Social Icons

Showing posts with label potret potensi hebat. Show all posts
Showing posts with label potret potensi hebat. Show all posts

Jul 23, 2013

Fokus Pada Satu Tujuan

Membuat Api dengan Lup (Kaca Pembesar)
Anak Hebat,

Masih ingat nggak percobaan membakar sebuah kertas dengan kaca pembesar waktu masih sekolah dasar dulu? Ternyata kertas itu terbakar setelah kaca pembesar berhasil memfokuskan sinar matahari pada satu titik.

Disadari atau tidak, kita pun seperti itu! Asalkan mau memfokuskan segenap diri dan kemampuan tepat pada satu tujuan, insya Allah tujuan tersebut dapat dicapai.

Manusia sebenarnya diciptakan Allah SWT dengan potensi yang tidak terbatas. Sekali lagi saya katakan, POTENSINYA TIDAK TERBATAS! Tapi kenyataannya, hanya sedikit saja orang yang mau berusaha memaksimalkan potensi tersebut untuk meraih tujuan.

Anak Hebat, kamu mungkin bisa menjadi orang yang mengerjakan banyak hal, tetapi tidak dapat menguasai sepenuhnya. Kita memang dapat melakukan apa saja, tetapi kita tidak selalu dapat mengerjakan semua. Menguasai satu bidang secara sungguh-sungguh masih lebih baik daripada mampu mengerjakan banyak hal tapi kualitasnya tidak bagus.

Tony Robins mengatakan, "Salah satu alasan begitu sedikit orang yang meraih apa yang diinginkannya adalah karena kita tidak pernah fokus; kita tidak pernahkonsentrasi pada kekuatan kita. Kebanyakan orang hanya mencoba-coba berbagai macam jalan dalam hidup mereka. Mereka tidak pernah memutuskan untuk menguasai suatu bidang khusus".

Fokuslah pada satu keahlian. Kemudian tumbuhlah untuk mencapai potensi maksimal dengan cara:
  • Fokus pada satu sasaran utama
  • Fokus pada peningkatan yang berkesinambungan
  • Fokus pada masa depan, bukan masa lalu

Fokus pada kekuatanmu dan kembangkan kekuatan itu. Di sanalah kamu harus mencurahkan waktu, energi dan sumber daya dirimu. Teruslah bertumbuh dan tingkatkan kemampuan dirimu untuk meraih sebanyak mungkin impian!
Mau tahu potensi hebat yang terpendam dalam dirimu? 
Cari tahu disini atau hubungi 02272288794 / 083822489512

Apr 5, 2013

Kenali Potensi Terbaik Anak Anda Sejak Dini

Kenali Potensi Terbaik Anak Anda Sejak Dini
Setiap orang tua mengharapkan putra putrinya menjadi anak – anak juara. Hal apapun akan dilakukan dan uang seberapa banyak pun akan diinvestasikan agar anaknya tumbuh berkembang potensinya dan menghasilkan prestasi – prestasi yang besar. Tapi kemudian pertanyaan kami adalah potensi seperti apa yang dikembangkan tersebut? Sudah tahukah persis orang tua tentang prestasi anaknya tersebut?

Kebanyakan orang tua atau bahkan sekolah tidak memiliki “peta” mengenai apa sejatinya potensi putra putrinya sehingga yang dilakukan pada akhirnya adalah “menggeneralisasi” kemampuan anaknya seperti kebanyakaan anak-anak lainnya. Anak – anaknya dituntut untuk memiliki kemampuan akademis yang baik, jadi juara matematika, juara kelas dan sebagainya padahal belum tentu potensi menonjolnya ada di area tersebut. Orang tua pun menginvestasikan uangnya lebih banyak di berbagai area karena semua area dicoba. Sehingga uang keluar banyak tapi hasil tidak maksimal.

Efek lain yang terjadi kemudian adalah anak “stress” dan “mogok” menjalani proses yang diarahkan orang tuanya dan yang paling parah adalah tidak “menjadikan” anak siapa-siapa.

