Social Icons

May 15, 2012

Tips, Trik dan Mengetahui Penyebab Gagalnya SNMPTN

Bismillah, sahabat bintang AHa (Anak Hebat) Ketika kamu melakukan ujian, kamu sedang mendemonstrasikan kemampuanmu dalam memahami materi pelajaran, atau dalam melakukan tugas-tugas tertentu. Ujian memberikan dasar evaluasi dan penilaian terhadap perkembangan belajarmu. Ada beberapa kondisi lingkungan, termasuk sikap dan kondisimu sendiri, yang mempengaruhimu dalam melakukan ujian.

Berikut tips untuk membantumu dalam mengerjakan ujian SNMPTN 2012 :
    SNMPTN 2013
  1. Datanglah dengan persiapan yang matang dan lebih awal. Bawalah semua alat tulis yang kamu butuhkan, seperti pensil, pulpen, jam (tangan), penghapus karet, penggaris, dan lain-lainnya. Perlengkapan ini akan membantumu untuk tetap konsentrasi selama mengerjakan ujian.
  2. Tenang dan percaya diri. Ingatkan dirimu bahwa kamu sudah siap sedia dan akan mengerjakan ujian dengan baik.
  3. Bersantailah tapi waspada. Pilihlah kursi atau tempat yang nyaman untuk mengerjakan ujian. Pastikan Kamu mendapatkan tempat yang cukup untuk mengerjakannya. Pertahankan posisi duduk tegak.
  4. Preview soal-soal ujianmu dulu. Luangkan 10% dari keseluruhan waktu ujian untuk membaca soal-soal ujian secara mendalam, tandai kata-kata kunci dan putuskan berapa waktu yang diperlukan untuk menjawab masing-masing soal. Rencanakan untuk mengerjakan soal yang mudah dulu, baru soal yang tersulit. Ketika Kamu membaca soal-soal, catat juga ide-ide yang muncul yang akan digunakan sebagai jawaban.
  5. Jawab soal-soal ujian secara strategis. Mulai dengan menjawab pertanyaan mudah yang Kamu ketahui, kemudian dengan soal-soal yang memiliki nilai tertinggi. Pertanyaan terakhir yang seharusnya Kamu kerjakan adalah: soal paling sulit, yang membutuhkan waktu lama untuk menulis jawabannya, memiliki nilai terkecil.
  6. Sisihkan 10% waktumu untuk memeriksa ulang jawabanmu. Periksa jawabanmu; hindari keinginan untuk segera meninggalkan kelas segera setelah Kamu menjawab semua soal-soal ujian. Periksa lagi bahwa Kamu telah menyelesaikan semua pertanyaan yang dirasa bisa.
  7. Analisa hasil ujianmu. Setiap ujian dapat membantumu dalam mempersiapkan diri untuk ujian selanjutnya. Putuskan strategi mana yang sesuai denganmu. Tentukan strategi mana yang tidak berhasil dan ubahlah.

Penyebab kegagalan SNMPTN

Terkadang rangking 1 di SMA paling top di sebuah kota bisa gagal pada SNMPTN. Terkadang rangking pas-pasan dengan nilai try-out yang sering gagal, tapi kok kenyataannya berhasil SNMPTN. Itulah bukti bebesaran-Nya, manusia hanyalah makhluk dengan segala kelemahannya, dan keberhasilannya hanya Allah-lah yang menentukan. Tapi jangan lupakan tugas kita sebagai manusia, yaitu berusaha.

Cerita di atas dapat dijelaskan dengan EQ (emotional quotient= kecerdasan emosi). Mungkin tidak berlebihan jika dikatakan bahwa 50 % faktor penentu keberhasilan anda pada SNMPTN adalah kestabilan emosi, kemantapan emosi, kemaksimalan konsentrasi anda waktu hari-H SNMPTN.

