Social Icons

Sep 21, 2013

Hidup Bukan Seperti Lampu Aladin

Hidup Bukan Seperti Lampu Aladin
Tak ada kata menyerah dalam belajar dan berkarya. Tak ada kata putus asa untuk belajar sesuatu yang baru. Tak ada kata mundur untuk mencapai kemajuan. Terus bergerak dan berusaha sebisa mungkin, maju terus pantang mundur! Ayo bangkitlah!

Betapa banyak orang yang biasa-biasa saja pada awalnya, tapi karena semangatnya tinggi dan terus berusaha dan berjuangan menggapai apa yang dicita-citakan, pada akhirnya kesuksesan diraihnya. Apapun kata orang, bukan halangan untuk maju. Apapun pendapat orang, bukan batu sandungan yang mesti ditakuti. Apapun caci maki, hinaan orang atau mungkin ” dikecilkan ” atau ” disalahartikan ” bukan hantu yang menakutkan. Maju terus dan jangan menyerah! 

Kerikil-kerikil tajam atau duri-duri yang berserakan sepanjang jalan kalau memang itu ada dihadapanmu, jangan mundur! Kalau perlu berdarah-darah dan terluka, jangan takut. Darah dan luka adalah asam garam kehidupan. Ayo bangkit terus dan bergerak maju. 

Bekerja, berkarya dan berusaha dalam menempuh hidup dan kehidupan di mana saja adalah sama, akan ditemukan kesulitan, hambatan, rintangan, ujian, cobaan yang tida henti-hentinya, semakin tinggi karyamu dan usahamu, biasanya kesulitan, hambatan, rintangan, ujian, cobaannya juga semakin tinggi. 

Ibarat pohon yang semakin tinggi, angin yang menghempasnya juga semakin kencang, bahkan bukan angin, namun sudah menjadi badai! Bila akarnya tidak kokoh dan kuat, maka pohon itu akan terhempas badai, patah, tumbang dan hencur berantakan. 

Akar yang kokoh dan kuat itu adalah iman, energi iman akan membuat kokoh dan kuatnya seseorang dalam menghadapi berbagai macam cobaan dan ujian hidup. Iman yang kokoh dan kuat ibarat batu karang ditengah hempasan badai laut yang ganas, dia akan tetap berdiri, tak bergeser seincipun! 

Bukan akhir perjalanan yang penting, jadi apapun kamu bukan masalah, tapi proses dalam perjalanan itu yang penting. Jangan menyerah dalam perjalanan, betapapun sulit dan melelahkan perjalanan tersebut. Tiada kesuksesan bila kamu tetap diam dan pasif, tidak melangkah dan tidak bergerak. 

Yang sudah berjalan jauhpun belum tentu sampai ke tempat tujuan, apa lagi yang tidak pernah berjalan, tidak pernah bergerak. Hidup penuh dengan tantangan, ujian dan cobaa! Emas berlian yang dipakai dalam mahkota para raja dan ratu, mulanya adalah bongkahan, yang kemudian digosok, diasah, dibakar, dipanaskan dan sebagainya. 

Coba lihat genteng yang di atas rumah, itu awalnya adalah tanah yang injak-injak manusia kebanyakan, lalau mengapa bisa di atas? Genteng yang di atas rmah sudah mengalami cobaan, ujian, rintangan, hambatan dan lain sebagainya. Lihat saja bagimana tanah sebelaum menjadi genteng. 

Tanah itu dicangkul, diinjak-injak, diaduk-iaduk dengan air, dibanting-banting, dicetak, lalu di bakar, setelah itu dijemur. Masih belum selesai, dibawa ke matrial, diperjualbelikan, dan ketika akan naik ke atas setelah mengalami berbagai macam tahap, masih ada yang pecah saat di lemparkan ke atas, saat dijemur retak-retak, saat diangkut dan bergesekan dengan sesama genteng. Jadi “memang tidak semua genteng bisa sampai ke atas rumah! Hanya genteng yang sudah teruji yang bisa sampai ke atas!” 

Begitu juga manusia, untuk sampai di puncak atau di atas, maka yang tak tahan menghadapi berbagai macam hambatang, rintangan, ujian, cobaan, hinaan, caci maki, sumpah serapah dan seterusnya ya akan tetap di bawah dan atak akan pernah sukses, sukses dalam arti sempit maupun sukses dalm arti luas. Pilihannya sekarang, apakah ingin menjadi manusia sukses? Jika jawabannya “iya”, maka harus siap menghadapi berbagai macam cobaan, ujian ataupun hinaan. Tak ada jalan kesuksesan semulus jalan tol! Jalan tol saja masih ada kelokannya, masih bisa macet, bahkan bisa macet total. 

