Social Icons

Showing posts with label tokoh hebat. Show all posts
Showing posts with label tokoh hebat. Show all posts

Aug 30, 2013

Welin Kusuma: Orang Paling Berpendidikan di Indonesia

Welin Kusuma: Orang Paling Berpendidikan di Indonesia
Kalau seorang sarjana memiliki satu gelar akademik, itu sudah lazim dan lumrah. Sarjana yang punya dua atau tiga gelar akademik juga sudah sangat biasa. Nah, yang tidak biasa (bahkan LUAR BIASA!) adalah kalau orang yang punya lima, delapan, sembilan, bahkan puluhan gelar akademik tercantum di belakang namanya. Apalagi ditambah usianya yang masih tergolong muda. Adakah? Ada! Mungkinkah? Sangat mungkin!

Beberapa waktu yang lalu, di acara Hitam Putih nama Welin Kusuma tampil di layar televisi. Apalagi kalau bukan karena prestasinya yang bergudang-gudang. Welin Kusuma jadi pemberitaan di media internasional. Gara-garanya pria asal Makassar itu meraih 19 gelar akademik dalam waktu 13 tahun, terdiri dari 8 gelar sarjana, 3 gelar master dan gelar profesional.

Lahir pada tanggal 8 Maret 1981 di Makassar, Indonesia. Saat ini menyandang 9 gelar Sarjana S1: 

1. Sarjana Teknik Industri (S.T., Ubaya), 

2. Sarjana Ekonomi Manajemen (S.E., STIEUS), 

3. Sarjana Sosial Administrasi Niaga (S.Sos.,UT), 

4. Sarjana Hukum (S.H., Unair), 

5. Sarjana Komputer Teknik Informatika (S.Kom., STTS), 

6. Sarjana Sastra Inggris (S.S., Petra), 

7. Sarjana Administrasi Publik (S.AP., UT), 

8. Sarjana Statistika (S.Stat., UT), 

9. Sarjana Akuntansi (S.Akt., UT) 



3 master degrees: 

1. Magister Teknik Industri (M.T., ITS), 

2. Magister Sains Manajemen (M.S.M., Unair), dan 

3. Magister Kenotariatan (M.Kn., Unair). 


Dan 13 gelar professional: 

1. Registered Financial Planner Indonesia (RFP-I), 

2. Certified Professional in Brand Development (CPBD), 

3. Certified Professional in Product Management (CPPM), 

4. Certified Financial Planner (CFP®), 

5. Affiliate Wealth Manager (Aff.WM), 

6. Bersertifikat Konsultan Pajak (BKP), 

7. Qualified Wealth Planner (QWP™), 

8. Certified Professional Human Resource (CPHR®), 

9. Indonesia Certified Professional Marketer (ICPM), 

10. Associate Estate Planning Practitioner (AEPP®), dan

11. Certified Behavioral Analyst (CBA®). Obtaining WAPERD, WPPE, WPEE, WMI, Advocate Examination of PERADI & KAI and USKP Brevet A.

Belajar, belajar, dan terus belajar mungkin adalah kata yang bisa mendeskripsikan Welin Kusuma. Pria asal Makassar ini berhasil meraih 22 gelar sarjana hanya dalam waktu 13 tahun. Pada usianya yang masih 33 tahun, ia sudah memperoleh gelar sebanyak itu.

Nama Welin menjadi topik berita situs media asing lantaran keberhasilannya tersebut. Beritanya dimuat dalam situs media asing, http://www.weirdasianews.com dengan judul “Young Man Earns 19 Degrees and Titles in Only 13 Years.”

Berhasil meraih berbagai gelar akademik hanya dalam waktu 13 tahun tentu menjadi kebanggaan tersendiri untuk Welin Kusuma. Namun, dia juga tidak lupa untuk berbagi ilmunya dengan orang lain. Seperti katanya, “Gelar-gelar akademik dan professional yang saya raih hanyalah bonus dari usaha dan kerja keras saya selama ini. Sekarang yang terpenting adalah bagaimana saya bisa membagikan pengetahuan dan pengalaman yang mungkin berguna bagi teman-teman mahasiswa dan pelajar di Indonesia maupun mancanegara atau dimanapun mereka berada”.

Semoga ini menjadi motivasi kita semua bahwa tidak ada yang sulit apabila kita memang memiliki cita-cita yang kuat dan mau berusaha-sungguh untuk mewujudkan mimpi tersebut.

Tertarik untuk menjadi Anak Hebat Indonesia selanjutnya? Ikuti berbagai training motivasi belajar dan outbound seru di AHa Self Inspiration Center, lembaga training motivasi anak dan remaja Indonesia terbaik. Kontak 02272288794 atau kirim email ke ideanakhebat@gmail.com


Salam Sejuta Motivasi!


Habib Abdurrahman Hanafi
Tim Training AHa!

Aug 19, 2013

Gara Gara Tahu Raup Ratusan Juta Rupiah

Tahu PelangiIde bisnis tak harus selalu muluk. Bahkan dari tahu pun, seseorang bisa menjadi wirausahawan yang sukses dan terus maju. Ingin tahu resepnya?

Begitulah kata-kata awal di sepenggal kisah yang ada di buku Wirausaha Muda Mandiri Rhenald Kasali yang berjudul “TAHU JUGA BISA MAJU” yang mengangkat kisah perjuangan seorang bernama Rudik Setiawan pendiri perusahaan Tahu Pelangi.

Sekilas memang tidak ada perbedaan dalam kemasan Tahu Pelangi dengan tahu yang lainnya. Namun akan sangat menarik jika ternyata Tahu Pelangi ini adalah tahu organik.

Tentu saja membuat inovasi membuat tahu organik tidak jatuh dari langit. Sejak belia Rudi telah menjadi bagian dari proses produksi tahu konvensional dengan berbagai problemanya. 10 tahun yang lalu dengan modal 25 juta beliau mengajak orang-orang sekitar untuk membuat perusahaan tahu. Naik turun usahanya membuatnya memiliki pengalaman yang sangat berharga.

“Tidak ada kata gagal dalam berbisnis, yang ada hanyalah rugi materi” ungkapnya. Meskipun terdapat kerugiaan secara materi uang namun imbal baliknya kita biasanya akan memperoleh keuntungan immaterial seperti pengalaman dan sikap mental yang semakin matang. Semangatnya untuk bangkit dari keterpurukan membuatnya semakin mapan dan siap merintis kembali usaha tahunya dengan nama Tahu Pelangi.  Omset dari tahu pelangi ini seharinya sudah mencapai 3-4 juta Rupiah. Artinya Ratusan Juta siap dikantongi sang pemilik setiap bulannya. Wah menarik ya

Wah rupanya kegigihannya perlu kita contoh agar hidup kita bisa sukses juga.. Kan enak kalau kita sudah sukses maka semakin banyak orang-orang yang akan terbantu dengan adanya kita. Kegigihan, yakni bangkit dari kegagalan dan kembali melanjutkan usaha untuk sampai titik berhasil merupakan modal yang sangat utama bagi seseorang untuk mencapai impian besar dalam hidup kita.

Seperti layaknya pengalaman hidup dari pemilik tahu pelangi ini, di AHa Self Inspiration Center pun kami membantu menfasilitasi anak anak Indonesia memiliki mental usaha yang sungguh sungguh. Biasanya selain materi indoor tentang mental berusaha sungguh sungguh ini, kami juga memfasiltasi dengan permainan penuh dengan tantangan tantangan yang meningkatkan mental usaha sungguh sungguh seseorang. Outbound nya seru sekali, meski tidak selalu di tempat yang bernuansa petualangan alam. Bahkan di halaman sekolah pun bisa kami create outbound penuh petualangan. Alhasil outbound khas AHa ini menjadi salah satu bagian dari pelatihan yang sangat ditunggu dan dinanti peserta latih kami.

