Social Icons

Aug 17, 2013

Orang Tua Hebat untuk Anak Hebat

Orang Tua Hebat untuk Anak Hebat
Sebelum meminta anak menjadi baik, sebaiknya kita jadi orang tua yang baik terlebih dahulu...

Kata-kata yang cukup menggelitik tapi nampaknya sama dan mirip dengan kenyataannya sekarang ini. Banyak kita mendengar dan melihat ada orang tua yang sangat intens sekali mencari rumah yang lingkungannya baik dan kondusif, mencari sekolah yang bagus pendidikan akhlaknya bahkan kalau bisa yang full day agar lebih banyak ilmu yang diserap oleh anak-anak tentang berperilaku yang baik. Memang tidak ada salahnya tapi percuma saja jika tida diimbangi dengan akhlak dan ilmu yang baik juga dari kedua orang tuanya. Karena terkadang anak sudah terkondisikan akhlaknya dan terbiasa melakukan hal-hal yang baik tapi malah orang tua yang kurang mendukung dengan sikap mereka masing-masing. 

Oleh karena itu di artikel kali ini, saya akan mengajak kepada semua orang tua untuk menjadi orang tua yang berakhlak baik juga.

Ketika setiap orang tua menganggap anak-anak sebagai anugerah, bukan beban maka mereka secara otomatis akan memperlakukan anak-anak mereka dengan hati serta menghargainya sebagai individu terpisah yang memiliki kemauan dan perasaan sendiri.

Ada 5 langkah menjadikan diri kita menjadi ORANG TUA HEBAT sehingga akan mendidik anak-anak dengan HEBAT pula karena mereka adalah titipan Allah SWT yang harus senantiasa dijaga dan dipelihara dengan baik karena mereka juga pribadi yang BERPOTENSI HEBAT. Apa saja langkahnya berikut penjelasannya :

1. MENGGALANG KESATUAN ORANG TUA. Artinya orang tua harus kompak dalam memperlakukan anak-anak, jangan sampai ibunya melarang sesuatu malah ayahnya membolehkan sesuatu itu kan jadinya tidak nyambung.

2. BELAJAR BERSAMA ANAK. Mengajak anak belajar adalah satu satu hal yang perlu perjuangan, kalau si anak tidak terbiasa dengan ini pasti sangat melelahkan mengajaknya. Nah oleh karena itu belajarlah bersama dengan anak kita, ketika ada permasalahan di sekolah mengenai pelajaran usahakan kita sebagai orang tualah yang bisa jadi solusinya makanya orang tua pun sama harus banyak belajar juga agar bisa mengimbangi ilmu anak-anak kita.

3. BUATLAH JURNAL. Jurnal perubahan sikap anak-anak kita jika mereka mereka melakukan sikap yang baik. Sekecil apapun perubahan yang dilakukan anak kita, INGAT harus dihargai dan diberikan penghargaan.

4. LAKUKAN CURAH GAGASAN. Maksudnya berdiskusilah dengan anak kita untuk menentukan sesuatu, dari hal yang kecil sampai hal yang besar dan dianggap sangat penting. Pertimbangkan dan perhatikan dengan baik pendapat beliau agar mereka pun bisa memperhatikan pendapat kita walaupun pada intinya kitalah yang mengetahui yang terbaik untuk mereka.

5. RAYAKAN KEBERHASILAN SEKECIL APAPUN. Jika anak kita melakuakn perbuatan yang baik walaupun sebentar maka kita harus peka dan memberinya reward walaupun tidak harus hadiah yang mahal, cukup ucapan terima kasih, pelukan hangat, kata-kata motivasi pun bisa membuat POTENSI HEBAT mereka muncul dengan sendirinya. 

Naah gimana sahabat, yakin deh jika kita mulai dengan langkah yang kecil kita akan bisa melangkah ke hal yang lebih besar. Selamat menikmati menjadi orang tua yang HEBAT yang mengetahui POTENSI HEBAT dari setiap buah hati kita...


