Social Icons

Jul 11, 2013

Ayoo Kepakkan Sayapmuuu

Penelitian ini dilakukan seorang ilmuwan bernama Edward Norton Lorenz pada tahun 1961. Lorenz berusaha memprediksi kejadian cuaca dengan menggunakan bantuan simulasi komputer. Dalam simulasinya, Lorenz membulatkan angka yang diperolehnya ke dalam bilangan desimal 0,506.

Tapi pada saat Lorenz memasukkan lebih lengkap bilangan desimal yakni 0,506127 hasilnya sangat berbeda, dan yang paling mengejutkan bahwa nilai desimal tersebut dalam praktiknya adalah setara dengan sebuah kepakan sayap kupu-kupu. Simulasi tersebut menununjukkan bahwa kepakan sayap kupu-kupu bisa mengakibatkan atau mencegah terjadinya sebuah badai Tornado (wow, kecil yang berdampak besar ternyata ya..) Hasil Penelitian Lorenz kemudian sering disebut dengan nama The Butterfly Effect.

Perhitungan dalam simulasi The Butterfly effect didasari kejadian-kejadian yang bersifat acak, sehingga banyak ahli yang mencoba mengartikan fenomena Efek Kupu-Kupu dalamkehidupan manusia. Peristiwa yang dialami oleh seseorang memungkinkan untuk membuka pintu peristiwa-peristiwa lainnya, menjadi kombinasi peristiwa yang bersifat acak tapi sebenarnya saling berkaitan, terhubung antara satu dengan yang lainnya. Jadi sebenarnya kita semua berada dalam suatu rangkaian kombinasi kemungkinan yang saling berkaitan dan jumlahnya tak berhingga.

Jadi sebenarnya setiap apa yang kita pikirkan dan yang kita lakukan sekecil apapun akan mempengaruhi kejadian di alam semesta ini, baik secara langsung atau tidak langsung. Kebaikan atau keburukan yang kita lakukan pasti akan berefek kepada kehidupan banyak orang disekitar kita. Tinggal pilihannya adalah Efek seperti apakah yang akan kita kepakkan? atau hanya berdiam diri dan menjadi penonton saja??

Dengan berdiam diri berarti kita hanya menjadi imbas dari aksi kepakkan sayap orang lain, kalo imbasnya positif mending, tapi kalo negatif? Ayooo segera kepakkan sayap kebaikanmu, banyak yang membutuhkan aksimu… Apalagi dibulan Ramadhan ini, segala kepakan sayap kebaikan pahalanya berlipat-lipat, tidur aja dapat pahala palagi kalau aksi nyata dlam kegiatan positif ya..

Jadikan dirimu termasuk dalam lingkaran kemungkinan yang bersifat positif, mulailah kepakkan sayapmu meski hanya sebuah senyuman dan wajah cerah dihadapan temanmu, meski hanya menyingkirkan duri atau kerikil di jalan umum, meski hanya menyebrangkan seorang nenek tua, meski hanya memberi beberapa biji kurma untuk ta’jil, dan masih banyak lagi yang bisa kita lakukan meski dalam aksi kecil lebih baik dari pada hanya menjadi penonton atau komentator bukan?

Mau aksi mengepakkan sayap kebaikan bareng kita?? Boleh bangeeets ;-) info lengkap silahkan klik www.ideanakhebat.com atau www. sejutamotivasi.com

Kepakkan aksi kebaikanmu, semoga Ridha Allah bersamamu, bersama kita.. aamiin Ya Rabb..

Ramadhan Ceria (Cerdas Riang Gembira) bersama Aha Self Inspiration Center, insya allah ^_^

*sebuah inspirasi dari buku karangan Jamil Azzaini “Makelar Rezeki”.

Jul 10, 2013

Merawat Puasa Agar Tak Hanya Berbuah Lapar Dahaga

Tips Merawat Puasa Agar Tak Hanya Berbuah Lapar Dahaga
Apa kabar Anak Hebat? Bagaimana puasanya hari ini? Semoga lancar yaa.. Artikel kali ini AHa ingin berbagi tips merawat puasa kita agar benar-benar berbuah pahala dari Allah SWT. Cek yukk!

Kata “puasa” (Sansekerta) memiliki arti yang mirip sama dengan kata shaum (Arab), yang maknanya adalah pengendalian diri, utamanya atas dorongan berlaku tamak. Pengendalian diri secara jasmani dengan tidak makan, minum dan melakukan hubungan suami istri dari mulai terbit fajar sampai terbenamnya matahari, sehingga apabila dilakukan akan membatalkan puasa, kecuali jika lupa. Sedangkan secara rohani adalah pengendalian diri dari sifat iri, hasad, dengki, takabur, ghibah, dan sebagainya.

Rasulullah SAW mengingatkan bahwa banyak sekali diantara ummat muslim yang melaksanakan ibadah puasa, akan tetapi yang didapat hanya lapar dan haus. Rugi banget ya! Sudah capek-capek seharian berpuasa tidak dapat apa-apa. 