Nah, Anak Hebat, penasaran ya outboundnya dan program program AHa keseruannya seperti apa...??

Di AHa Self Inspiration Center ini terdapat banyak program dan metode pelatihan lhoo... Yuk kita cek semua program-program di AHa ini yang bisa membuat anda semua menjadi Anak Hebat :)

Satu yang kami yakini bahwa setiap anak/diri kita dilahirkan dengan potensi hebatnya, namun sayang kadang dia tidak sadar dirinya hebat atau tidak memiliki lingkungan yang memfasilitasi dirinya untuk menjadi hebat. Yuk bersama AHa kami bantu fasilitasi anda memunculkan kehebatan diri Anda. Salah satu yang kami bantu lejitkan adalah mental berusaha sungguh sungguh. Semoga seperti pemilik tahu pelangi yang memiliki mental usaha sungguh sungguh itu, kita pun dapat mendapatkan kesuksesan besar seperti beliau. Aamiin


Salam Sejuta Motivasi!

Aug 16, 2013

Buat Kemungkinan Jadi Kenyataan

Wright Bersaudara
Dear Anak Hebat, pada tahun 1900, Wright bersaudara ingin sekali manusia juga dapat merasakan terbang di udara seperti burung. Kemudian mereka memberitahukan mimpi mereka ke semua orang bahwa manusia juga punya kemungkinan orang terbang. Tanggapan sinis dan keraguan pun menyerang mereka bahwa manusia tidak dapat terbang. Bahkan ada yang menganggap bahwa ide mereka adalah ide gila dan tidak masuk akal.

Bukannya kecewa, Wright bersaudara semakin termotivasi untuk mewujudkan impiannya. Percobaan demi percobaan pun dilakukan. Tidak sedikit percobaan mereka yang gagal, bahkan mengancam keselamatan jiwa. Tapi Orville Wright dan Wilbur Wright tidak menyerah pada visi mereka. Mereka mempersiapkan segala risikonya jika percobaan mereka gagal, seperti mereka menyiapkan landasan darurat di pantai berpasir yang lebih aman.

Pesawat Terbang Pertama di Dunia

Pada 17 Desember 1903, di pagi hari yang cerah, mereka berhasil mengubah kemungkinan menjadi kenyataan. Dari percobaan yang berulang kali gagal, Wright bersaudara akhirnya berhasil menorehkan sejarah penerbangan dunia untuk pertama kalinya. Meski hanya bisa melayang setinggi 10 kaki selama 12 detik, tetapi percobaan mereka merupakan fondasi penemuan pesawat terbang. 

Pesawat Rancangan Wright Bersaudara


Anak Hebat, jika kamu dapat melihat kemungkinan-kemungkinan, yakinilah dan wujudkan kemungkinan tersebut! Mungkin kamu juga akan melihat banyak rintangan dan tantangan. Tetapi yang membedakan kamu dengan orang lain adalah mereka hanya bisa melihat risikonya saja, sedangkan kamu bisa melihat bagaimana mengatasi risiko tersebut. 

Ketika orang lain menyerah dan menangisi kegagalan, kekuatan pikiran kamulah yang dapat mengatasinya. Katakan bahwa kamu dapat bangkit lagi setiap kali gagal dan mencoba lagi. Singkirkan segala keraguan dan ketakutan. Jika kamu percaya kamu  dapat terbang, maka kamu pun terbang. “We become what we think about”.


Salam Sejuta Motivasi
Tim Trainer AHa


Abdurrahman Hanafi

Jul 22, 2013

Bermimpilah Setinggi Langit

99 Cahaya di Langit Eropa
Sahabat Bintang... Masih seputar perjalanan saya berkeliling di salah satu toko buku terbesar di kota Bandung. Perhatian saya saya kali ini adalah sebuah buku menarik karangan Hanum Salsabiela dan Rangga Almahendra – sepasang suami istri hebat yang berkesempatan untuk menikmati perjalanan ke benua biru – Eropa.

Wow subhanallah... Siapa yang tidak ingin pergi ke sana ya... Bukan saja bagi para penggila sepakbola kemegahan stadion raksasa yang super mewah dengan berbagai jenis pertandingan hebat dari berbagai liga ingin ditonton namun juga banyak sekali bangunan-bangunan bersejarah sampai bangunan-bangunan mewah yang menambah kemegahan benua biru ini. Dan ini yang coba disampaikan oleh penulis ini dengan sangat apik yang membuat saya ingin juga melihat langsung ke sana. Setelah Mekkah dan Madinah nampaknya Eropa harus saya tambahkan menjadi salah satu di dreamlist saya hehehehhe... 

... bertemu Eropa dan Islam. Terlepas dari on and off relationship keduanya selama satu dekade terakhir ini, mereka sangatlah erat dan serasi di masa lalu. Eropa, sungguh, lebih dari sekadar Menara Eiffel, Colosseum Roma, atau Tembok Berlin.

Mengutip kata-kata George Santayana: ‘Those who don’t learn from history are doomed to repeat it.’ Barang siapa melupakan sejarah, dia pasti akan mengulanginya. Banyak di antara umat Islam kini yang tidak mengenali sejarah kebesaran Islam pada masa lalu.” (hlm. 4)

99 Cahaya di Langit Eropa adalah sebuah novel yang ditulis berdasarkan kisah nyata mengenai perjalanan spiritual Hanum Salsabiela Rais dan suaminya, Rangga Almahendra, dalam mengulik sejarah Islam selama 3 tahun mereka menetap di bumi Eropa. Dalam buku ini, perjalanan mereka terbagi menjadi empat rute utama: Wina (Austria), Paris (Prancis), Cordoba dan Granada (Spanyol), serta Istanbul (Turki).

Petualangan mereka dimulai dari Rangga yang mendapat beasiswa untuk studi S3 di WU Vienna dan memboyong serta istrinya, Hanum, yang menyusul 4 bulan kemudian. Selanjutnya, Hanum bekerja untuk proyek video podcast Executive Academy di kampus suaminya. Di tengah-tengah kesibukannya mengerjakan projek tersebut, Hanum pun mengikuti kursus bahasa Jerman. Dan di tempat itulah ia menjalin persahabatan dengan Fatma Pasha, seorang Muslimah asal Turki.

Melalui penuturan Fatma, kita pun paham bahwa menjadi seorang Muslim di negara yang umat Islamnya menjadi minoritas bukanlah hal mudah. Fatma berkali-kali ditolak bekerja di berbagai perusahaan karena ia berhijab. Belum lagi kesulitan menemukan ruang ibadah di tempat umum. Meskipun demikian, Fatma telah bertekad untuk menjadi agen Muslim yang baik di tempatnya berada. Seperti ketika sekelompok turis asing mengolok-olok Turki dengan croissant, yang merupakan roti untuk merayakan kalahnya Turki di Wina, ia justru membayari makan turis tersebut dan mengajaknya berteman supaya ia dapat belajar bahasa Inggris darinya.

Bersama tiga kawannya: Latife, Ezra, dan Oznur, Fatma menetapkan tiga poin penting dalam syiar Islamnya di Austria: tebarkan senyum indahmu, kuasai bahasa Jerman dan Prancis, serta jujur dalam berdagang. Terbukti, salah satu kawannya jatuh cinta pada Islam karekna mengenal keramahan dan senyum Latife, hingga kemudian ia menjadi mualaf. Subhanallah.... jadi langsung dech lihat cermin melihat apakah senyumku sudah indah (hehehe sambil senyum – senyum sendiri tea)

Buku ini ditulis dengan bahasa yang begitu lancar mengalir dan mudah dipahami. Meskipun ditulis dengan gaya novel, tetap tak mengurangi esensinya sebagai buku yang sarat akan ilmu dan pengetahuan agama. Akhir kata, 99 Cahaya di Langit Eropa merupakan bacaan yang layak bagi mereka yang ingin memelajari sejarah Islam dengan mudah. 