Ingin berkonsultasi seputar permasalah anak? Kami dengan senang hati berbagi tips dan solusi dengan Anda hanya dengan mengirimkan email ke ideanakhebat@gmail.com. Selamat menjadi ORANG TUA HEBAT!

Aug 16, 2013

Buat Kemungkinan Jadi Kenyataan

Wright Bersaudara
Dear Anak Hebat, pada tahun 1900, Wright bersaudara ingin sekali manusia juga dapat merasakan terbang di udara seperti burung. Kemudian mereka memberitahukan mimpi mereka ke semua orang bahwa manusia juga punya kemungkinan orang terbang. Tanggapan sinis dan keraguan pun menyerang mereka bahwa manusia tidak dapat terbang. Bahkan ada yang menganggap bahwa ide mereka adalah ide gila dan tidak masuk akal.

Bukannya kecewa, Wright bersaudara semakin termotivasi untuk mewujudkan impiannya. Percobaan demi percobaan pun dilakukan. Tidak sedikit percobaan mereka yang gagal, bahkan mengancam keselamatan jiwa. Tapi Orville Wright dan Wilbur Wright tidak menyerah pada visi mereka. Mereka mempersiapkan segala risikonya jika percobaan mereka gagal, seperti mereka menyiapkan landasan darurat di pantai berpasir yang lebih aman.

Pesawat Terbang Pertama di Dunia

Pada 17 Desember 1903, di pagi hari yang cerah, mereka berhasil mengubah kemungkinan menjadi kenyataan. Dari percobaan yang berulang kali gagal, Wright bersaudara akhirnya berhasil menorehkan sejarah penerbangan dunia untuk pertama kalinya. Meski hanya bisa melayang setinggi 10 kaki selama 12 detik, tetapi percobaan mereka merupakan fondasi penemuan pesawat terbang. 

Pesawat Rancangan Wright Bersaudara


Anak Hebat, jika kamu dapat melihat kemungkinan-kemungkinan, yakinilah dan wujudkan kemungkinan tersebut! Mungkin kamu juga akan melihat banyak rintangan dan tantangan. Tetapi yang membedakan kamu dengan orang lain adalah mereka hanya bisa melihat risikonya saja, sedangkan kamu bisa melihat bagaimana mengatasi risiko tersebut. 

Ketika orang lain menyerah dan menangisi kegagalan, kekuatan pikiran kamulah yang dapat mengatasinya. Katakan bahwa kamu dapat bangkit lagi setiap kali gagal dan mencoba lagi. Singkirkan segala keraguan dan ketakutan. Jika kamu percaya kamu  dapat terbang, maka kamu pun terbang. “We become what we think about”.


Salam Sejuta Motivasi
Tim Trainer AHa


Abdurrahman Hanafi

Aug 15, 2013

10 Hal Yang Harus Dihindari Dalam Mendidik Anak

10 Hal Yang Harus Dihindari Dalam Mendidik Anak
Anak sebagai anugerah titipan Tuhan dan investasi bangsa yang utama seringkali hanya sebatas slogan semata. Lingkungan kondusif yang merupakan prasyarat untuk mencapai tujuan tersebut tampaknya belum sepenuhnya tercipta.

Apa yang akan terjadi jika anak dibesarkan dalam kondisi yang dipenuhi dengan kekerasan? Tentu, ia akan mencontoh cara-cara yang sering ia lihat ke dalam kehidupannya kelak. Meski tak selalu, lingkungan memang sangat berpengaruh terhadap kehidupan anak selanjutnya, termasuk bagaimana cara orang tua mendidik anak.

Anak yang dibesarkan dalam situasi keluarga yang nyaman tentu berbeda dengan anak yang selalu diberi hukuman fisik oleh orang tuanya. Sayangnya, tak sedikit orang tua yang tidak tahu bagaimana cara memberikan lingkungan yang baik bagi pertumbuhan optimal anak. Akibatnya, anak pun tumbuh tidak sebagaimana yang diharapkan.

Nah, berikut ini adalah 10 hal yang harus dihindari dalam mendidik anak :

1. Terlalu lemah. Misalnya, selalu memenuhi semua permintaan anak. Anak tidak diajar untuk mengenal hak dan kewajiban. Akibatnya, anak menjadi terlalu penuntut, impulsif (gampang melakukan tindakan tanpa perhitungan), egois, dan tidak memperhatikan kepentingan orang lain.