Memotret Potensi Terbaik Anak Melalui Sidik Jari

STIFIn Tes Mesin-Kecerdasan
AHa Self Inspiration Center menyelenggarakan program tes potensi & kecerdasan melalui sidik jari. Tes ini memanfaatkan alat tes mesin kecerdasan STIFIn Fingerprint. STIFIn Fingerprint diperkenalkan oleh Farid Poniman dengan mengkompilasikan berbagai teori psikologi, neuroscience dan SDM. Prinsip besarnya adalah mengacu pada konsep kecerdasan tunggal C.G Jung. Sedari usia 3 tahun dapat melakukan tes ini dan ketika diulang maka hasilnya akan sama (reliabilitas tinggi).

Hasil dari tes ini akan menggolongkan peserta tes dalam tipe mesin kecerdasan dan tipe kebribadiannya. Yang dimaksud dengan mesin kecerdasan adalah belahan otak yang dominan yang mengoperasikan kerja system otak secara maksimal.

STIFIn Fingerprint adalah tes yang akan menjadikan orang tua, guru, ataupun institusi pendidikan memili “peta” potensi anak dan arah jalur pendidikan yang sesuai dengan tipe potensi mesin kecerdasan yang dominan di otaknya.

Sehingga nantinya anak akan mudah kita arahkan untuk memperoleh prestasi yang baik di sekolah dan yang terlebih penting menjadikan dia menjadi ANAK –ANAK JUARA yang paling hebat di area potensinya masing – masing.

Penyelenggaraan tes bisa dilakukan di Kantor AHa atau dapat juga dilakukan di sekolah/instansi yang bersangkutan. Tes dilakukan dalam waktu kurang dari satu menit dan hasilnya dapat ketahui sekitar 10 menit kemudian. Untuk kelas konsultasi dapat dilakukan dalam waktu yang disepakati kedua belah pihak.

Feb 7, 2013

Potret Potensi Hebat

Apa Potret Potensi Hebat ?

potret tipe kecerdasan lewat sidik jari
Potret Potensi Hebat adalah tes kecerdasan seseorang menggunakan metode tes mesin kecerdasan STIFIN yang akan menjadikan orang tua, guru, ataupun institusi pendidikan memiliki “peta” potensi anak dan arah jalur pendidikan yang sesuai dengan tipe potensi kecerdasan yang dominan di otaknya.  Konsep STIFIn Fingerprint diperkenalkan oleh Farid Poniman dengan mengkompilasikan berbagai teori psikologi, neuroscience dan SDM. Prinsip besarnya adalah mengacu pada konsep kecerdasan tunggal C.G Jung. Sedari usia 3 tahun dapat melakukan tes ini dan ketika diulang maka hasilnya akan sama (reliabilitas tinggi). Hasil dari tes ini akan menggolongkan peserta tes dalam tipe mesin kecerdasan dan tipe kebribadiannya. Yang dimaksud dengan mesin kecerdasan adalah belahan otak yang dominan yang mengoperasikan kerja system otak secara maksimal.

Manfaatnya dari tes ini banyak sekali, selain mengenali potensi menonjol pada anak juga dapat memahami cara belajar yang paling efektif untuk anak. Misalnya untuk anak dengan tipe Sensing akan bagus apabila belajar dengan menghafal. Anak tipe Thinking hebat dalam menghitung. Anak tipe Intuiting hebat dalam kreatifitas. Anak tipe Feeling hebat kalau belajar sambil berinteraksi sedangkan anak tipe insting akan sangat baik apabila belajar dalam situasi yang tenang untuk mengaktifkan potensi otak tengahnya yang menonjol (naluri).

Mengapa Anda & Ananda Perlu Tes STIFIn ?

Sedikitnya ada 4 alasan bagi Anda dan putra putri Anda memerlukan Tes STIFIn, yaitu :
  1. Menghindari INVESTASI TERBUANG, akibat ketidaktahuan potensi yang menonjol pada diri Anda dan putra putri Anda.
  2. Menemukan blue print (cetak biru) diri dan panggilan jiwa sehingga tidak salah pilih pendidikan dan salah pilih potensi.
  3. Mudah mempersiapkan profesi sejak dini dan membuat berhasil dengan cara yang sangat menyenangkan.
  4. Mengenali cara belajar, bergaul, berkarir, dan mengembangkan diri secara efektif.