Nah, agar ibadah puasa yang kita jalankan, seperti diingatkan oleh Nabi Muhamamd Saw, tidak sekedar “mendapatkan lapar haus dan dahaga”, maka sebagaimana tanaman, kita wajib untuk merawat dengan sebaik-baiknya. 

Beberapa amalan utama yang dapat dilakukan untuk merawat puasa diantaranya:

Pertama, MENGERJAKAN QIYAMULAIL, yakni shalat tarawih selama bulan Ramadhan. Silahkan kamu pilih sesuai keyakinan, apakah mau 11 atau 23 rakaat. Mau dikerjakan langsung setelah salat isya atau pada sepertiga malam. 

“Rasulullah Saw menganjurkan (salat) qiyamu ramadhan kepada mereka (para sahabat), tanpa perintah wajib. Beliau bersabda : Barangsiapa mengerjakan (salat) qiyamu ramadhan karena iman dan mengharap pahala, niscaya diampuni dosanya yang lalu” (HR. Bukhori Muslim)

Kedua, MENGAKHIRKAN MAKAN SAHUR, supaya perut masih terasa kenyang dan badan tetap kuat, sehingga tetap sehat selama menjalankan ibadah puasa. “Umatku dalam keadaan baik selama mereka menyegerakan berbuka dan menta’khirkan sahur” (HR. Ahmad)

Ketiga, MENYEGERAKAN BERBUKA PUASA (TA’JIL) dengan makanan dan minuman yang manis, sebelum shalat maghrib. Sehingga menghilangkan lapar dan dahaga, untuk menyegarkan kembali tubuh yang lemas karena berpuasa. “Orang akan selalu baik (sehat) apabila menyegerakan berbuka” (Muttafaq’alaih). 

Keempat, BERDOA KETIKA BERBUKA, sebagai wujud syukur karena telah selesai puasanya pada hari tersebut. Lafalnya adalah : “Dzahabazh zhama’u wabtalatil ‘uruqu watsabatal ajru insya Allah” hilanglah rasa haus, dan basahlah urat-urat (badan) dan insya Allah mendapatkan pahala.

Kelima, MEMPERBANYAK SEDEKAH DAN TADARUS ALQURAN, memberikan makan kepada orang sedang puasa, ketika adzan maghrib berkumandang. Ketika ditanya tentang sedekah yang paling utama, Rasulullah Saw menjawab; “Sedekah di bulan Ramadhan” (HR. Tirmidzy). 
Di samping itu, merawat puasa dengan membaca dan mempelajari Alquran (tadarus), baik dilakukan sendiri maupun secara bersama-sama. “Rasulullah Saw adalah orang yang paling dermawan, apalagi pada bulan ramadhan, ketika ditemui oleh Malaikat Jibril pada setiap malam pada bulan Ramadhan dan mengajaknya membaca dan mempelajari Alquran. Ketika ditemui Jibril, Rasulullah Saw lebih dermawan daripada angin yang ditiupkan (Muttafaq’Allaih) 

Keenam, MENDEKATKAN DIRI KEPADA ALLAH DENGAN CARA I’TIKAF (BERDIAM DIRI) DI MASJID, terutama pada sepuluh hari terakhir di bulan Ramadhan, yakni dengan melakukan amalan-amalan mulia, misalnya dengan berdzikir, membaca Alquran dan sebagainya. Dari Umar r.a (diriwayatkan bahwa) ia berkata: “Rasulullah Saw selalu beri’tikaf pada sepuluh hari yang penghabisan di bulan Ramadhan“(Muttafaq’Allaih).

Nah mengisi bulan Ramadhan kali ini kebaikan apa nih yang sudah kita siapkan untuk merawat puasa kita? Masih bingung?? Yuuk joiiin… Ada beberapa Panti Asuhan yang akan kita kunjungi lhoo.. Info lengkap klik www.sejutamotivasi .com

Ramadhan Berbagi Bersama AHa

Raih BERKAH RAMADHAN Penuh CINTA (Cerdas Ceria menggapai Iman Takwa kepada Allah) bersama Aha Self Inspiration Center.

Semoga dengan merawat puasa selama Ramadhan, insya Allah kita akan menjadi orang paling mulia disisi Allah Swt, yakni mendapatkan derajat taqwa.

Jul 9, 2013

PAY IT FORWARD

Film Drama Hollywood - Pay It Forward
Ada yang pernah dengar kata itu?? Yups itu adalah judul dari sebuah film drama Hollywood yang di produksi pada tahun 2000 dan di sutradarai oleh Mim Leder. Film ini mengisahkan tentang ide sederhana dari seorang anak kecil bernama Trevor yang hidup bersama ibunya, Arlene.

Anak berusia 11 tahun dan teman-teman sekelasnya itu mendapat tugas dari guru sekolahnya, Mr. Simonet untuk memikirkan ide yang dapat mengubah dunia. Selain itu mereka juga diminta untuk mewujudkan idenya ke dalam tindakan yang nyata. Pada saat itulah tercetus ide “Pay it Forward” atau bayar dimuka,. Inti dari ide trevor adalah ia hanya perlu menolong tiga orang, pertolongan dalam bentuk nyata yang tidak bisa dilakukan oleh orang tersebut. Setiap orang yang sudah ditolong harus menolong tiga orang lain, dan begitu seterusnya. 

