat.com yaa J