Social Icons

Sep 9, 2013

Manfaat Menulis Bagi Kesehatan

Manfaat Menulis Bagi Kesehatan
"Nuun. Demi Qalam (pena) dan apa yang mereka tulis". (QS. Al-Qalam: 1-2)

Kegiatan menulis sudah tidak asing lagi untuk semua orang. Karena sejak kecil kita sudah dilatih untuk calistung (baca-tulis-berhitung). Para ulama-ulama terdahulu pun banyak sekali yang hobi menulis, selain berkelana ke berbagai penjuru dunia untuk menimba ilmu. Misalnya saja Bukhari, Muslim, Tirmidzi, Nawawi, Malik bin Annas, dan banyak lagi.

Selain sebagai pengikat ilmu, aktivitas menulis juga ternyata mempunyai manfaat lain yang tidak kalah pentingnya. Menulis adalah bisa menjadi obat yang bisa menjernihkan pikiran, ketika kita menuangkan setiap apa yang ada dalam kepala kita ke dalam sebuah tulisan. Ketika kita membaca kembali apa yang sudah kita tulis, secara tidak langsung kita sedang mecoba memperbaiki apa yang ada di pikiran kita.

Para ahli meneliti, ada hubungan antara kegiatan menulis dengan kondisi kesehatan manusia. Menulis bisa ternyata membuahkan dampak positif, yakni bisa menjadi salah satu cara efektif untuk meningkatkan kualitas seseorang.

James W. Pennebaker, dosen Psikolog di Southern Methodist University USA, adalah salah satu pelopor studi tentang korelasi antara kegiatan menulis dengan kondisi kesehatan manusia. Beliau sering menganjurkan kliennya untuk menuliskan hal-hal yang bersifat pribadi, seperti kejadian-kejadian kecil jadi ditemui sehari-hari, hubungan dengan orang-orang terdekat, seputar pekerjaan, dan sebagainya.

James W. Pennebaker kerap menyarankan agar sedikitnya dalam empat hari berturut-turut kliennya menuliskan emosi-emosi dan pikiran-pikiran terdalam yang muncul. Emosi-emosi dan pikiran yang berkaitan erat dengan peristiwa-peristiwa yang sangat penting, peristiwa-peristiwa yang memengaruhi hidup sampai saat ini.

Beberapa manfaat menulis lainnyayaitu:

1. Sarana untuk mengasah kemampuan menulis, sehingga menghasilkan karya-karya yang berkualitas tinggi.

2. Sarana menuangkan ide dan kreatifitas dalam suatu bidang ilmu.

3. Sebagai motivasi untuk terus menambah wawasan dan ilmu tentang bidang yang ia tulis.

4. Menebarkan manfaat dari ilmu yang ia tulis.

5. Mendapatkan royalti dari hasil tulisan.

6. Sarana untuk lebih dikenal banyak orang.

7. Adanya kepuasan batin jika karyanya dibaca dan berguna bagi pembaca.



Insya Allah di lain kesempatan saya juga akan membahas, manfaat menulis untuk mendekatkan kita mewujudkan impian. Simak terus www.ideanakhebat.com yaa J

Sep 6, 2013

Mengatasi Anak Marah

Apa yang biasa Anda lakukan jika anak marah??
  1. Ikut marah juga
  2. Beristighfar sebanyak-banyaknya dan sekeras-kerasnya ^_^
  3. Atau mungkin malah nangis karena takut

Mmmm... pusing juga ya mengatasi anak yang marah atau marah-marah baik itu ada alasan ataupun tidak pasti yang ada buat kita semakin bingung.

Nah, kali ini kami akan berikan solusi buat bunda yang kebingungan saat anak kita marah dan tidak bisa dihentikan. Simak yuk...

Mengatasi Anak Marah

Marah biasanya tampil berupa reaksi terhadap frustasi, sakit hati dan merasa terancam. Pada umunya frustasi atau keinginan yang tidak terpenuhi merupakan hal yang paling sering menimbulkan kemarahan pada anak. Terutama bagi anak-anak, penyebab munculnya marah adalah anak terhambat melakukan sesuatu, hambatan bisa berasal dari dirinya sendiri (ketidakmampuan) atau bisa juga dari orang lain (larangan), perasaan tidak nyaman, mainan miliknya direbut oleh orang lain.

Reaksi marah pada anak sangat beragam, namun yang sangat sering ditampilkan anak adalah kemarahan yang bersifat impulsive (agrsesi), tindakan yang langsung ditujukan pada orang lain atau objek lain. Bisa berupa reaksi fisik atau verbal, bisa tempertantrum, mengigit, menendang dan lain-lain. Bisa juga marah yang tertahan dan dikendalikan maka reaksi yang dimunculkan berupa menarik diri atau bersikap masa bodoh. 

Menekan dan menyimpan marah dapat menyebabkan masalah yang bisa jadi lebih berbahaya. Namun seiring usia perkembangana anak, maka anak akan dapat mengendalikan dirinya, dengan cara mengontrol dan melampiaskan pada cara yang tepat dan produktif. Hal yang wajar dan biasa ketika anak pra-sekolah mengekspresikan dirinya dengan cara marah sebagai tanda mencurahkan gejolak jiwanya sebagai protes terhadap perilaku atau sesuatu yang tidak dapat diterimanya.