Pengalaman menunjukkan, bayak siswa yang gagal SNMPTN hanya karena salah dalam pengisisian identitas, nomor SNMPTN, kode soal, ataupun pengisian jawaban. Dan anda juga harus sangan berhati-hati dengan menghitamkan seluruh jawaban secara langsung pada akhir waktu, karena pengalaman menunjukkan terkadang ada beberapa nomor yang salah (misalkan Anda memilih jawaban A, namun karena terburu-buru anda tanpa sadar telah menghitamkan jawaban B). Atau yag lebih parah jika sampai terjadi pergeseran nomor jawaban anda!

Seseorang yang selalu terhubung dengan Yang Maha kuasa, dan memulai segala aktivitas dengan membaca nama-Nya, sembari menentramkan gejolak hati saat mengerjakan soal karena yakin akan Kebaikan serta Kemaha Pengasihan-Nya, tentu akan memiliki suatu EQ yang jauh lebih kuat, baik dari faktor psikologis maupun dari faktor supranatural.

Lalu siapakan penghalang kesuksesan anda yang sesungguhnya? Diri anda sendiri, watak ragu anda, watak takut gagal dan ketidakstabilan emosi serta hawa nafsu anda. Jadi, apa saran kami? Pilih jurusan yang aman minimal pilihan ke-dua. Pilihan pertama letakkan di tempat cita-cita Anda. Rajin-rajinlah mengolah soal-soal setiap hari dn tingkatkan EQ anda terus-menerus dengan berbagai macam cara. Ingat selalu Yang di Atas. Perkuatlah ibadah dan zikir. Dan janganlah sekali-kali lupa meminta restu kepada kedua orangtua, kira-kira sehari atau sesaat sebelum melaksanakan SNMPTN. Mohon dimaafkan kesalahan-kesalahan anda pada mereka, mohon dido’akan. Semoga sukses bersama and selalu.


sumber : http://rahasiasnmptn.blogspot.com/2011/12/penyebab-kegagalan-snmptn.html

May 10, 2012

@ Launching Sejuta Motivasi Anak Negeri (SMAN) Jakarta, AHa ( anak hebat )




Sabtu, 05 Mei 2012

Waktu menunjukkan pukul 02.30 dini hari, mobil travel langganan AHA yang akan mengantarkan kami ke Jakarta sudah datang.  Saya dan teman-teman yang tidur di kantor AHA Bandung  dan begadang sampai larut malam terbangun dengan perasaan campur aduk ; ngantuk, ga bisa tidur, dan kedinginan karena kami hanya tidur beralaskan karpet tipis, tanpa selimut dan bantal, wow sesuatu banget rasanya.

Satu persatu saya perhatikan wajah teman-teman, subhanallah, walaupun mukanya kusut, mata merah karena kurang tidur, tapi mereka semua gesit dan semangat memasukkan semua peralatan untuk acara Launching SMAN Jakarta ke dalam mobil travel yang sudah menunggu di parkiran. Saya bangunkan Rafa, pelita kecilku yang selalu semangat untuk ikut SMAN untuk bersiap. Alhamdulillah, Rafa tidak susah ketika dibangunkan. Kami bersiap ala kadarnya, sesaat sebelum berangkat, kami menundukkan kepala, berdoa untuk keselamatan perjalanan dan kelancaran acara, kulihat wajah-wajah natural khas bangun tidur berbinar dengan sebongkah semangat yang tetap menyala dalam hati….yeee Jakarta here we come.

Sekitar pukul 06.15 pagi kami tiba di kantor Mata Air Consultancy (MAC) Bimbel Akses UI di daerah Depok. Tempat ini akan dijadikan tempat untuk Training of Trainer (TOT) dan sekaligus tempat kami menginap. Tidak banyak waktu lagi, acara TOT akan dimulai pukul 07.00 pagi, kami bersiap dan bergiliran ke kamar mandi, bersih-bersih, sarapan dan langsung menuju lantai 3 tempat training.

Suasana training sangat menyenangkan penuh keakraban, kami semua menyatu dengan visi dan misi yang sama membantu dan menyuntikan semangat kepada anak-anak yatim dhuafa agar mau bermimpi besar, bercita-cita kuat, dan berani mewujudkannya. Peserta TOT sendiri beragam, ada PNS, pegawai swasta, ibu rumah tangga yang aktif di kegiatan sosial, mahasiswa, dan pelajar. Kelak, di Jakarta dan sekitarnya, merekalah yang akan meneruskan kegiatan SMAN ini.