Ayooo... Sahabat Bintang kalau kita yakin bahwa Allah akan kabulkan semua do’a da pinta kita pastilah semuanya akan terwujud dengan sangat sempurna tanpa kita kita tahu bagaimana caranya. Masih ingat materi 3B kaan... 

B1 Bercita – Cita Kuat, 
B2 Berusaha Sungguh – Sungguh, dan 
B3 Berbagi Sebanyak – banyaknya. 

Oia, satu lagi Bermimpilah setinggi – tingginya dan sebanyak – banyaknya jangan pernah takut jatuh karena kalau pun jatuh kita masih akan jatuh ke urutan mimpi kita yang lainnya.



Hani Annisa Fitrianty – Divisi Produk dan Sumber Daya Manusia

Jul 5, 2013

Merubah dari Nggak Banget! Jadi Iya Bangettt!

mengolah dan memanfaatkan kotoran sapi
Apa yang terbayang dipikiranmu jika disebut kata “kotoran sapi”??? Week ada yang langsung mual, jijik, bauuu.. dan lain-lain yang menggambarkan gak enak, tapi siapa sangka ternyata kotoran sapi yang menurut kita menjijikan itu ternyata bisa menjadi sumber uang lho. Bahkan bisa menghasilkan bisnis dengan nominal milyaran serta mampu menjadi salah satu sumber devisa Negara, subhanallah memang terbukti ya semua ciptaan Allah SWT itu selalu bermanfaat.

Adalah pemuda kelahiran Medan, 5 November 1984 bernama Syammahfuz Chazali yang menjadi pencetus ide pemanfaatan ampas kotoran sapi untuk bahan campuran gerabah. Setelah mengumpulkan berbagai informasi tentang kemungkinan pengolahan kotoran sapi, melakukan penelitian sederhana Ia mendapati bahwa kotoran sapi memiliki tekstur lembut, mengandung banyak serat, dan silikat (sejenis bahan perekat) sebesar 9,6 %.

Bersama 4 orang temannya Fatmawati dan agus Dwi Nugroho dari Jurusan Sosial Ekonomi, Fakultas Pertanian, serta Wusono Bayu Pamungkas dan Irwan Nurcahyo dari Fakultas Peternakan, membentuk team yang bernama Faerumnesia. Nama ini berasal dari istilah peternakan yang berarti Kotoran dari lambung sapi Indonesia. Faerumnesia singkatan dari faeces = kotoran ato tinja, ruminant = perut sapi atau binatang memamah biak dan sia = kependekan Indonesia.

Sebelum digunakan sebagai bahan campuran tentunya kotoran sapi itu diolah terlebih dahulu utuk menghilangkan bau dan tidak menyebabkan gatal, yaitu dengan cara mencampur kotoran sapi tersebut dengan bioactivor atau biang kompos sehingga menghsilkan humat atau ekstrak kotoran. Proses pembuatan humat ini memerlukan waktu kurang lebih sebulan. Dan hasilnya luarr biasa tanah liat yang sudah dicampur humat menghasilkan gerabah yang kuat dan bobotnya menjadi lebih ringan 2kg. Sudah terbukti secara ilmiah dan sudah diuji Laboratorium. Di bakar pada suhu 90 derajat celcius keramik organik inipun tidak pecah berkat kandungan silikat yang terdapat dalam kotoran sapi yg sudah menjadi humat ini.

Dalam proses produksinya team Faerumnesia melibatkan banyak pihak, misalnya untuk bahan baku mereka bekerja sama dengan kelompok peternak sapi Bantul dan melibatkan kalangan perajin kasongan yang sudah terbiasa mendapat pesanan dalam jumlah yang besar. Sehingga pesanan 1000 buah dekomposter rumah tangga berupa guci dari Universitas Trisakti bisa terpenuhi. Selain itu beberapa tawaran bisnispun muncul dari India memesan batu bata, Brunei Darussalam memesan humat sebesar 60ton perhari guna bahan baku bahan bangunan semacam batako. Jangan ditanya omsetnya , milyaran cuy..Subhanallah.. kereen yaa.

Melihat peluangnya yang luar bisa, Team Ferumnesia mulai mengembangkan hasil bahan baku gerabah ke sektor lain misalnya untuk bahan baku genteng dan batu bata, dekomposter paling banyak peminatnnya terutama kalangan ibu-ibu rumah tangga. Bentuknya semacam gentong tapi bisa dilukis semaunya sesuai selera. Selain itu dekomposter bisa juga djadikan untuk menampung sisa-sisa sayuran kemudian diberi cairan activator dalam waktu 1-2 minggu sudah bisa dijadikan pupuk. Luar biasa ya.. Sudah bagus ramah lingkungan pula (Y). Semangat lanjutkan Team Ferumnesia… Baca kisah lengkap & serunya perjuangan mereka dalam buku "Wirausaha Muda Mandiri" by Rhenald Kasali.

Jun 26, 2013

Anak Indonesia yang Berhasil Berkarya di Kancah Internasional

Selain melimpah akan sumber daya alamnya, Indonesia juga seolah menjadi gudang orang-orang jenius dan berprestasi. Namun sayangnya, kebanyakan dari kita belum bisa benar-benar menghargai karya-karya mereka, sehinga menuntut mereka lebih banyak berkiprah dan berkarya di luar negeri. Hmm.. sayang banget ya.

Anak Hebat, berikut ini adalah sedikit dari profil anak-anak Indonesia yang berhasil mengukir prestasi hebat. Dan banyak sekali orang-orang yang sudah merasakan manfaat dari karya-karya mereka. Kita kenalan yuk...

Sehat Sutardja

Sehat Sutardja

Menjadi orang kaya tak melulu harus menjadi pengusaha. Memiliki otak encer dan berprestasi akademik tanpa terlibat dalam dunia politik pun bisa menjadi jalan untuk menjadi orang kaya. Syaratnya cuma jangan berkiprah di Tanah Air. Setidaknya syarat ini diisyaratkan Sehat Sutardja, pria kelahiran Jakarta , 49 tahun silam. Nama ini mungkin terdengar asing dan tidak familiar di Tanah Air. Tapi di Amerika Serikat, Sehat adalah cerita sukses perjuangan seorang imigran yang tetap mengagungkan ilmu untuk meraih sukses. Sadar menjadi cerdas di Indonesia tak bakalan dihargai oleh negara , ia hijrah ke AS saat usianya masih 19 tahun. Ia pun memilih tinggal dan menjadi warga AS. Siapa sangka, Sehat kini termasuk salah satu orang terkaya di negeri Paman Sam, Amerika Serikat (AS). 

Bersama kakaknya, Pantas Sutardja, Sehat mendirikan Marvell Technology Group, perusahaan yang terdaftar dan go public di indeks bursa Nasdaq New York Stock Exchange. Namanya tercantum dalam majalah Forbes dengan kekayaan bersih 1 miliar dolar AS atau sekitar Rp. 10 triliun ( kurs Rp. 10 ribu per dolar AS. Ia masuk dalam kategori Exclusive Billioners Club untuk pertama kalinya di tahun 2007. Perjuangan Sehat bersama tiga orang teman menembus industri semikonduktor di AS bisa menginspirasi ketika seseorang yang bukan siapa-siapa menjadi apa-apa. Kini Marvell, perusahaan yang dibentuknya tahun 1995, berkibar sebagai perusahaan yang paling dipercaya publik tahun 2005. Hanya dalam waktu 10 tahun!

