Social Icons

Sep 4, 2013

Mewujudkan Mimpi Anak Anak Pedalaman Indonesia (Bagian Ke-2)

Bantu wujudkan mimpi orang lain maka Tuhan akan mudahkan kamu meraih mimpi - mimpi hidupmu. Begitulah kalam kebaikan yang diajarkan Tuhan. Alhamdulillah lebih dari 3000 Al Quran kami serahkan untuk membantu wujudkan mimpi saudara saudara kita di Flores untuk peroleh Al Quran secara GRATIS. Selama ini mereka merasakan Al Quran barang yang sangat mahal untuk mereka miliki. Berikut foto foto penyaluran Al Quran untuk saudara saudara kita di Maumere Flores Bulan Maret 2013.

wakaf al quran

wakaf al quran
wakaf al quran

wakaf al quran

wakaf al quran
wakaf al quran
wakaf al quran

Apabila Bapak/Ibu ingin membantu anak anak muslim minoritas di Flores mewujudkan mimpinya memiliki Al Quran dan program program pendidikan berkualitas Bapak Ibu bisa berwakaf AL-Quran Plus bersama AHa Self Inspiration Center bisa mengubungi kami di kantor AHa Self Inspiration Center Jalan Sarijadi N0.75 dan kontak melalui nomer berikut 022-72288794 / Pin BB 2A6378E8 / SMS-What's App 083822489512. 

Program ini kami sudah mulai dari bulan Ramadhan kemarin dan ditargetkan bisa dilaksanakan sampai dengan bulan Desember 2013 tercapai 10.000 paket terkumpul. Dengan program program yang diselenggarakan ini, AHa berharap semakin bisa mewujudkan mimpi anak anak pedalaman Indonesia. Mereka punya mimpi punya Al Quran yang begitu terasa mahal itu untuk mereka. Mereka pun punya mimpi untuk punya masa depan yang cerah. Mari bersama kita wujudkan visi mulia tersebut. Insyallah tanggal 9-14 September 2013 kami bersama team AHa Self Inspiration Center, Relawan Siaga Nusantara dan Kebukit akan menyalurkan bantuan anda semuanya untuk wujudkan mimpi anak anak pedalaman Flores.

Tips Untuk Mengatasi Anak Malas Belajar

Tips Untuk Mengatasi Anak Malas Belajar
Baca kata kreatif pasti ada kaitannya dengan hal-hal yang baru yang tidak terpikirkan bahkan dibayangkan oleh orang kebanyakan. Kata kreatif tidak hanya menjadi padanan bagi kata barang atau ide saja tapi sebagai orangtua ternyata kita juga harus kreatif dalam mendidik anak-anak kita. Anak tumbuh dan berkembang dengan keunikannya masing-masing, ada beberapa orangtua yang mengatakan anaknya tumbuh sangat aktif dan saking aktifnya ibunya terutama lelah melayani apa yang diinginkannya, ada lagi yang lain “Anak saya tidak mau makan sayur” atau ada yang anaknya tidak mau mandi sore, sampai ke masalah tidak mau belajar atau malas untuk membaca buku pelajaran, semua sering jadi keluhan orang tua. Anak lebih suka melihat tayangan televisi, seperti sinetron, film atau bermain dengan teman-teman sebayanya.

Nah, di sini lah kita sebagai orangtua harus kreatif mengajak mereka sesuai dengan apa yang kita inginkan. Yuks kita kupas satu dari sekian banyak permasalahan yang tadi diungkap di atas. Yaitu mengatasi anak yang malas belajar. Jika anak tidak mau belajar, mereka menganggap bahwa belajar adalah suatu kegiatan yang kurang menyenangkan dibandingkan dengan bermain atau nonton. Untuk mengatasi anak yang malas belajar adalah dengan membuat anak menganggap belajar adalah kegiatan yang menarik, menyenangkan atau membuat mereka sadar bahwa belajar adalah suatu kebutuhan. 