Acara TOT di kelas diisi dengan materi –materi yang biasa SMAN Bandung bawakan ketika acara SMAN. Dimulai dengan pembukaan, perkenalan berbagai ice breaking oleh Kak Rijal, kemudian overview program oleh Mba Damayanti. Secara garis besar misi SMAN  adalah ; pembelajaran dengan penuh semangat dan keceriaan, berani tampil mengekspresikan diri dan melatih kepercayaan diri, melatih kreatifitas, melatih keberanian ungkapkan cita-cita, dan acara outbond dengan tujuan mengasah mental dan melatih kerja sama positif.

TOT dilanjutkan dengan pengenalan materi outbond, Kami bersiap naik mobil menuju kampus Universitas Indonesia. Tiba di belakang kampus UI, kami turun, dan dengan menyusuri jalan setapak dan parit kecil, tibalah kami disebuah lapang rumput yang cukup luas dikelilingi ‘danau’. Pemandangan  yang indah dan hijau seakan kontras dengan suasana lalu lintas kota Depok yang ternyata macet seperti Jakarta. Di lapangan rumput, kami berlatih materi outbond yang akan dibawakan besok, acara seru diiringi celoteh, canda,dan tawa. Tak terasa waktu sudah menjelang sore dan sebentar lagi hujan nampak akan turun. Kami bergegas menuju mobil untuk kembali ke kantor MAC.

Kami kembali berkumpul di kelas untuk melakukan konsolidasi acara besok dan pembagian tugas dan tanggung jawab. Subhanallah, rencananya besok akan datang 3 trainer hebat sekaligus : Bpk. Houtman Zainal Arifin, Ust. Reza M.Syarief, dan ayah Sjaiful H.Naumin. Bismillah, tomorrow will be the special day, kami semua berdoa untuk kelancaran acara esok hari.



The Day - Minggu, 06 Mei 2012

Pukul 03.30 alarm handphone berbunyi, saya terbangun, tapi koq suasana gelap gulita, oh rupanya mati lampu. Di kamar mandi terdengar suara orang sedang mandi….pikiran negatif langsung menyergap…hiiiii…kalo di rumah mungkin saya sudah tarik selimut lagi karena takut :d.

Tapi hari ini adalah hari yang spesial, saya harus segera bersiap karena pagi – pagi sekali kami harus sudah meluncur menuju Khadijah Islamic School.  Dengan langkah yang diberani-beranikan, saya bergerak menuju kamar mandi, suasana gelap gulita dan hanya diterangi cahaya dari HP, saya mandi. Alhamdulilah tidak terjadi apa-apa :).

Pukul  06.00 pagi kami sudah berada di mobil dan bersiap meluncur ke daerah Lebak Bulus menuju Khadijah Islamic School. Menurut informasi, sekolah ini dirintis oleh pasangan Ibu Ade dan Bapak Dedi, ini adalah sekolah gratis untuk anak-anak dhuafa putri setingkat SMP dan SMA, Kurikulum pendidikan selain dari Diknas, ditambah dengan muatan islam serta life skills dan entrepreneurship. Untuk biaya hidup dan pendidikan,  pembiayaan masih berasal dari kas pribadi dan sumbangan dari para donatur yang jumlahnya tidak tetap.

Tiba di lokasi, nampak sekolah Khajidah Islamic School yang berlantai 3 itu sebagian masih dalam tahap pembangunan. Kami segera turun dan melakukan persiapan, pasang peralatan, pasang spanduk, konsolidasi sekali lagi dan berdoa untuk kelangsungan acara.

Dan tibalah acara dimulai, diiringi lagu Aku dan Bintang, adik-adik putri siswa Khajidah Islamic School satu persatu memasuki ruangan dengan semangat yang luar biasa, saya sempat tercengang…wow…ga nyangka responnya luar biasa padahal peserta hanya 50 orang, tapi ruangan terasa penuh dengan suara-suara semangat 100 orang lebih. Saya yang baru pertama kalinya membuka acara dan merasa gugup, sangat terbantu oleh semangat adik-adik…luar biasa!