Bukan cuma itu, Marvell tercatat sebagai one of the best managed company in America dan menjadi kampium di semi-conductor company top ten list. Semuanya bergengsi karena yang memilihnya adalah majalah Forbes, majalah referensi utama ekonomi dunia. Kisah Sehat dimulai saat ia kelas enam sekolah dasar di Jakarta sekitar tahun 1970-an. Ia baru menyadari ketertarikannya pada bidang elektronik (komputer belum populer saat itu). Ia menyampaikan kepada orangtuanya bahwa ia bakal berkarir di bidang elektronik. Orang tuannya heran. Maklumlah, tahun 1970-an, karier di bidang elektronik berarti menjadi tukang reparasi radio, dan syukur-syukur TV yang masih jarang waktu itu. Sang bapak dan Ibu ingin Sehat menjadi dokter.

Sehat kecil sudah bermimpi menciptakan hal-hal hebat yang muncul dari elektronik. Dia mulai gandrung dengan elektronika saat tanpa sengaja menemukan buku fisika milik saudaranya yang membahas soal listrik, rangkaian, kapasitor, resistor dan sebagainya. 30 tahun setelah itu, ia bukan saja mewujudkan mimpinya. Ia bahkan membuat bangga Indonesia meski tak lagi menjadi WNI. Tamat SMA di Kolese Kanisius, Jakarta,Sehat yang memiliki otak cerdas berpikir sekolah di Indonesia belum menghargai ilmu. Bermodalkan semangat, ia melamar di University of California,Berkeley, AS. Diterima di universitas bergengsi tak berarti jalan hidup Sehat lurus-lurus saja. Pada 1995,Sehat berpikir bahwa bila ingin sukses ia harus memiliki perusahaan sendiri. Maka, bersama Pantas, dan istrinya, Weili Dai, mereka mengumpulkan duit lalu mendirikan perusahaan IT, Marvell Group. Tahun-tahun awal dilalui dengan sukses berat. Mereka bekerja tak kenal waktu siang dan malam demi kesempurnaan produknya. Mereka bahkan tidak menggaji diri mereka sendiri dan hidup dalam kesederhanaan. Jarang sekali mereka bertemu dengan keluarga. Bahkan saat produk pertama mereka muncul di pasaran, mereka masih harus berjuang keras meyakinkan pembeli untuk membeli produk mereka tersebut. “Saat itu kami sangat-sangat kecil, terlalu berisiko,” kenang Sehat. “Saat itu sangat berat untuk kami. Kami rasa saat itu kami beruntung mendapatkan pelanggan, namun kami berhasil menciptakan produk yang tak dapat dilakukan oleh pesaing kami. Setelah tiga atau empat tahun berjalan, kami mendapatkan satu pelanggan. Tahun berikutnya kami mendapatkan pelanggan lainnya.”

Akhirnya mereka berhasil. Tahun 2003, Ernst & Young menganugerahi Sehat dan istrinya sebagai Entrepreneur of the Year atas kegigihan mereka dalam inovasi, kepemimpinan teknologi, dan kesuksesan bisnis. Marvell bermarkas di Sunnyvale, AS. Hanya butuh waktu 10 tahun untuk membesarkan Marvell. Siapa yang mengira hanya dalam tempo 10 tahun, Sehat kini memimpin Marvell yang memiliki 1.800 pegawai dan menjelma menjadi perusahaan berharga miliaran dolar AS. Berdasarkan kesuksesan dan pengalamannya, Sehat memberikan nasihat kepada para mahasiswanyam “Belajarlah sebanyak mungkin, tentang software, biologi, fisika lanjutan, semua hal. Mengetahui satu jenis pengetahuan saja tidaklah cukup. Banyak orang berhenti belajar ketika mereka ingin menjadi seorang pengusaha. Itu adalah kesalahan terbesar yang ada.”


Nelson Tansu, Profesor Termuda di AS

Nelson Tansu, Profesor Termuda di AS


Kisah sukses lainnya diperlihatkan Profesor Nelson Tansu. Siapa lagi nih? Asal tahu saja, Nelson adalah peraih gelar profesor termuda di AS. Nelson adalah ilmuwan kelahiran Medan, 20 Oktober 1977. Ia meraih gelar profesor di bidang electrical engineering sebelum berusia 30 tahun. Ia menjadi lulusan terbaik dari SMA Sutomo 1 Medan. Pernah menjadi finalis team Indonesia di Olimpiade Fisika. Meraih gelar sarjana dari Wisconsin University yang ditempuhnya dalam 2 tahun 9 bulan dan dengan predikat Summa Cum Laude. Ia meraih gelar PhD dalam usia 26 tahun di universitas yang sama. Nelson mengaku, orang tuanya hanya membiayai pendidikannya hingga sarjana. Selebihnya, karena otaknya yang encer, ia menjadi rebutan tawaran beasiswa. Dia juga merupakan orang Indonesia pertama yang menjadi profesor di Lehigh University, tempatnya bekerja sekarang.

Tesis doktoralnya mendapat award sebagai “The 2003 Harold A. Peterson Best ECE Research Paper Award” mengalahkan 300 tesis doktoral lainnya.

You-Pim Lim

Yow-Pin Lim, putra kelahiran Surabaya adalah contoh lain kisah sukses putra Indonesia di luar negeri. Ia adalah pendiri Chief Scientific Officer Pro Thera Biologics, sebuah perusahaan di Rhode Island, AS. Pro Thera dibentuk sebagai keberlanjutan teknologi yang telah dikembangkan di Rhode Island Hospital, dengan misi mengembangkan dan memasarkan produk berbasiskan protein theranostic dan therapeutic.

Riset yang dihasilkan pria kelahiran Cirebon 49 tahun yang lalu ini berkontribusi pada pemahaman terhadap molekul kompleks pada fisiologi manusia dan berbagai macam penyakit, terutama sepsis, anthrax, dan kanker. Lim kini memiliki beberapa paten, antara lain Preparative Electrophoresis Device and Methods for Detecting Cancer of the Central Nervous System. Hebatnya penemuan Lim menjadi acuan utama rumah sakit-rumah sakit di AS saat ini.


Yanuar Nugraha, Dosen Terbaik Inggris
Yanuar Nugraha, Dosen Terbaik Inggris

Tahun 2009 lalu, seorang putra Indonesia menyedot perhatian dunia akademik di Inggris . Namanya Yanuar Nugroho, pengajar di Institut Kajian Inovasi ata Manchester Institution of Innovation Research dan Pusat Informatika Pembangunan Universitas Manchester. Yanuar meraih penghargaan sebagai dosen terbaik 2009 dan hebatnya ia adalah satu-satunya orang Indonesia yang jadi dosen di Inggris. Menurut Yanuar, Desember tahun lalu, kriteria utama penilaian penghargaan tersebut adalah sumbangan akademik lewat penelitian, tulisan, seminar, kuliah dan konferensi. Selama dua tahun terakhir ini, ia terlibat pada lebih dari 15 penelitian yang didanai oleh Uni Eropa, Dewan Riset Inggris, Dewan Riset Eropa, serta Departemen Industri dan Perdagangan Inggris. Selain mempublikasikan tulisannya di berbagai jurnal internasional, presentasi di konferensi kelas dunia, dan menjadi dosen tamu di beberapa universitas termasyhur, seperti Oxford dan Cambridge. 

Nugroho adalah alumnus Teknik Industri ITB tahun 1994. Ia mendapatkan gelar PhD-nya dari Universitas Manchester dalam waktu kurang dari tiga tahun pada 2007, dan menyelesaikan post-doctoral pada 2008. Sejak Agustus 2008, Nugroho menjadi staf penuh di Universitas Manchester.

Ken Soetanto
Kent Kawan Soetanto

Ken Kawan Soetanto mungkin menjadi orang Indonesia yang paling sukses berkiprah dari sisi akademik di luar negeri. Bayangkan, ia sudah mematenkan 31 penemuannya, 29 di Jepang, dua di AS, untuk bidang interdisipliner ilmu elektronika, kedokteran, dan farmasi.