Selengkapnya, berikut ini adalah tips untuk mengatasi anak malas belajar :
  1. Tanamkan kesadaran kepada anak bahwa belajar adalah suatu kewajiban dan tanggung jawab sebagai seorang pelajar yang hasilnya akan diraih dimasa mendatang.
  2. Berikan contoh kepada sang anak. Orang tua dapat turut membaca buku-buku yang bermanfaat saat anak sedang belajar.
  3. Orang tua sebaiknya juga menanamkan budaya membaca di lingkungan keluarga.
  4. Ciptakan suasana belajar yang menyenangkan. Buat ruang belajar yang menarik, rapi dan tidak membuat anak malas di dalam ruang belajar.
  5. Berikan motivasi kepada anak untuk belajar dengan cara yang baik, adakan pendekatan sambil menyelami hati anak dengan menjadikan anak sebagai sahabat. Jangan menyuruh anak belajar dengan memaksakan anak, apalagi dengan cara yang kasar.
  6. Berikan insentif kepada anak, baik berupa hadiah kesukaan mereka atau sekedar pujian jika nilai anak bagus. Hal ini akan membantu memotivasi anak.
  7. Sebaiknya orang tua lebih terbuka dengan anak dengan menanyakan permasalahan yang dia hadapi, kenapa malas belajar, apa yang dapat membuat ia semangat untuk belajar dan sebagainya. Bantu anak untuk mengatasi permasalahan tersebut.
  8. Pilih waktu yang paling tepat untuk anak belajar. Hendaknya orang tua juga turut membantu anak dengan tidak menonton televisi, atau tidak mendengarkan musik keras-keras.
  9. Jadikan waktu belajar ini menjadi kebiasaan rutin sehari-hari, dan sebaiknya orang tua juga menemani dan membantu jika anak mengalami kesulitan saat belajar.
  10. Selain waktu belajar yang rutin, sediakan juga waktu yang cukup untuk bermain, menonton dan berinteraksi dengan teman-temannya.

Ingat Bunda dan Ayah... Yang terpenting dari semua itu pastinya harus dilakukan dengan penuh kesabaran dan kasih sayang, pasti semua akan berjalan sesuai dengan apa yang kita inginkan. Mau tau lagi tips yang lainnya kunjungi kami di www.ideanakhebat.com kami punya banyak solusinya untuk Anda... ^_^

Sep 1, 2013

Great Mom Great Leader

Suatu hari sahabat Rasulullah saw bertanya : “Ya Rasulullah siapakah yang harus aku patuhi di dunia ini?” Rasululloh saw menjawab “Ibumu” kemudian sahabat itu bertanya lagi “Siapa lagi Rasulullah?” Rasulullah saw kembali menjawab “Ibumu” dan terus sampai ketiganya kemudian jawab yang terakhir barulah bapakmu. 

Jelaslah dari hadist tersebut bahwa betapa mulianya peran seorang ibu sampai Rasulullah menyuruh sampai berulang-ulang pastinya ada hal yang sangat penting mengapa demikian. Nampaknya kebahagiaan yang tidak ternilai bahwa seorang wanita bisa menjadi seorang ibu. 

Peran sebagai ibu bukan menjadi penghalang besar bagi seorang perempuan untuk menjalani berbagai aktivitas. Pernahkah terlintas dalam benak Anda bahwa memasuki tahapan dengan menjadi seorang ibu akan mengganggu rutinitas bahkan karir? Terbayang rasa gelisah dan takut saat merasa belum sanggup menjadi seorang ibu, hingga kekhawatiran mengurus anak dengan beragam tingkah pola.

Di artikel kali ini, kami ada kupas sebuah buku menarik berjudul “Indahnya Menjadi Ibu” sembilan inspirasi 1 dedikasi, sembilan figur perempuan menuangkan kisahnya dengan bercerita dalam buku ini. Mereka bertutur dalam kisah yang tidak hanya menarik, tapi juga ada sentuhan haru, sendu, hingga tawa dan keceriaan yang menggugah lewat serpihan kata.

Alia Jumhur Hidayat

Tentu tak ada yang menyangka seorang Alia Jumhur Hidayat memiliki rasa kepedulian besar terhadap bayi-bayi yang membutuhkan ASI (Air Susu Ibu). Finalis Putri Indonesia 2001 ini bahkan menjadi pendonor ASI untuk bayi-bayi tanpa sungkan. 

Yuanita Rohali

Sosok Yuanita Rohali yang tangguh dalam pribadi, ternyata juga sukses direalisasikan ketika ia menjalani peran sebagai seorang ibu sekaligus mencetak karir yang gemilang. Ibu dari Alika Islamadina (personil girlband Princess) ini begitu tangguh hingga baginya tidak ada satu pun hal yang boleh diabaikan karena satu-satunya yang perlu berkorban adalah dirinya sendiri. 