Yang lebih membahagiakan seperti rencana sebelumnya, 3 trainer hebat betul-betul datang ke lokasi. Trainer pertama yang hadir dan memberikan semangat motivasi adalah Bpk. Houtman Zainal Arifin. Melihat pembawaan beliau yang lembut dan bersahaja, saya langsung terkesan. Beliau menceritakan kisah hidupnya  yang berawal dari seorang office boy dan berdagang di emperan jalan kaki lima. Kehidupan yang keras dan kejamnya Jakarta sudah beliau rasakan. Sampai akhirnya beliau menjadi seorang Vice President CITY BANK.

Satu yang selalu terngiang di telinga saya atas wejangan Pak Houtman adalah bahwa kita jangan seperti balon, semangatnya tinggi, tapi lama-lama kempes sendiri karena tidak diiringi dengan usaha dan kerja keras. Buku karya beliau Visa ke Surga, seperti universitas kehidupan sarat makna dan pembelajaran indahnya hidup berbagi. Dengan memberi kita tidak akan pernah kekurangan.

Trainer kedua yang hadir adalah Ust. Reza M.Syarief, ustadz yang masih cukup muda dan tampan (teman sebelah saya sampai histeris ketika kali pertama melihat wajah ustadz :d).

Grandmaster Reza M. SyariefMA, MBA, adalah Konsultan Bisnis Syari’ah yang mengkhususkan diri pada transformasi SDM dan Perusahaan berbasis MAHA model Quality (MmQ) sekaligus Pemegang 2 Rekor MURI yaitu sebagai: Pembicara Motivasi Terlama 24 Jam Non Stop (MURI 2006) dan Pembicara Pertama di Indonesia yang Menerima dan Menjawab Pertanyaan Terbanyak 1639 tentang Wirausaha (MURI 2010) yang telah tampil dalam berbagai Forum Nasional maupun Internasional di dalam dan di luar negeri.

Pembawaan ustadz yang santai dan diselingi humor ini, langsung membuat suasana jadi hangat. Kata-kata motivasi yang sangat saya ingat adalah Potensi tanpa Motivasi sama dengan Impotensi. Dan tips meraih mimpi menjadi pengusaha adalah ; harus memiliki nilai tantangan, berhubungan dengan minat dan bakat,  ada pencapaian target jumlah pemasukan, harus ada rentang waktu pencapaian, dan punya komitmen yang kuat untuk mewujudkannya. Berfokuslah pada hal-hal positif dalam diri, agar mimpi dapat terwujud.

Trainer ketiga adalah ayah Sjaiful H.Naumin, untuk kedua kalinya saya bertemu dengan beliau. Pembawaan ayah yang penuh semangat dan berapi-api, seakan selalu me-recharge semangat saya yang kadang up n down. Ayah H. Sjaiful Hamdi Naumin, SE, MHI dulunya adalah orang yang sangat miskin, saya selalu menangis terharu ketika beliau menceritakan kisah masa lalunya yang sarat dengan perjuangan, Saat ini selain menjadi trainer, dosen, penulis, ketua dewan pembina di berbagai yayasan, Pimpinan Pondok Penyantunan Yatamasakin, beliau juga menjabat sebagai komisaris Olympic Group. Untuk meraih sukses mulia, ayah memberikan motivasi bahwa kita harus ; Sadar Diri, Miliki Motivasi, Miliki Cita-Cita, Istiqomah dan jangan terkontaminasi.

Hari ini saya seperti melihat taman keajaiban, mendapat wejangan dan motivasi dari 3 trainer hebat sekaligus dalam satu hari, bertemu dengan adik-adik dari Khajidah Islamic School para calon Hafidzah Quran. Saya tidak merasa seperti sedang mentraining adik-adik, tapi sayalah yang sedang di training, di beri kesempatan oleh Allah untuk belajar moving up, dipertemukan dengan trainer-trainer hebat, adik-adik hebat, dan teman-teman AHAers hebat.  Nikmat mana lagi yang engkau dustakan?