Soetanto juga adalah peraih gelar profesor dan empat doktor sekaligus dari empat universitas berbeda di Jepang. Sebegitu terkenalnya Soetanto di Jepang sampai-sampai oleh mahasiswanya ia memiliki metode khusus mengajar yang diberi nama “Metode Soetanto” atau “Efek Soetanto”.Metode ini menekankan pada menggali aspek yang menyentuh hati mahasiswa dan mengumandangkan motivasi serta pemahaman tujuan yang ingin diraih. Pemerintah Jepang sangat menghargai Soetanto yang sudah menjadi warga Jepang ini. Satu penemuannya bernama NEDO (The New Energy and Industrial Technology Development Organization) memberinya penghormatan sebagai penelitian puncak di Jepang dalam rentang 20 tahun, 1987-2007. “Itu riset smart medicine atau obat cerdas yang mampu menelusuri sistem jaringan pembuluh darah untuk mencari sel-sel kanker dan melumpuhkannya,” kata Soetanto. 

Mengapa ia hijrah ke Jepang? Soetanto mengatakan, “Negara tanpa riset akan lemah. Riset harus dikembangkan melalui pendidikan yang baik. Di Indonesia, Soetanto pernah merasa terbuang. Tahun 1965, ketika terjadi pergolakan politik menentang komunisme, hak mendapat pendidikan Soetanto terampas. Sekolahnya, Chung-Chung High School di Surabaya ditutup untuk selamanya. Soetanto hanya menyelesaikan pendidikannya sampai kelas I SMA. Selama tak lagi bersekolah, dia bekerja mereparasi elektronik di toko abangnya di Surabaya. Setelah uang terkumpul, berangkatlah dia ke Jepang tahun 1974.

Andreas Raharso
Andreas Raharso

Satu lagi putra Indonesia yang membanggakan di luar negeri adalah Andreas Raharso. Pria berusia 44 tahun itu saat ini menduduki pimpinan atau CEO pada sebuah lembaga riset global Hay Group. Hay Group mempunyai jaringan di hampir belahan dunia dan berkantor pusat di Amerika. Klien dari Hay Group ini kebanyakan adalah para pemimpin dunia seperti AS, Perancis, dan Inggris. Jabatan yang diraih Andreas cukup fenomenal, karena merupakan satu-satunya orang Asia yang berhasil menduduki posisi puncak. Selama ini jabatan itu didominasi warga Amerika dan Eropa. Menilik prestasi dan kegigihan orang-orang Indonesia ini memang tidak kalah bahkan setara dengan ilmuwan dunia. 

Kesadaran bahwa kondisi pendidikan di Tanah Air masih belum kondusif membuat mereka harus meninggalkan Indonesia untuk meraih sukses. Di Tanah Air, dunia pendidikan kita saat ini malah masih mempersoalkan perlu tidaknya ujian nasional (UN). Sayang sekali.

Anak Hebat, ingin mampu berkarya hebat seperti tokoh-tokoh di atas? AHa Self Inspiration Center punya banyak program-program unggulan untuk menemukan potensi terbaik dan meraih prestasi gemilang.. Gabung Yuk!

Jun 6, 2013

Tokoh Hebat Dibalik Antivirus ARTAV

Arrival Dwi Sentosa
ARTAV AntiVirus adalah nama antivirus lokal yang diciptakan oleh Arrival Dwi Sentosa, seorang anak yang masih duduk di kelas 2 SMP. Meskipun masih belum sehebat SmadAV tapi keluarnya ARTAV AntiVirus ini merupakan start yang bagus yang perlu diacungi jempol. ARTAV sendiri diharapkan mampu memberikan kontribusi dalam perkembangan teknologi AntiVirus lokal setelah SmadAV.

ARTAV kepanjangan dari "Arrival Taufik Anti Virus" yang merupakan gabungan nama dirinya dan kakaknya yang bernama Taufik Aditya Utama. Sang kakak adalah desainer dari ARTAV AntiVirus.

Sebenarnya siapa Arrival Dwi Sentosa yang merupakan pencipta ARTAV AntiVirus ini? Arrival Dwi adalah siswa yang masih duduk di kelas 2 SMP Negeri 48 Bandung. Anak kedua dari pasangan Herman Suherman (45) dan Yeni Soffia (38) ini sebenarnya adalah anak seperti layaknya teman-teman lainnya yang suka main game dan internet.

Awal mula terciptanya ARTAV AntiVirus ini karena pengalaman tidak enak dengan komputernya yang sering diinstall ulang karena terkena virus. Karena penasaran dengan cara kerja virus tersebut dia akhirnya membeli buku tentang visual basic agar tahu cara mengantisipasinya. Waktu satu tahun dihabiskan oleh Ival (panggilan akrab) untuk membuat ARTAV AntiVirus ini. Sebelum ARTAV ini populer, sebenarnya Ival cuma memberikan AntiVirus ini kepada teman dan keluarganya saja. Lantaran mendapat respon bagus dari keluarga dan teman-temannya kemudian dia memberanikan diri memposting AntiVirus buatannya di akun facebooknya. Ternyata begitu diposting di Facebook respon masyarakat sangat bagus.

Apr 26, 2013

Kisah Inspiratif: Kakek Penjual Amplop di ITB

Kisah nyata ini ditulis oleh seorang dosen ITB bernama Rinaldi Munir mengenai seorang kakek yang tidak gentar berjuang untuk hidup dengan mencari nafkah dari hasil berjualan amplop di Masjid Salman ITB. Jaman sekarang amplop bukanlah sesuatu yang sangat dibutuhkan, tidak jarang kakek ini tidak laku jualannya dan pulang dengan tangan hampa. Mari kita simak kisah Kakek Penjual Amplop di ITB.

Kakek Penjual Amplop di ITB

Kisah Inspiratif: Kakek Penjual Amplop di ITB

Setiap menuju ke Masjid Salman ITB untuk shalat Jumat saya selalu melihat seorang Kakek tua yang duduk terpekur di depan dagangannya. Dia menjual kertas amplop yang sudah dibungkus di dalam plastik. Sepintas barang jualannya itu terasa “aneh” di antara pedagang lain yang memenuhi pasar kaget di seputaran Jalan Ganesha setiap hari Jumat. Pedagang di pasar kaget umumnya berjualan makanan, pakaian, DVD bajakan, barang mainan anak, sepatu dan barang-barang asesori lainnya. Tentu agak aneh dia “nyempil” sendiri menjual amplop, barang yang tidak terlalu dibutuhkan pada zaman yang serba elektronis seperti saat ini. Masa kejayaan pengiriman surat secara konvensional sudah berlalu, namun Kakek itu tetap menjual amplop. Mungkin Kakek itu tidak mengikuti perkembangan zaman, apalagi perkembangan teknologi informasi yang serba cepat dan instan, sehingga dia pikir masih ada orang yang membutuhkan amplop untuk berkirim surat.

Kehadiran Kakek tua dengan dagangannya yang tidak laku-laku itu menimbulkan rasa iba. Siapa sih yang mau membeli amplopnya itu? Tidak satupun orang yang lewat menuju masjid tertarik untuk membelinya. Lalu lalang orang yang bergegas menuju masjid Salman seolah tidak mempedulikan kehadiran Kakek tua itu.

Kemarin ketika hendak shalat Jumat di Salman saya melihat Kakek tua itu lagi sedang duduk terpekur. Saya sudah berjanji akan membeli amplopnya itu usai shalat, meskipun sebenarnya saya tidak terlalu membutuhkan benda tersebut. Yach, sekedar ingin membantu Kakek itu melariskan dagangannya. Seusai shalat Jumat dan hendak kembali ke kantor, saya menghampiri Kakek tadi. Saya tanya berapa harga amplopnya dalam satu bungkus plastik itu. “Seribu”, jawabnya dengan suara lirih. Oh Tuhan, harga sebungkus amplop yang isinnya sepuluh lembar itu hanya seribu rupiah? Uang sebesar itu hanya cukup untuk membeli dua gorengan bala-bala pada pedagang gorengan di dekatnya. Uang seribu rupiah yang tidak terlalu berarti bagi kita, tetapi bagi Kakek tua itu sangatlah berarti. Saya tercekat dan berusaha menahan air mata keharuan mendengar harga yang sangat murah itu. “Saya beli ya pak, sepuluh bungkus”, kata saya.