Jana Parengkuan

Jana Parengkuan, seseorang yang mandiri dan disiplin membesarkan empat anak disamping menjalani bisnis dan juga hobinya. Siapa sangka istri dari Erwin Parengkuan ini awalnya tidak mahir memasak, tapi ia justru berhasil membuktikan bahwa selama ada usaha, pasti ada jalan terbuka hingga ia sukses mendirikan The Bakker Goods. 

Donna Agnesia

Presenter dan model Donna Agnesia yang menyambut manisnya rencana Tuhan lewat kehadiran tiga anaknya. Ia bersama sang suami, Darius Sinathrya kian mengerti bahwa hal itu tidak akan terjadi kecuali Tuhan tahu mereka mampu menjaganya. 

Mona Ratuliu

Sementara itu Mona Ratuliu yang menikah di usia muda sempat merasakan baby blues serta tekanan saat menjadi seorang ibu baru. Keinginannya untuk terus menggali informasi seputar anak dan parenting menghantarkannya pada optimisme untuk terus belajar. Ketergabungannya dalam Kelompok Peduli Anak membuat bunda yang satu ini tidak pernah henti belajar dan berbagi informasi.

Astri Nugraha

Merantau ke negeri tetangga bersama sang suami Hendra Satya Nugraha tidak membuat seorang Astri Nugraha sulit beradaptasi. Selain merawat keempat anaknya tanpa baby sitter, kakak dari penyanyi Maia Estianty ini juga piawai sekali berwiraswasta. Sikap mandiri dan disiplin yang juga diikuti dengan perpaduan pola asuh anak bergaya timur dan barat, menyeimbangi perjalanan karirnya di bidang desain grafis dancatering. 

Memes

Sementara itu, memiliki dua anak lelaki tentu bukan hal yang mudah, inilah yang juga dialami oleh Memes. Karakter yang berbeda tentunya membutuhkan penanganan yang juga berbeda. Sambil menjalani karir menyanyinya, ia sadar bahwa konsekuensi itu membuatnya harus punya hal ekstra agar tidak keteteran. 

Alissa Wahid

Kesibukkan seorang Alissa Wahid sebagai psikolog, pengusaha dan aktivis sosial rupanya mampu dikelola dengan baik, hingga peran sebagai ibu menjadi tantangan yang dilewati dengan begitu indah. Kepeduliannya terhadap dunia sosial tidak membuat putri sulung Presiden ke-4 RI, Abdurrahman Wahid ini acuh. Ia mendampingi anak-anaknya sambil terus menanamkan nilai-nilai penting seputar kehidupan. 

Melanie Putria

Bicara tentang perjalanan saat menjadi seorang ibu, Melanie Putria menautkan kebingungannya di masa-masa awal kelahiran. Baby blues, penuturan tentang ketidaktahuannya memakaikan pokok, rasa ketakutannya menjadi ibu hingga yang ia alami. Beruntung sang suami dan mama tercinta selalu ada di dekatnya hingga ia mulai kembali kuat dan selalu ingin menjadi pelindung bagi puterinya, Sheemar. 

Kisah di atas pastinya hanya sebagian kecil kisah mereka yang sangat menginspirasi, siapapun diri kita ketika Tuhan sudah memberikan kepercayaan/amanah berupa buah hati kepada kita pasti akan langsung berubah menjadi sosok lain yang lebih tangguh, lebih kuat, lebih berpandangan positif, dan lebih kreatif – pastinya bersama suami yang akan mengarahkan amanah kita itu ke masa depan yang lebih baik dan penuh makna. 

Membesarkan anak bukan coba-coba, harus dilakukan dengan penuh dedikasi, kesabaran, dan ilmu yang terus menerus harus kita cari. Yang pasti kita inginkan yang terbaik untuk mereka. 

Bunda... pastinya ingin dong buah hati kita tumbuh berkembang sesuai dengan potensi, bakat, dan minatnya... Nah biar ga penasaran gabung di Rubik Konsultasi Parenting. Bunda bisa bertanya apa saja seputar pola pendidikan anak biar kita bisa sama-sama menjadi orang tua yang hebat juga... Karena kita punya solusinya untuk Anda ^_^