Setiap penutupan acara entah kenapa saya selalu merasa terharu melihat binar mata adik-adik yang penuh semangat meraih mimpi, seakan melejitkan semangat baru buat saya untuk terus berbagi. Diiringi musik instrumentalia Garden of Miracles nya Gandalf, saya menuangkan tulisan ini. Semoga langkah kita semua selalu mendapat keajaiban…Allah tidak tidur…Allah mengetahui usaha mahluknya yang bersungguh-sungguh…selamat berjuang!

Lelahnya perjalanan kembali ke kota Bandung dan tiba tengah malam seakan tidak ada artinya jika dibandingkan dengan ilmu dan kesempatan yang sudah saya dapatkan selama 2 hari ini. Bravo SMAN Jakarta, selamat berjuang, satukan misi untuk terus berbagi sebanyak-banyaknya.

                                                                          ----------&&&&&---------

@ enung suwarni
Keep moving up….

May 8, 2012

Anak-Anak Hebat yang Mengharumkan Indonesia di Kancah Internasional

Bismillah, sahabat anak hebat ( AHa ) ternyata banyak sekali penghargaan yang di dapatkan oleh anak-anak Indonesia dalam segala bidang, tapi kemana pemuda-pemudanya..?? mari kita kenalan sama anak - anak hebat yang berhasil mengharumka nama Indonesia di kancah internasional.

MEREKA BISA, PASTI KITA JUGA BISA :)

Fahma Waluya



Indonesia berhasil meraih Juara (Winner) pada ajang Asia Pacific ICT Alliance (APICTA) Awards 2010 yang berlangsung tanggal 12 – 16 Oktober 2010 di Kuala Lumpur Malaysia. Prestasi ini diperoleh pada kategori Secondary Student Project melalui karya siswa SD Cendikia Bandung / SMP Salman AL-Farisi Bandung, Fahma Waluya Rosmansyah (12 tahun) dan adiknya, Hania Pracika Rosmansyah (6 tahun).
Melalui karya berupa kumpulan program game edukasi sederhana yang dibuat menggunakan Adobe Flash Lite untuk ponsel Nokia E71 dengan judul “My Mom’s Mobile Phone As My Sister’s Tutor” (Ponsel Ibuku Untuk Belajar Adikku), Fahma Waluya & Hania Pracika berhasil mendapat apresiasi tinggi dari tim juri APICTA Internasional 2010 dan memperoleh skor tertinggi sekaligus memboyong piala Juara (Winner) APICTA 2010 pada kategori Secondary Student Projectsebelumnya Fahma dan Hania juga meraih Juara (Winner) di INAICTA 2010 pada kategori Student Project SD.

Peter Tirtowidjoyo Young




Peter Tirtowidjoyo Young, 14, anak SMP Petra 1 Surabaya, dan Andrew Tirtowidjoyo, 12, anak SD Santa Maria Surabaya, kakak beradik itu telah berhasil menjadi juara dalam Kompetisi Matematika tingkat Internasional.
Anak ketiga dan keempat pasutri Steven Tirtowidjoyo, 52, dan Rani Pandunata, 45, itu berhasil mengharumkan nama bangsa dalam kompetisi matematika tingkat Internasional di Incheon, Korea Selatan.
Peter si anak SMP menyabet medali emas sedangkan adiknya, Andrew si anak SD menggondol medali perunggu.
Saat mewakili Indonesia dalam International World Youth Matematic Intercity Competition (IWYIC), 25 – 29 Juli 2010 yg lalu, mereka berhasil menyisihkan utusan dari 26 negara lainnya dalam adu pintar dan adu cepat mengerjakan soal-soal matematika. Peter menyabet pernghargaan tertinggi dengan meraih emas tingkat anak SMP.

Baik di nomor perorangan maupun tim, anak SMP kelas tiga Petra 1 ini berhasil mengumpulkan 115 poin. Sedangkan adiknya yg masih duduk di kelas enam SD, anak SD Santa Maria menyabet medali perunggu untuk tingkat anak SD.