Dan ibarat di jalan tolpun, yang jalan sudah begitu mulus, kecelakaan yang menimbulkan tabrakan maut tak kurang-kurangnya. Jadi di manapun perjalanan kehidupan ada saja rintangannya, ada saja hambatannya, ada saja ujiannnya, ada saja hinaannya, ada saja orang-orang yang tak suka, iri hati, dengki dan lain sebagainya. Kebanyakan manusia memang seringkali, ini sering saya ungkapkan, senang melihat orang susah, dan susah melihat orang senang! Itu karena banyaknya penyakit hati yang ada di dalam diri manusia. 

Bila ada orang sukses, bukannya senang, tapi susah dan mengunjingkannnya, bukannya ikut senang dan mendorongnya untuk tetap maju dan berusaha terus dalam karya. Begitulah kebanyakan manusia, coba saja lihat, jika ada berita buruk lebih banyak dibaca di media cetak atau media elektronik. Namun bila ada berita baik mengenai seseorang, berita tersebut tak dibaca. 

Kembali ke kerja keras untuk menuju sukses, itu sudah menjadi semacam syarat umum yang harus dimiliki oleh manusia, karena tak ada orang yang sukses hanya hasil “ongkang-ongkang” kaki sambil duduk di kursi goyang dan sambil manggut-manggut, lalu kesuksesan itu datang, atau tiba-tiba saja uang turun dari langit! Tak ada itu. Atau seperti ceritanya Aladin dengan lampu wasiatnya, digosok-gosok, lalu ke luarlah jin dan Aladin minta apa saja diberikan! 

Hidup ini bukan seperti lampu Aladin, tapi butuh perjuangan. Jangankan yang belum ada, yang sudah ada di atas piring saja kalau tak ada usaha untuk mengambilnya dan menggiringnya ke mulut, maka proses makan itu tak akan terjadi. Jadi semuanya perlu usaha, perlu ikhitiar, perlu gerak. 

Jangankan manusia biasa, para nabi dan rosul yang jelan-jelan manusia pilihan Tuhan, mereka bukan diam saja menungguh wahyu turun, tapi mereka juga bekerja. Bahkan Rosulullah SAW menggembelakan kambing ketika masih kecil, sudah ikut berdagang menjelang remaja dan menjadi “bisnismen” ketika menjadi pemuda. Dan ketika menjadi rosulpun Beliau tidak lantas berdiam diri saja, tapi ikut berperang, ke pasar, ikut mengangkut bata saat pembangunan masjid. 

Jadi mengapa takut berusaha? Mengapa takut tak berhasil? Kesuksesan akan tercapai bila usaha dilakukan semaksimal mungkin dengan diringi doa tentunya, karena bagaimanapun manusia hanya punya ikhtiar, tapi yang menentukan tetap Tuhan. Ayo terus berjuang dalam hidup ini, tak ada kesuksesan tapi perjuangan. 

Kalau kata Muhammad Iqbal, seorang Philosof dari Pakistan” setetes embun yang dikumpulkan oleh tangan sendiri terasa lebih manis” Jadi usaha itu penting, proses menjadi orang sukses itu lebih menyenangkan, karena sesuatu yang didapat dengan susah payah biasanya lebih dihargai ketimbang sesuatu yang didapat dengan cara mudah dan hasil pemberian orang lain. Hasil keringat sendiri lebih indah ketimbang sesuatu karena diberikan orang lain. 

Atau masih takut atas hinaan orang karena telah berbuat sesuatu, kalau takut mari perhatikan pepatah Jerman yang berbunyi” Orang yang suka memfitnah mempunyai setan di atas lidahnya dan orang yang mendengarkan fitnah mempunyai setan di atas kupingnya” Begitu jelas bunyi pepatah ini, jadi mengapa takut pada fitnahan orang, mengapa harus mendengarkan fitnahan orang, kalau kata anak Betawi” Emanya Gue Pikirin”, ya EGP saja terhadap berbagai macam finah dan hinaan! 

Orang yang suka memfitnah dan menghina orang lain, memang sangat senang kalau orang yang difitnah atau dihinanya itu hancur berantakan, karena memang itu tujuannya. Maka kalau difinah atau dihina lantas mundur dalam perjuangan atau menenggelamkan diri ke pojok-pojok dunia, maka yang tukang fitnah dan tukang hina akan semakin senang, karena sasarannya berhasil. 