2. Terlalu menekan. Misalnya, orang tua terlalu mengatur dan mengarahkan anak, tanpa memperhatikan hak anak untuk menentukan keinginannya sendiri, atau untuk mengembangkan minat dan kegiatan yang mereka inginkan. Akibatnya, anak akan menjadi lamban, selalu bekerja sesuai perintah, tidak memiliki pendirian, dan suka melawan.

3. Perfeksionis. Orang tua menuntut anak untuk menunjukkan kematangan sikap atau target tertentu yang umumnya melebihi kemampuan yang wajarnya dimiliki anak. Akibatnya, anak akan terobsesi untuk meraih prestasi yang diharapkan orang tuanya. Ia juga akan menjadi terlalu keras dan kritis terhadap dirinya sendiri.

4. Tidak memberi perhatian. Jika orang tua hanya menyediakan sedikit waktu untuk memperhatikan setiap perkembangan anak, atau membantu anak menempuh tahap demi tahap perkembangannya, akibatnya, anak tak mampu membina hubungan dengan lingkungannya dan akan tumbuh menjadi anak yang impulsif.

5. Terlalu cemas akan kesehatannya. Orang tua terlalu berlebihan mencemaskan kondisi fisik anak. Padahal, secara obyektif, anak sehat. Sakit sedikit saja, orang tua cemasnya minta ampun. Akibatnya, anak akan mudah merasa tak sehat dan ikut merasakan kecemasan yang sama. Enggan bermain, takut jatuh, dan sebagainya.

6. Terlalu memanjakan. Misalnya, terus-menerus menghujani anak dengan barang-barang mahal atau memberikan pelayanan istimewa, tanpa mempertimbangkan apa yang sesungguhnya dibutuhkan anak. Akibatnya, anak bisa menjadi anak yang gampang bosan, kurang inisiatif, dan tak memiliki daya juang.

7. Tidak pernah memberi kepercayaan. Orang tua selalu meramalkan kesalahan yang belum tentu dilakukan anak. Orang tua juga selalu mengritik anak, bahkan untuk hal-hal yang seharusnya tak perlu kritikan. “Kamu, sih, nanti kalau jatuh, bagaimana?” Akibatnya, anak akan menjadi seorang yang pesimis, rendah diri, dan cenderung mengembangkan hal-hal yang selalu dilarang orang tua.

8. Menolak kehadiran anak. Misalnya, jenis kelamin anak tak sesuai dengan harapan orang tua, sehingga orang tua cenderung menolak menjadikan anak sebagai bagian dari keluarga. Akibatnya, semua tindakan yang dilakukan orang tua selalu merugikan anak. Anak bisa rendah diri dan menunjukkan sikap bermusuhan terhadap orang tua.

9. Suka menghukum. Orang tua bersikap agresif terhadap kesalahan-kesalahan yang dilakukan anak, dan cenderung memilih memberikan hukuman fisik dengan alasan mengajarkan disiplin. Bisa-bisa anak akan menganggap kekerasan sebagai sesuatu yang wajar dilakukan dan akan melakukan hal yang sama terhadap keluarganya kelak.

10. Suka menggoda. Orang tua cenderung melecehkan keberadaan anak dengan sering mengolok-olok dan mengungkapkan kekurangan anak di depan orang banyak. Akibatnya, anak akan merasa tidak dihargai dan rendah diri.

Nah dari kesepuluh hal yang harus dihindari itu pastinya harus menjadi perhatian bagi kita agar POTENSI HEBAT yang dimiliki oleh anak-anak kita bisa terwujud dengan nyata...



Ingin lebih mengenal POTENSI HEBAT apa saja yang ada di putra/putri Anda? Baca artikel berikut http://www.ideanakhebat.com/2013/04/potret-potensi-hebat.html

Konsultasikan juga permasalahan seputar buah hati Anda di Rubik Konsultasi Parenting. Klik disini.