Peter harus menyelesaikan 15 soal dalam waktu satu jam. Sebanyak 12 soal berupa isian sedangkan tiga soal lainnya adalah esai matematika. Peter nyaris meraih nilai sempurna karena nilai maksimal untuk soal-soal ini adalah 120. Sekembalinya dari Korsel, Selasa (3/8) lalu, dua pahlawan matematika ini disambut Kepala Dinas Pendidikan bersama orang tua dan juga teman-temannya.

Agasha Kareef Ratam



Agasha memang baru saja mengharumkan nama bangsa. Bersama Henry Jayakusuma, Kevin Pratama, Stanley Orlando, Agasha meraih empat medali emas Olimpiade Matematika dan Ilmu Pengetahuan Alam Internasional Tingkat Sekolah Dasar (IMSO) di Yogyakarta pada 8-14 November 2009. Di kompetisi ini, Indonesia menjadi juara umum dengan memboyong 6 emas (4 emas dari tim matematika dan 2 emas dari tim IPA), 5 perak, serta 17 perunggu, mengungguli 9 negara peserta lain, seperti Singapura dan Taiwan.

Prestasi Agasha dan kawan-kawan menambah daftar kesuksesan Indonesia di ajang olimpiade internasional tingkat SD, khususnya matematika. Sebelumnya Indonesia juga keluar sebagai juara umum di 3th Wizards at Mathematics International Contest (Wizmic) di Lucknow, India, pada 27-30 Oktober 2009 dengan memboyong 10 medali emas, 9 perak, dan 5 perunggu mengalahkan 8 negara lainnya.Kompetisi Wizmic adalah kompetisi bagi siswa SD di bawah 13 tahun yang diselenggarakan setiap dua tahun sekali. Adapun IMSO merupakan ajang tahunan. Pada IMSO 2009, tim Indonesia diwakili 32 siswa (16 tim matematika dan 16 tim IPA) dari total 146 peserta.

Eric Losardi & Edgar Xavier Marvelo
Wushu Indonesia mengumpulkan 2 medali emas, 5 perak dan 2 perunggu, pada hari ketiga kejuaraan dunia wushu junior di Singapura, Selasa (7/12/10).

“Medali emas yang dipetik tim Merah-Putih disumbangkan Eric Losardi di nomor nanguan di kategori A usia 18 tahun ke bawah. Satu medali emas lagi disumbangkan Edgar Xavier Marvelo di nomor toya pada kelompok C (14-13).

Wushu Indonesia juga berhasil mengharumkan nama Indonesia di kejuaraan wushu yang berlangsung di Singapura awal desember 2010 lalu melalui Eric Losardi yang berhasil menyubangkan emas di nomor nanguan di kategori A usia 18 tahun ke bawah. Satu medali emas lagi disumbangkan Edgar Xavier Marvelo di nomor toya pada kelompok C (14 - 13).

Bryan Jenvoncia

Bryan Jenvoncia, anak berusia 6,5 tahun asal Pontianak, Kalimantan Barat berhasil memenangkan lomba desain perangko yang diadakan Perserikatan Bangsa Bangsa (PBB). Dia berhasil mengalahkan 12 ribu pesaingnya yang datang dari 124 negara. Hasil karya Bryan akan menjadi perangko resmi Perserikatan Bangsa Bangsa.
Dilihat sekilas tidak ada yang istimewa dari sosok Bryan, bocah yang masih duduk dibangku kelas 2 Sekolah Dasar ini. Setiap hari sepulang sekolah, Bryan langsung bermain layaknya anak seusianya atau bermain dengan kakaknya.
Prestasi Bryan memang patut dibanggakan yang menjadi pemenang dalam lomba desain perangko Perserikatan Bangsa Bangsa (PBB) bertajuk We Can End Poverty, sehingga Bryan mendapat penghargaan dari Sekjen PBB Ban Ki Moon di New York, Amerika Serikat pada 17 Oktober tahun lalu.
Brayn berhasil mengalahkan 12 ribu peserta dari 124 negara. Lukisan Bryan berlatar belakang anak-anak yang bermain dengan memanfaatkan potongan kain bekas jahitan ibunya.