Ayo bangkit dan terus berjuang! Ingat sekali lagi, tak ada kesuksesan yang didapat tanpa ada proses untuk menggapainya dan di dalam proses itu akan ada, dan selalu ada hambatan, rintangan, ujian, cobaan dan selalu ada kerikil-kerikil tajam di sepanjang jalan kehidupan, hingga kaki ini berdarah-darah. Itulah hidup dan hidup memang perlu perjuangan dan sang pejuang tak kenal kata putus asa, tak ada kata mundur dan tak ada kata menyerah, apapun rintangan, ujian atau cobaannya. Karena sang pejuang selalu punya keyakinan: “ di balik awan ada matahari, di balik kesusahan akan ada kemudahan dan di ujung penderitaan itu ada kebahagiaan yang sedang menanti” 

Moskow, 22 April 2013.
Oleh: Syaripudin Zuhri

Mewujudkan Mimpi Anak Pedalaman Indonesia (Bagian 3)

Mendengar dan melihat berita-berita di televisi atau media massa lainnya tentang anak - anak pedalaman mungkin sering anda temui. Namun barangkali berinteraksi secara langsung dengan mereka jarang atau barangkali belum pernah anda lakukan dalam hidup Anda. Perjalanan kami, AHa Self Inspiration Center selama ini menebar program - program pendidikan di Indonesia sudah dilakukan di berbagai wilayah di Indonesia. Mulai 2011, AHa Self Inspiration Center menebar program – program pendidikan di kota kota di Indonesia. Tercatat beberapa kota yang pernah kami datangi untuk program pendidikan yakni di Jawa Barat seperti Bandung, Garut, Bogor, Cianjur, Purwakarta; Jawa Tengah seperti Solo, Wonogiri; Jawa Timur seperti Blitar, Lampung yakni Tanjung Bintang, Jakarta, Tangerang, Makasar Sulawesi Selatan, Balikpapan dan Batu Licin Kalimantan Timur. Melengkapi kiprah untuk memajukan anak anak di seluruh Indonesia, bulan September 2013 ini AHa Self Inspiration Center mengadakan program special yang berinteraksi langsung dengan anak anak pedalaman.

Kami mengambil lokasi program kami ini di Pulau Lembata, Nusa Tenggara Timur. Program ini berkolaborasi dengan Kebukit dan Relawan Siaga Nusantara. Mungkin banyak diantara anda yang belum mengenal Pulau Lembata ini. Orang mungkin lebih kenal dengan Flores. Wilayah Indonesia yang satu ini luar biasa potensi keindahan alam dan kelautannya. Hanya sayang sekali karena pendidikan Sumber Daya Manusianya yang masih terbatas akhirnya potensi daerahnya belum terkelola dengan maksimal. Alhamdulillah tanggal 9-14 September 2013 kami tim AHa berinteraksi langsung dengan anak anak Pulau Lembata melalui Program Wakaf Al Quran Plus. Kami mengucapkan terimakasih kepada rekan - rekan Donatur yang sudah mengikuti program Wakaf Al Quran Plus sehingga kami bisa mengirimkan ribuan Al Quran dan juga buku buku serta program pendidikan.

Berikut kami sertakan foto - foto anak anak pedalaman Pulau Lembata dan kegiatan kegiatan kami selama menyalurkan program Wakaf Al Quran Plus di Pulau Lembata.

A. Kondisi Masyarakat Lembata 

Foto Anak Anak Kedang Pedalaman Lembata

Foto Anak Anak Kedang Pedalaman Lembata

Foto Anak Anak Kedang Pedalaman Lembata

Foto Anak Anak Kedang Pedalaman Lembata





B. Proses Penyerahan Wakaf Al Quran & Interaksi dengan Masyarakat Lembata

Penyerahan Wakaf Al Quran Plus di Atuwalupang Lembata
Penyerahan Wakaf Al Quran Plus di Atuwalupang Lembata


Penyerahan Al Quran di Masjid Loang Lembata
Penyerahan Al Quran di Masjid Loang Lembata
Kendaraan Masyarakat Pedalaman Kedang Pulau Lembata
Kendaraan Masyarakat Pedalaman Kedang Pulau Lembata
Penyerahan Buku Buku Pendidikan Untuk Anak Pedalaman
Penyerahan Buku Buku Pendidikan Untuk Anak Pedalaman
Suguhan Khas Masyarakat Pedalaman Loang Untuk Tamu yang Berkunjung
Suguhan Khas Masyarakat Pedalaman Loang Untuk Tamu yang Berkunjung
Penyambutan Khas Masyarakat Kedang untuk Tim Wakaf Al Quran
Penyambutan Khas Masyarakat Kedang untuk Tim Wakaf Al Quran
    