Kakek itu terlihat gembira karena saya membeli amplopnya dalam jumlah banyak. Dia memasukkan sepuluh bungkus amplop yang isinya sepuluh lembar per bungkusnya ke dalam bekas kotak amplop. Tangannya terlihat bergetar ketika memasukkan bungkusan amplop ke dalam kotak.

Saya bertanya kembali kenapa dia menjual amplop semurah itu. Padahal kalau kita membeli amplop di warung tidak mungkin dapat seratus rupiah satu. Dengan uang seribu mungkin hanya dapat lima buah amplop. Kakek itu menunjukkan kepada saya lembar kwitansi pembelian amplop di toko grosir. Tertulis di kwitansi itu nota pembelian 10 bungkus amplop surat senilai Rp7500. “Kakek cuma ambil sedikit”, lirihnya. Jadi, dia hanya mengambil keuntungan Rp250 untuk satu bungkus amplop yang isinya 10 lembar itu. Saya jadi terharu mendengar jawaban jujur si Kakek tua. Jika pedagang nakal ‘menipu’ harga dengan menaikkan harga jual sehingga keuntungan berlipat-lipat, Kakek tua itu hanya mengambil keuntungan yang tidak seberapa. Andaipun terjual sepuluh bungkus amplop saja keuntungannya tidak sampai untuk membeli nasi bungkus di pinggir jalan. Siapalah orang yang mau membeli amplop banyak-banyak pada zaman sekarang? Dalam sehari belum tentu laku sepuluh bungkus saja, apalagi untuk dua puluh bungkus amplop agar dapat membeli nasi.

Setelah selesai saya bayar Rp10.000 untuk sepuluh bungkus amplop, saya kembali menuju kantor. Tidak lupa saya selipkan sedikit uang lebih buat Kakek tua itu untuk membeli makan siang. Si Kakek tua menerima uang itu dengan tangan bergetar sambil mengucapkan terima kasih dengan suara hampir menangis. Saya segera bergegas pergi meninggalkannya karena mata ini sudah tidak tahan untuk meluruhkan air mata. Sambil berjalan saya teringat status seorang teman di fesbuk yang bunyinya begini: “Kakek-Kakek tua menjajakan barang dagangan yang tak laku-laku, ibu-ibu tua yang duduk tepekur di depan warungnya yang selalu sepi. Carilah alasan-alasan untuk membeli barang-barang dari mereka, meski kita tidak membutuhkannya saat ini. Jangan selalu beli barang di mal-mal dan toko-toko yang nyaman dan lengkap….”.

Si Kakek tua penjual amplop adalah salah satu dari mereka, yaitu para pedagang kaki lima yang barangnya tidak laku-laku. Cara paling mudah dan sederhana untuk membantu mereka adalah bukan memberi mereka uang, tetapi belilah jualan mereka atau pakailah jasa mereka. Meskipun barang-barang yang dijual oleh mereka sedikit lebih mahal daripada harga di mal dan toko, tetapi dengan membeli dagangan mereka insya Allah lebih banyak barokahnya, karena secara tidak langsung kita telah membantu kelangsungan usaha dan hidup mereka.

Dalam pandangan saya Kakek tua itu lebih terhormat daripada pengemis yang berkeliaran di masjid Salman, meminta-minta kepada orang yang lewat. Para pengemis itu mengerahkan anak-anak untuk memancing iba para pejalan kaki. Tetapi si Kakek tua tidak mau mengemis, ia tetap kukuh berjualan amplop yang keuntungannya tidak seberapa itu.

Di kantor saya amati lagi bungkusan amplop yang saya beli dari si Kakek tua tadi. Mungkin benar saya tidak terlalu membutuhkan amplop surat itu saat ini, tetapi uang sepuluh ribu yang saya keluarkan tadi sangat dibutuhkan si Kakek tua.

Kotak amplop yang berisi 10 bungkus amplop tadi saya simpan di sudut meja kerja. Siapa tahu nanti saya akan memerlukannya. Mungkin pada hari Jumat pekan-pekan selanjutnya saya akan melihat si Kakek tua berjualan kembali di sana, duduk melamun di depan dagangannya yang tak laku-laku.

Mari kita bersyukur telah diberikan kemampuan dan nikmat yang lebih daripada kakek ini. Tentu saja syukur ini akan jadi sekedar basa-basi bila tanpa tindakan nyata. Mari kita bersedekah lebih banyak kepada orang-orang yang diberikan kemampuan ekonomi lemah. Allah akan membalas setiap sedekah kita, amiin.

Mar 16, 2013

Lelaki Ini Mampu Membelah Gunung

Barangkali inilah satu-satunya pria yang telah membuat sejarah yang sama dengan Muaz bin Jabal (Sahabat Rasulullah SAW). Ia menghabiskan lebih dari 20 tahun untuk membelah gunung dengan cara memahat menggunakan alat yang begitu sederhana. Hal yang cukup mustahil dilakukan, namun pria tersebut telah mengorbankan tenaga hampir sepanjang hidupnya untuk menciptakan akses jalan bagi masyarakat.

Dashrath Manjhi membelah gunung
Hampir lima dekade lalu, seorang petani asal India bernama Dashrath Manjhi, memutuskan untuk mengakhiri kesulitan desa dengan menggorok sebuah bukit setinggi 300 kaki, guna membuat jalan pintas sejauh 1 kilometer, menghubungkan desa Atri dan Wazirganj, pinggiran kota Gaya, India.

Sejak tahun 1959, pria legendaris ini berhasil membuat jalan sepanjang 360 kaki dan lebar 30 kaki dengan hanya menggunakan palu, pahat dan sekop. Luar biasanya lagi, ia bekerja seorang diri tanpa bantuan orang lain.



Sudah bertahun-tahun penduduk desa meminta pemerintah untuk membuka akses jalan pintas. Namun, pemerintah sama sekali tak menghiraukannya. Bukit berbatu ini membuat desa daerah berada dalam isolasi, memaksa penduduknya untuk melakukan perjalanan melalui daerah berbahaya selama berjam-jam, hanya untuk mencapai tanah mereka atau kota pasar terdekat.Anak-anak harus berjalan 8 kilometer untuk mencapai sekolah, namun berkat jalan handmade Dashrath Manjhi itu,jarak telah dikurangi menjadi 3 kilometer, dan setiap hari orang-orang darilebih dari 60 desa kini menggunakan akses jalan yang masih berbatu tersebut.

Beberapa saat sebelum menyerah pada kanker yang mengusiknya pada 2007 lalu, Manjhi sempat mengatakan, "Bukit ini telah memberi kami kesulitan dan kesedihan selama berabad-abad. Orang-orang telahmeminta pemerintah berkali-kali untuk membuat jalan tepat melalui bukit, tapimereka tidak juga memberi perhatian. Jadi aku hanya memutuskan bahwa saya akanmelakukan semuanya sendiri."

Sumber

Feb 19, 2013

Tetap Berprestasi Meskipun Tak Punya Kaki

Halo anak-anak hebat Indonesia ( AHa ), ayo kita kenalan sama anak hebat yang lainnya yag ada di luar negeri, mereka bisa membuat sesuatu meskipun mereka mempunyai kekurangan....

kalo kita pengen jadi anak hebat, berarti kita harus selalu berkenalan dengan anak hebat pula... :)

Berikut adalah 10 orang cacat (tanpa kaki) yang mempunyai kemampuan yang sangat luar biasa, ada yang menjadi juara gulat, perenang, pemain skateboard dan menjadi bintang india's got talent, simak kisah mereka semoga menjadi inspirasi agar kita yang mempunyai anggota tubuh komplit tidak gampang menyerah...