Berikut tips mengatasi marah pada anak:
  • Bantulah anak mengendalikan emosinya saat Anda mengajarkan cara-cara yang bisa diterima untuk mengemukan amarah.
  • Pada balita dan anak pra-sekolah, Anda bisa mengatakan pada anak Anda bahwa perasaannya sah-sah saja
  • Anak pra-sekolah yang berpikir tentang hal-hal sihir akan khawatir bahwa pikiran jelek tentang seseorang akan menjadi kenyataan setelah marah berlalu, berikan pelukan hangat sehingga anak dapat mengatasi kemarahannya.
  • Dengan anak yang lebih tua, katakan “Mamah tidak mau bicara denganmu ketika kamu berteriak atau bersumpah serapah” cara ini akan memberi contoh yang baik dalam mengekspresikan emosi.
  • Hitunglah sampai sepuluh dan katakanlah, mengapa kamu sangat marah sambil ketuk-ketuk dahi-tulang tengkorak pipi-hidung-dagu-bahu-dada dengan menggunakan jari telunjuk kanan masing-masing 10 hitungan.
  • Menetralkan marah dan menyegerakan berdiskusi bersama anak.
  • Buatlah pertemuan keluarga dan revisilah peraturan rumah yang dapat membuat anak marah dan frustasi karena peraturan tersebut.
  • Sebaiknya juga berdiam diri atau berpindah tempat ketika sedang marah.
  • Latihlah dengan sabar apa yang anda ajarkan pada anak.
  • Jika anak marah, berikan pada diri anda waktu istirahat.
  • Tetap tenang dan tidak menuruti keinginan anak, jika Anda ingin memberikan nasihat lakukan ketika anak sudah tenang.
  • Cobalah untuk menjadi sportif ketika mengatur perilaku anak.

Nah, mudah-mudahan bisa membantu ya bunda... Buat bunda yang masih bingung dengan permasalahan lainnya seputar pendidikan anak simak terus artikel-artikel menarik di www.ideanakhebat.com ya ^_^

Sep 5, 2013

Menerapkan Sikap Jujur Pada Anak

Orangtua dan guru paling berperan dalam menanamkan perilaku jujur pada anak. Jika anak terbiasa melihat perilaku jujur orangtuanya, kemudian ikut mempraktikkannya sejak kecil, maka akan terbawa hingga dewasa.

Kasus yang akhir-akhir mulai tekuak dan menjamur di negara kita adalah kasus korupsi yang melibatkan para pejabat publik yang seharusnya pengayom masyarakat malah memberikan contoh yang kurang baik terhadap tumbuh kembang kemajuan bangsa ini. Apalagi jika pemberitaan ini menghiasi layar TV yang sedikit banyak mempengaruhi anak-anak kita di rumah. Mengerikan ya jika anak-anak kita melihat hal tersebut dan melakukan hal yang sama... Wah jangan sampai dech, Nah agar keluarga kita terhindar dari hal yang demikian, terutama anak-anak kita maka kita harus menanamkan sikap kejujuran dalam keluarga kita sejak dini.

pinokio
Kejujuran adalah hal yang sangat langka di zaman sekarang, oleh karena itu harus mulai memasyarakatkan kejujuran tersebut mulai dari lingkungan keluarga kita, mulai dari hal-hal yang kecil, dan mulailah saat ini juga tanpa menunda-nunda. Contoh menerapkan sikap kejujuran kepada anak kita, biasanya saat kita selaku orangtua sedang dalam keadaan lelah ada tamu datang berkunjung tanpa kita sadari ada orangtua yang menyuruh anaknya untuk mengatakan “Bilang ya Mamah sedang tidur atau bahkan tidak ada di rumah.” Padahal jelas-jelas kita ada dan malas untuk menemui tamu tersebut. Sederhana memang tapi dampaknya sangat negatif untuk perkembangan mereka, mereka akan beranggapan jika kita sedang tidak mood maka kita boleh berbohong. 

Lalu bagaimana ya kita bisa menerapkan kejujuran kepada mereka??? Nah, salah satunya bisa melalui dongeng/cerita. Membacakan cerita/mendongengi anak bisa dilakukan untuk menanamkan sikap jujur pada anak sejak dini. Cara ini dianggap sangat efektif karena umumnya anak-anak menyukai cerita/dongeng. Apalagi jika dilakukan dengan nada, intonasi, mimik muka, dan gerakan-gerakan yang bisa membuatnya fokus kepada kita. Tentu saja pilihlah cerita yang ringan dan sesuai dengan usia perkembangannya. Jangan sampai justru membuat mereka ketakutan. Cerita/dongeng binatang (Fabel) bisa mengantarkan mereka melakukan hal-hal yang terpuji dan disukai oleh orang banyak-termasuk berlaku jujur. 

Ingat ya bunda, saat anak melakukan kejujuran sekecil apapun maka harus dihargai dan diberikan reward bisa berupa pujian atau bahkan hadiah. Asal tidak berlebihan itu akan membuat anak senang melakukan kebaikan-kebaikan yang lainnya. Tapi jika anak melakukan kebohongan maka janganlah terlalu keras mengahadapinya, tetap hadapi dengan kepala dingin dan ajaklah ngobrol dari hati ke hati agar anak juga merasa aman dan menyadari bahwa yang dilakukannya tidak benar.

Nah, gimana Bunda? Semoga bermanfaat ya artikel kita kali ini... Buat bunda yang mau lebih jelas lagi bagaimana mendidik anak-anak HEBAT kita silahkan bergabung dan simak berbagai macam tips seputar pendidikan anak di www.ideanakhebat.com bersama Tim HEBAT AHa ^_^