Keunggulan STIFIn Fingerprint

Saat ini berkembang beraneka ragam tes analisa bakat berdasarkan sidik jari. Berikut kami sampaikan keunggulan tes STIFIn Fingerprint dibandingkan dengan tes – tes sidik jari lainnya yakni khususnya dari Brainy LAB.PTE.LTD yang saat ini berkembang di masyarakat kita.

Proses Tes STIFIn Fingerprint

tahapan tes sidik jari STIFIn

Fasilitas dan Penyelenggaraan

Investasi ini sekali seumur hidup. Artinya tidak memerlukan biaya apapun sebagai kelanjutannya karena hasil tes akan selalu sama disetiap kali pengambilan data. Fasilitas yang akan didapatkan adalah:
  1. Tes STIFIN FINGERPRINT
  2. Buku STIFIN
  3. SERTIFIKAT HASIL STIFIN
  4. Kelas Konsultasi Hasil Tes STIFIN dan arahan PETA JALUR KESUKSESAN ANAK
  5. Workshop "Smart Parenting for Smart Kid"
Penyelenggaraan Tes bisa dilakukan di Kantor AHa atau dapat juga dilakukan di sekolah/instansi yang bersangkutan. Tes dilakukan dalam waktu kurang dari satu menit dan hasilnya dapat ketahui sekitar 10 menit kemudian. Untuk kelas konsultasi dapat dilakukan dalam waktu yang disepakati kedua belah pihak.

Aug 15, 2012

Bayi yang Terlahir Normal Memiliki Tingkat IQ Tinggi

Bayi Lahir Normal Miliki IQ Lebih Tinggi?

Penelitian terbaru dari Yale University, AS, menyatakan bahwa bayi yang terlahir secara normal kemungkinan besar memiliki tingkat intelejensia (IQ) yang lebih tinggi, dibandingkan dengan bayi yang lahir melalui operasi sesar.
Menurut para ilmuwan, saat ibu menjalani proses pesalinan secara normal, secara bersamaan otak bayi akan meningkatkan kadar protein yang bernama UCP2. Protein ini dapat membantu meningkatkan intelejensia bayi, seiring bertambahnya usia mereka.
Protein UCP2 pada bayi yang terlahir secara normal, dapat membantu mengembangkan daya ingat mereka. Menurut para ilmuwan ini, daya ingat adalah komponen penting pada intelegensia manusia, sebagaimana dilansir dari DailyMail.
Penemuan ini terungkap, setelah para ilmuwan melakukan penelitian terhadap beberapa bagian otak hippocampal pada beberapa ekor bayi tikus, yang terlahir secara normal dan secara sesar.
Para peneliti menyimpulkan bahwa bayi tikus yang terlahir melalui operasi sesar, memiliki kadar protein UCP2 yang lebih rendah. Hasilnya, saat dewasa, tikus ini mengalami gangguan perilaku.
Protein ini juga memiliki keunggulan untuk membantu meningkatkan peluang menyusui untuk bayi yang baru lahir. Secara bersamaan penemuan ini juga menimbulkan kontroversi mengenai proses persalinan sesar.
Dikatakan bahwa proses kelahiran secara sesar dapat meningkatkan risiko pendarahan dalam dan dapat memicu masalah reproduksi pada ibu sesudahnya.
Seorang peneliti yang hasil penelitiannya disiarkan pada jurnal kesehatan PLoS ONE, Dr Tamas Horvath, mengatakan bahwa penemuan tersebut mengungkap peranan penting protein UCP2 pada perkembangan sirkuit otak bayi yang terkait dengan perilaku.
"Meningkatnya prevalensi ibu bersalin secara sesar, dipicu oleh rasa nyaman yang mereka harapkan, dibandingkan dengan pentingnya efek jangka panjang yang berpengaruh pada perkembangan otak bayi serta fungsinya," ujar Horvarth.
Dia menambahkan, bahwa proses kelahiran secara normal memicu ekspresi protein UCP2 di dalam otak. "Ekspresi UCP2 ini hilang saat tikus dilahirkan melalui proses bersalin secara sesar," kata Horvarth.
UCP2 yang hilang, dapat menghambat kerja otak terutama hippocampal, yang terkait dengan perilaku saat seseorang beranjak dewasa. sumber