Dominic Brain




Yang ini udah aga lama tepatnya tahun 2009 lalu tapi prestasinya bisa di bilang wowwww...
Dominic Brain, yang masih berusia 12 tahun asal Kuta, Kabupaten Badung, Bali, berhasil mencatatkan namanya dalam buku rekor dunia “Guinness World Records” setelah berhasil menunjukkan kemampuannya mengingat 76 deret angka hanya dalam 60 menit.

Anak dari Gidion Hindartho itu masuk dalam buku catatan rekor dunia yang diterbitkan perusahaan bir hitam Guinness, setelah menunjukkan kemampuannya pada acara pemecahan recor yang dilaksanakan di taman satwa “Bali Zoo Park” di Gianyar, Bali, Sabtu 28 Nopember 2009.
Perwakilan Guinness World Records Asia, Alex Iskandar Liew, selain memuji kemampuan yang ditunjukkan Dominic Brain, juga menilai hal itu sebagai rekor unik, mengingat umur yang bersangkutan masih tergolong anak-anak menuju remaja.
Brain sebelumnya berhasil memecahkan rekor pada Museum Rekor Indonesia (Muri), yaitu mengingat 52 kartu selama 100 detik dan mengingat 100 angka dalam waktu 12 menit.

Tim Junior Sepakbola Indonesia Juara I 
Intesa San Paulo Tournament AC Milan Camp International



Tim Junior Sepakbola Indonesia berhasil menjadi Juara 1 Intesa San Paulo Tournament AC Milan Camp International, salah satu turnamen yang diikuti oleh 30 negara di dunia. Dalam Milan Junior Camp Day Tournament yang bersifat setengah kompetisi ini, anak-anak Indonesia memenangkan tiga pertandingan dalam babak penyisihan, yaitu melawan wakil Eropa Step Stone dengan skor 1-0, tim Brazil dan Venezuela (UISP) 3-1, dan tim gabungan Eropa Non Italia (USUNTP) dengan skor 3-0. Di babak final, mereka mengalahkan Italia (ASTI) dengan skor 1-0. Kemenangan ini otomatis membuat bendera merah-putih berkibar di bumi Italia dan menyandang gelar Prima Classifico yang berarti peringkat pertama di klasemen.
Tim junior ini adalah tim yang didapatkan dari salah satu program klub sepakbola Italia, AC Milan, yang dinamai The All Star Team Challenge AC Milan Junior Camp. Program yang telah berjalan lebih dari 10 tahun dan telah dilaksanakan di 36 negara ini bertujuan memberikan pelatihan pemain muda yang tengah merintis jalan menuju pemain kelas dunia.
Untuk Indonesia, program ini melibatkan 17 anak dari usia 9 sampai 15 tahun yang terjaring melalui AC Milan Junior Camp di Jakarta dan Bali.

Juara Dunia Robotik di Korea


Setelah melalui babak penyaringan di Indonesia melalui kompetisi Indonesia Robotic Olympiad (IRO) bulan Agustus 2010 lalu, kini peserta dari Indonesia berhasil mencetak prestasi yang membanggakan dalam kompetisi World Robotic Olympiad yang dilangsungkan di SMX Convention Centre Hall, Philipines, Manila.
Pada kompetisi robotik ini, satu tim perwakilan dari Indonesia berhasil meraih medali emas dalam category Robot Soccer. Category ini diikuti oleh 21 tim dari berbagai negara. Sebelumnya pada World Robotic Olympiad 2009, Indonesia juga telah berhasil meraih prestasi juara 2, 3 dan 5.
Event International robotik yang dilaksanakan awal November kemarin ini diramaikan oleh 700 peserta yang berasal dari 22 negara. Untuk lomba yang sudah berlangsung selama tujuh kali ini, Indonesia mengirimkan 38 peserta, yang terbagi menjadi 11 tim untuk mengkuti Regular Category dan Robot Soccer Category.