10. Pegulat Berkaki Satu Yang Menjadi Juara Nasional.




Anthony Robles dari Arizona State University hanya memiliki satu kaki, tapi itu tidak menghentikan dia dari menjadi juara nasional gulat kelas berat . Lahir dengan satu kaki, Robles mengambil kelas 125-pound dengan 7-1 kali menang atas juara bertahan Matt McDonough of Iowa. kinerja Robles 'tiga-hari membuatnya mendapatkan penghargaan gulat .
Ia mengambil kontrol dalam periode pertama, melompat keluar untuk memimpin 7-0 dengan pencopotan dua poin dan dua ternyata mengenai bahu McDonough untuk menambah lima poin lagi. Robles menggunakan daya gripping pada orang-orang bergantian. "Gaya Miring saya karena saya punya pegangan yang kuat, dan itu karena kruk saya," katanya. ( Link | Via )

9. Pemain American Football tak berkaki yang juga menjadi raja homecoming


Ini bukan Photoshop. ini Bobby Martin dari Dayton Ohio. Ia dilahirkan tanpa kaki dan benar-benar bermain sepak bola. Dia juga raja homecoming .Dia berjuang dengan susah payah untuk menjadi raja. Dia menempatkan''Bobby Martin (4) Homecoming King "tanda-tanda di seluruh sekolah dan memberikan pidato yang penuh gairah di reli yang berakhir dengan dia melakukan push-ups secepat-api yang lebih seperti handstands Setidaknya salah satu dari lawan-lawannya meminta maaf. Untuk berlari menabraknyaa dan bahkan ia berjanji akan memilih dia

8. Gadis kecil yang harus menggunakan bola basket sebagai tubuh prostetik nya


Qian Hongyan, yang dipaksa untuk menggunakan setengah bola basket sebagai tubuh palsu itu, menginspirasi jutaan orang dengan ambisinya untuk bersaing sebagai perenang dalam Pralimpiade 2012 di London.
Pada tahun 2000, Qian Hongyan, terluka tragis dalam sebuah kecelakaan mobil ketika ia masih 3 tahun. Untuk menjamin kelangsungan hidupnya, para dokter terpaksa mengamputasi kakinya.keluarga Qian , tinggal di Zhuangxia, Cina, tidak mampu membayar prosthetics modern dan sebagai gantinya digunakan setengah bola basket untuk Qian berjalan. Setelah pada bola, dia menggunakan dua alat peraga kayu untuk membantu bergerak di sekeliling.
Dia berjuang untuk hidup dengan basket sebagai sebuah underprop, 'berjalan' antara sekolah dan rumahnya. Cerita gadis itu dilaporkan secara luas di negara tersebut, dan menarik perhatian Kementerian Keamanan Cina dan Pusat Rehabilitasi dan Riset China. Qian sekarang memiliki sepasang kaki palsu yang tepat, tapi masih mengatakan dia suka menggunakan bola basket dari waktu ke waktu karena lebih mudah baginya untuk masuk dan keluar dari kolam. ( Link )

7. Orang tak berkaki yang ikut lari Marathon di New York 


Lance Benson 36 tahun dan lahir tanpa kaki. Namun dia tidak membiarkan hal itu menghentikannya. Dia bersaing dalam acara-acara olahraga dengan duduk di atas skateboard dan menggunakan tangannya untuk mendorong dirinya sendiri. Ia membuka lewat New 2005 ING York City Marathon hanya dalam 3 jam dan 37 menit, dan berkompetisi di Miami 2006 ING Marathon juga.
koneksi Benson dengan jalan mulai sebagai latihan sederhana pada tahun 2004. Dia adalah marathoner hanya di negara untuk menggunakan skateboard dalam marathon sepanjang 42 KM. Dia adalah seorang pria yang, bahkan ketika masih anak- anak, menolak untuk duduk di kursi roda dan saat balita, dia belajar berjalan di prostesis,

6. Penari tak berkaki yang menjadi Bintang India's Got Talent


Seorang penari hip-hop tak berkaki muncul pada reality show televisi India,dengan gerakan cepat dan lincahnya dia menari dengan keterampilan akrobatik. Temui 21 tahun Vinod Thakur, dia meraih ketenaran setelah tampil di acara televisi India Got Talent.


Lahir tanpa kaki, dia dengan cepat belajar cara berjalan dengan tangan di rumahnya di Timor Delhi. Acara TV - bagian dari kerajaan global Simon Cowell - membawa hadiah seebsar £ 68.000, jauh dari gajinya sebelumnya sebanyak £ 85 sebulan, saat ia melakukan perbaikan ponsel. Apa lagi, dia adalah mahasiswa ekonomi dan dia mulai menari lima bulan sebelum itu - dia berlatih sendiri dengan melihat video yang dia download di warnet setempat.

5. Wanita tak berkaki yang Membesarkan 130 Anak


Xu Yuehua 55 tahun , yang kehilangan kakinya dalam sebuah kecelakaan kereta api pada usia 13 tahun, telah menghabiskan 37 tahun membesarkan anak-anak di sebuah lembaga kesejahteraan sosial. Dia telah membawa lebih dari 130 anak-anak. Dia bergerak tanpa kaki dengan menggunakan kursi; dia menghabiskan hari-harinya pada sepasang bangku kecil, sehingga anak-anak memanggil dia "Mama bangku".
Mama Bangku merasa senang merawat anak-anak ini dan tidak menyesal melakukannya. Xu Yuehua, yatim piatu pada usia dini, mengabdikan dirinya untuk membesarkan anak-anak di Rumah Kesejahteraan Sosial Xiangtan , Di sini juga adalah tempat yang sama yang membantunya melalui kesulitan-kesulitannya.

4. Lelaki tak berkaki yang menjadi seorang pemain skateboard


Italo Romano adalah seorang pemain skateboard berbakat yang tidak memiliki kaki. kehidupannya dan cara di mana ia telah mengatasi kendala utama menggambarkan bagaimana pikiran manusia dan tubuh manusia dapat beradaptasi cukup baik dalam menghadapi kesulitan besar.

3. Fotografer tak berkaki yang mengambil gambar orang-orang yang menatapnya


Ketika Kevin Connolly berumur sepuluh tahun saat keluarganya membawanya ke Disney World, tapi untuk beberapa pengunjung taman hari itu, itu Connolly yang cepat menjadi daya tarik utama. Lahir tanpa kaki, Connolly sudah terbiasa dengan tatapan orang asing - tetapi saat itu akan membantunya mulai memahami bahwa lensa bisa bekerja di kedua arah.
Pada perjalanan solo ke Eropa, lebih dari satu dekade kemudian, ia merasa orang menatapnya.Connolly mengangkat kamera ke pinggulnya, dan memotret tampang orang itu. Connolly akan mengulangi kegiatannya ini sampai 32.000 kali lebih selama perjalanannya, menciptakan beragam portfolio individu dari berbagai negara

Dia memposting beberapa fotonya secara online, dengan judul "Pameran Rolling."Banyak dari orang-orang yang bertemu, tidak menunggu dia untuk menjelaskan alasan tidak adanya kakinya. Sebaliknya, mereka secara otomatis membuat narasi mereka sendiri, sesuai dengan lingkungan mereka sendiri atau perasaan pribadi. Sebagai contoh, saat bepergian di Selandia Baru seorang wanita bertanya Connolly jika dia adalah korban serangan hiu. Di Rumania beberapa orang mengira dia seorang pengemis, di sebuah bar di Montana seseorang membelikannya bir dan mengucapkan terima kasih atas jasanya,karena dia percaya bahwa Connolly adalah seorang veteran terluka dari Perang Irak.