Trevor memutuskan bahwa orang yang akan menjadi bahan eksperimennya adalah, Mr. Simonet yang masih hidup membujang, temen sekelasnya bernama Adam yang selalu diganggu anak-anak nakal, dan seorang gelandangan pecandu narkoba bernama Jerry. 

Arlene adalah seorang single parent, Trevor melihatnya selalu kesepian , tidak punya teman berbagi sehingga menjadi pecandu minuman keras. Trevor selalu berusaha menguras habis minuman keras yang ada dirumah mereka, Trevor juga mengatur agar ibunya bisa berkencan dengan Mr. Simonet.

Pada Jerry, Trevor membelikan baju, sepatu dan perlengkapan dari uang tabungannya untuk modal bekerja dan menyadarkan agar tidak lagi terlibat narkoba, ketika Jerry mengucapkan terimakasih, Trevor hanya menjawab “Pay It Forward”. Sehingga pada saat melihat mobil Arlene rusak maka dengan suka hati Jerry membantu memperbaiki mobil. Melihat perhatian sang anak, Arlene pun mengucapkan terimakasih, dan Trevor pun hanya mejawab “Pay It Forward”.

Terkesan dengan yang sudah dilakukan oleh anaknya, Arlene terdorong untuk meneruskan kebaikan yang telah diterimanya itu dengan berkunjung kepada Ibunya, setelah sekian lama mereka tak bertegur sapa. Kehadiran sang putri untuk meminta maaf dan memperbaiki hubungan membuat nenek Trevor merasa terharu dan bahagia, saat mengucapkan terimakasih dijawab oleh Arlene “Pay it Forward”.

Sang nenek pun meneruskan kebaikan tersebut dengan menolong seorang pemuda yang sedang dikejar polisi untuk brsembunyi didalam mobil. Setelah aman,pemuda itupun mengucapkan terimakasih, dan sang nenek pun menjawab “Pay It Forward” .

Pemuda itupun meneruskan kebaikan dengan memberikan nomor antreannya di Rumah Sakit pada seorang gadis kecil yang sakit parah agar mendapat perawatan terlebih dahulu. Saat ayah sang Gadis, yang ternyata adalah seorang konglomerat akan mengucapkan terimakasih, dijawab “Pay It Forward”

Ayah gadis itu pun meneruskan kebaikan dengan memberikan mobil Jaguarnya kepada wartawan TV yang mogok pada saat sedang meliput suatu acara. Wartawan pun berterimakasih, dan dijawab dengan kata “Pay it Forward”. Terkesan dengan kebaikan sang Konglomerat, naluri jurnalistik sang Wartawan bertekad untuk mencari asal muasal kata “Pay It Forward” dan menelusur mundur dari mulaisi ayah gadis kecil, pemuda yang memberikan nomor antrean nomor Rumah sakit, nenek Trevor yang melindungi pemuda, ibu Trevor yang memperbaiki hubunganya denga nenek Trevor, sampai kepada Trevor sang pemilik Ide “Pay It Forward”. Trevor pun muncul di Televisi dengan bantuan wartawan tersebut. 

Pada saat menolong temannya, Adam yang suka diganggu berandala, Trevor kena tusuk yang menyebabkan ia meninggal. Setelah pemakaman, betapa sangat terkejutnya sang ibu melihat begitu banyak orang yang datang meletakkan bunga dan menyalakan lilin sebagai tanda ikut berduka atas kematian Trevor di halaman rumahnya. Trevor juga tidak meyadari bahwa dampaknya sangat luar biasa, hanya dengan melakukan kebaikan kepada orang lain.

Film Drama Hollywood - Pay It Forward

Teman-teman meski umurnya tidak panjang, tapi Trevor sudah menjadi “Gardu EPOS (energi positif)” yang bisa membuat perubahan yang sangat berarti dan menginspirasi banyak orang. Gardu EPOS adalah semacam terminal kebaikan (Energi Positif) yang bisa kita lakukan utuk orang lain yang membutuhkan. 

Nah mengisi bulan Ramadhan kali ini kebaikan apa nih yang sudah kita siapkan untuk menjadi “Gardu EPOS”? Masih bingung?? Yuuk joiiin… Ada beberapa Panti Asuhan yang akan kita kunjungi lhoo.. Info lengkap klik www.sejutamotivasi .com 

Raih BERKAH RAMADHAN Penuh CINTA (Cerdas Ceria menggapai Iman Takwa kepada Allah) bersama Aha Self Inspiration Center.

Allahumma Sallimnii lii Ramadhan Wasallim Romadhonalii Wasallimhu minni mutaqobbalan.

"Ya Allah, selamatkan aku untuk Ramadhan, sehatkan dan semangatkan, Selamatkan Ramdhan untukku, tidak ada gangguan musibah, kecelakaan selama Ramadhan, Selamtkan bulan itu darikuagar aku tidak melakukan perbuatan dosa atau sia-sia, Terimalah amalku Ya allah.." 
(H.R Thabrani)