Juara Umum Lomba Penelitian Ilmiah Remaja Tingkat Dunia Ke-17



Indonesia berhasil menjadi juara umum pada Lomba Penelitian Ilmiah Remaja Tingkat Dunia Ke-17 atau 17th International Conference of Young Scientists (ICYS) pada 12-17 April 2010 di Denpasar, Bali. Tim Indonesia yang berkompetisi di semua bidang lomba, yakni Ilmu Fisika, Matematika, Komputer, dan Ekologi meraih tujuh medali emas, satu medali perak, dan tiga medali perunggu. Prestasi ini mengulang kesuksesan Indonesia pada ajang yang sama tahun lalu di Pszcyna, Polandia.

Tujuh medali emas masing-masing diraih oleh Florencia V.Vaniara/Evelyn L.Wibowo dengan judul penelitian ‘Effect of Stem Cell and Mangosteen Peel Extact on Abnormal Cells’, Muhammad Kautsar/Dian Sartika Sari/Dhicha Putri Maharani/Hidayu Permata Hardi (Sweitenia Oil:The Use of Mahagony Seed os Bio-Oil Alternative and The Use of Production Waste as Electris Mosquito Repellent). Kemudian Oki Novendra (Mathematical Explamation on the Death of Michael Jackson), Dwiky Rendra Graha Subekti (Big Match:” Suka Kelor” Caramel vs Malnutrition), Sonny Lazuardi Hermawan (Portable Protection Everywhere), Miftah Yama Fauzan (Development of Smart Electric Gun with Adaptive Bullet Speed), dan Andreas Widy Purnomo/Aldo Vitus Wirawan (Green Energy Source: Centripetal Water Turbine).

Sementara medali perak diraih oleh Aria Dhanang Dewangga dan medali perunggu masing-masing diraih oleh Dita Nurtjahya, Fauqia Tambunan/Bening Embun Pagi/Alan Suherman, dan Rizal Panji Islami/Fahmi Maulana Ainul Yakin/Ikhsan Britama. Tim Indonesia juga meraih best performance atas nama Dwiky Rendra Graha Subekti untuk bidang Environmental Sciences dan Ilham Naharudinsya/ Ardelia Djati Safira/Satria Putra Adhitama untuk bidang Basic Mathematics.

Tim Pelajar Indonesia Juara di Primary Mathematics World Contest 2010, Hong Kong

Tim pelajar Indonesia tampil sebagai juara dan berhasil meraih satu medali emas dan empat medali perak pada 13th Primary Mathematics World Contest (PMWC) di Po Leung Kuk, Hong Kong yang diselenggarakan pada 10-14 Juli 2010.

PMWC merupakan ajang kompetisi matematika tingkat dunia yang diperuntukkan bagi siswa dengan jenjang grade 9 atau tingkat SD hingga SMP. Tahun ini, PMWC diikuti 176 siswa yang terdiri atas 44 tim dari 14 negara, yaitu Bulgaria, China, Hong Kong, India, Indonesia, Malaysia, Macau, Filipina, Rusia, Singapura, Afrika Selatan, Taiwan, Thailand, dan AS.

“Tahun 2010 ini untuk keempatkalinya Indonesia mengikuti PMWC. Prestasi yang diraih tim Indonesia tahun ini memang menurun dalam perolehan medali, karena tahun lalu Indonesia berhasil meraih empat medali emas, namun ada di peringkat dua"

Juara Pertama Kejuaraan Internasional Tari dan Budaya Anak-anak III

Tari Kipah asal Aceh yang dibawakan para pelajar SMP Islam Al Ikhlas, Jakarta Selatan, mengantarkan Indonesia menjadi juara pertama tingkat dunia yang digelar di Kota Fethiye, Turki, dalam Kejuaraan Internasional Tari dan Budaya Anak-anak III di Turki pada 21 -29 April 2010.

Sedangkan juara kedua diraih Anal dan diikuti Azerbaijan. Selain Tari Kipah, sebanyak 24 pelajar SMP Al Ikhlas itu juga menampilkan Tari Pendet (Bali), Tari Piring (Sumbar). Tari Satrio Watang (Jateng), Tari Pukat (Aceh), serta musik angklung. Sebenarnya, ini merupakan kali pertama Indonesia mengirimkan tim pada ajang kompetisi anak-anak 2010 itu, namun mampu meraih prestasi yang luar biasa.
sumber : http://www.kaskus.us/showthread.php?p=515885149