2. Orang tak berkaki yang mendaki Tembok China


Seorang pria yang kehilangan kakinya dalam kecelakaan kereta api naik Tembok Besar China pada tahun 2006. Huang Jianming dari kota selatan Cina Shenzhen kedua kakinya diamputasi pada tahun 1994, setelah ia jatuh dari gerbong kereta . tingginya kini hanya 85 cm dan berat 39 kilogram, Huang menyebut dirinya "setengah manusia," karena ia telah menjadi setengah ukuran orang rata-rata karena kecelakaan. Ia menaiki Tembok Besar selama dua jam dengan menggunakan kekuatan lengannya, mendorong diri menaiki tangga berbatu di depan ratusan wisatawan yang bengong.Tanpa kaki, istrinya meninggalkan dia ketika ia kehilangan mata pencaharian, tapi orang dari provinsi Sichuan Cina tetap bertekad untuk hidup normal.
Dia mulai berlatih menulis kaligrafi dan menjadi seniman jalanan perjalanan, keliling melalui lebih dari 20 kota di China dalam sepuluh tahun."Saya berharap ketika wisatawan melihat saya, seorang pria setengah, mendaki Tembok Besar dan menikmati menjadi manusia sejati, mereka akan berpikir tentang potensi diri mereka sendiri."

1. Orang tak berkaki yang menjadi pemain akrobat


Eli Bowen yang luar biasa lahir di Ohio pada 14 Oktober 1844 sebagai salah satu dari sepuluh anak. Saat saudara-saudaranya mempunyai fisik rata-rata, Eli lahir dengan kaki proporsional terpasang langsung ke panggul nya. Pada intinya, Eli Bowen adalah seorang pria yang lahir dengan kaki tapi tidak mempunyai kaki.Meskipun konfigurasi fisiknya, atau mungkin karena itu, Eli berusaha untuk menjalani kehidupan yang luar biasa. Ia ingin menjadi pemain akrobat.
Eli belajar awal untuk menggunakan lengan dan tangannya untuk mengkompensasi kurangnya kaki. blok kayu di telapak tangannya dan menggunakannya sebagai 'sepatu' , mengangkat tubuhnya untuk berjalan di tangannya. Sebagai hasil dari proses tersebut serta Bowen buruh tani mantap mengembangkan kekuatan yang sangat besar dan bahkan di masa dewasa ia mampu menavigasi 140 pound frame nya di mana saja ia memilih.
Ia memulai karir profesionalnya pada usia 13 ikut dengan berbagai rombongan sirkus sebelum akhirnya tur mandiri, tampil di museum dan akhirnya tur Eropa dengan Barnum dan Bailey Circus.
Dia memiliki reputasi untuk menjadi bintang yang megah dalam acrobat dan untuk prestasi fenomenal kekuatannya. Dijuluki sebagai 'The Legless Acrobat' Eli Bowen dikenal untuk kemampuan yang luar biasa. Eli hanya dua puluh empat inci tingginya ia tidak keberatan mendaki tiang 13 kaki dalam rangka untuk menyeimbangkan pada satu tangan pada puncaknya. Ketika ia tumbuh menjadi dewasa, Eli Bowen juga menjadi terkenal karena terlihat tampan dan, pada satu titik, ia dianggap oleh banyak orang sebagai orang yang paling tampan dalam bisnis pertunjukan.

Dec 12, 2012

SOPIR YANG JADI EINSTEIN, EINSTEIN YANG JADI SOPIR

anak hebat albert einstein
Kita semua suatu ketika pasti pernah dihadapkan dengan kesulitan. Namun ternyata tanpa disangka-sangka jalan keluarnya justru  begitu dekat, bahkan dari arah yang kita tidak akan menduga sebelumnya. Kita bisa mengambil contoh dari kisah berikut ini :

Ini kisah inspiratif tentang Albert Enstein dan sopirnya. Pada satu kesempatan Albert Enstein harus mempresentasikan hasil penemuannya yang baru, tidak disangka dalam perjalanan kepalanya pusing dan tenggorokannya tersumbat, akibat radang dan kelelahan. ketika hal itu disampaikan kepada supirnya, luar biasa jawabannya, “Saya akan menyelamtkan anda dari kesulitan ini”  lanjut sang supir kepada Enstein dengan penuh iba “Wahai Profesor, saya telah menghadiri ceramah anda seputar relativitas  ini lebih dari 20 kali, sampai saya telah menghafalkannya dan bisa menyampaikanya. Dan di kota ini tidak ada seorang pun yang mengenali anda”

Enstein pun menyetujuinya, ketika sudah memasuki kota mereka bertukar posisi, Enstein yang menyetir mobil. Presentasi berjalan lancar, sopir yang pendidikan menengah saja tidak lulus itu menyampaikan ceramahnya dengan baik. Enstein yang duduk di barisan pertama sampai merasakan kelelahannya hilang sama sekali karena saking gembiranya.

Sampai pada sesi tanya jawab, mulai Enstein merasa cemas pasalnya ada pertanyaan yang mustahil sang sopir mampu menjawabnya, sampai akhirnya supirnya pun menjawab “Saya tidak pernah membayangkan bahwa saya tidak mampu menyampaikan makna ini dengan baik. Sehingga saya yakin bahwa supir pribadi saya akan mampu menjawab pertanyaan ini hanya dengan mendengarkan ceramah saya”  Tepuk tangan pun membahana & pandangan tak percaya dari para hadirin tertuju pada Enstein. Supirnya berkata “Apakah kalian tidak percaya pada ucapan saya? Kalau begitu Pengalaman adalah sebaik-baik bukti. Silahkan Profesor Anda menjawab pertanyaan ini” lanjut sang supir “bahkan silahkan Anda menjawab pertanyaan-pertanyaan lainnya, akan tetapi saya berharap kepada Hadirin agar tidak banyak mengajukan pertanyaan karena kondisi beliau sedang sakit”

Setiap Enstein menjawab pertanyaan-pertanyaan, suara tepuk tangan pun membahana dalam gedung tersebut. Orang-orang pun keluar dalam keadaan bingung karena ada dua Einstein.

Kisah dikutip dari buku Zero to Hero. Tentunya setelah membaca ini banyak hikmah yg kita bisa tarik. Tergantung dari sudut mana kita melihat sudut menarik dari kisah ini. Yang paling menarik salah satunya adalah kemampuan memecahkan masalah yang unik. Einstein yang legowo menerima ide sang sopir. Dia merelakan nama besarnya dibawakan perannya oleh seorang sopir. Dia pula yang menaruh kepercayaan sepenuhnya pada sang sopir tanpa keraguan. Dia juga yang tetap dengan rendah hati tak mempedulikan nama besarnya dengan menyakinkan siapa sebenarnya Einstein. Dia yang lebih pada memikirkan solusi manfaat untuk orang lain dibandingkan memusingkan label kebesaran namanya. Terbukti saat dia lihat sudah ada orang mulai sesi pertanyaan dia dengan legowo menjawab pertanyaan tanpa harus orang menyakini siapa Einstein yg asli. Hebatnya lagi ia pun mau menjadi sopir, pekerjaan yang sering dianggap level kedua. Tapi menurut saya pribadi yang jauh lebih hebat adalah sang sopir. Meskipun ia seorang sopir ia mampu menyimak bahkan hafal dengan paparan dari ilmuwan sekaliber Einstein. Bahkan orang-orang yang ada disitu pun yakin dia adalah Einstein ketika mendengar paparannya. Ide cemerlangnya diapun yang akhirnya mengantarkan masalah sang profesor diselesaikan dengan unik.

Nah, bagian mana dari kisah ini yang membuat anda belajar banyak hikmah? Saya yakin anda sepakat dengan saya untuk jadi orang yang mau menjalani peran apapun yang kita miliki saat ini dengan karya terbaik tanpa selalu mempedulikan label nama besar kita. Justru nama kita akan besar kalau kita menghadirkan karya besar.

Salam Sejuta Motivasi