Perasaan haru, percampuran antara bahagia dan sedih menyelimuti hati kami saat penyerahan Wakaf Al Quran Plus ini. Kami berangkat bersama lembaga lain yakni Kebukit dan RSN, dengan delapan orang volunters kegiatan. Selama sekitar lima hari, kami berinteraksi dengan penduduk Nusa Tenggara Timur khususnya pedalaman Pulau Lembata. Bahagia, melihat bagaimana antusiasnya mereka menyambut kami. Mereka pun menangis haru melihat kepeduliaan dari saudara saudara nya yang jauh dari Jawa ini untuk kehidupan mereka di pedalaman. Alhamdulillah tersalur dari program ini:
  • 2000 AL QURAN
  • 1500 IQRA
  • 250 ALAT SHOLAT
  • 210 BUKU PENDIDIKAN
  • PROGRAM TRAINING MOTIVASI SISWA SEKOLAH
Sedih pun terasa juga di hati kami,merasa belum banyak yang kita bisa lakukan untuk mereka. Jumlah muslim minoritas di Pulau Lembata ini sekitar 30 % dari total penduduk Pulau Lembata. Ada puluhan ribu muslim pedalaman. Namun bantuan Quran yang kami bawa jumlah baru sekitar 3000 totalnya sampai dengan saat ini. Tentunya jumlah yang masih kurang. Tidak hanya itu kami pun merasa sedih melihat kondisi masyarakat disana yang serba berkekurangan. Kekurangan secara gizi, ekonomi, pendidikan dsbnya. Untuk itu tergerak kami untuk selanjutnya kami meneruskan program program kebaikan ini untuk pedalaman Pulau Lembata. Kami akan terus meruskan program wakaf Al Quran PLUS ini untuk penduduk pedalaman Pulau Lembata. Sehingga kami mengajak Bapak Ibu yang masih ingin berwakaf Al Quran masih bisa ikut kembali kegiatan ini.

Melanjutkan Program Kepeduliaan Melalui Program Qurban Plus Pedalaman

Selain itu, melihat kondisi gizi yang berkekurangan di anak anak pedalaman ini kami akhirnya memutuskan untuk menggalang kembali kegiatan berbagi untuk mereka melalui PROGRAM QURBAN PLUS. Program Qurban Plus ini mengajak kepada Bapak/Ibu/Sahabat kami yang ingin Qurban tahun ini disalurkan untuk masyarakat Pulau Lembata. Terlebih lagi kami mendapat data bahwa tahun lalu, dari 40 mesjid yang ada di pedalaman Kedang Lembata hanya ada 7 hewan Qurban. Sehingga hewan Qurban itu dipotong di satu tempat dan disalurkan secukupnya untuk ke-40 masjid yang ada. Jumlah yang sangat kurang tentunya. Apalagi melihat kondisi ekonomi masyarakatnya yang memang tidak memungkinkan untuk berbagi. Untuk itu tentunya akan banyak kelebihan yang kita peroleh bila ikut program Qurban Plus untuk Pulau Lembata ini. Diantaranya:

1. Penyaluran untuk daerah terpencil yang ekonomi masyarakatnya lemah dan kekurangan gizi di daerah Kedang Pulau Lembata. 2. Programnya disertai dengan pengembangan keislaman untuk muslim minoritas dan mualaf di pulau terpencil. 3. Program memberdayakan peternak dari masyarakat muslim di pulau terpencil. 4. Laporan khusus dan interaksi personal secara langsung dari Pe-Qurban dengan masyarakat penerima Qurban. 5.Qurban dilaksanakan dengan memenuhi ketentuan syar'i.

Untuk Bapak/Ibu/Sahabat yang ingin melaksanakan Qurban tahun ini di Pedalaman Lembata, informasi detilnya sebagai berikut:

Harga Kurban
1. Kambing Rp 1.500.000,- (Berat 25-30kg)
2. Sapi Rp 12.000.000,- (Berat 180-200kg)
3. Sapi Patungan Rp 1.850.000,-

Cara Qurban
1. Konfirmasi kesediaan berkurban
2. Transfer Dana dan Pengiriman Bukti Transfer. nomer rekening transfer:
BCA a.n Damayanti 7771244282
Mandiri a.n Damayanti 1320007446207
Muamalat a.n Damayanti 0123451396
3. Pengiriman Biodata Personal Pequrban via email.
4. Pengiriman UpdateNews Pelaksanaan Qurban
5. Pelaksanaan Qurban dan Penyaluran
6. Pengiriman Laporan dan live connection dari Pequrban dengan masyarakat yg menerima Qurban via koneksi internet/telepon/email/social media.

Batas waktu proses 1 dan 2 maksimal tanggal 10 Oktober 2013. 

Informasi detail bs menghubungi: 
  • Damayanti 083822489512/0813137551813/pin2A6378E8
  • Asep Solihin 083820794177/085956726066/pin 268F06F2
Mari kita wujudkan mimpi anak pedalaman memiliki gizi yang baik melalui program Qurban Plus tahun ini.

Jadilah Dirimu yang Lebih Baik

Terkadang saat termenung di suatu hari, pernah terbesit dalam hati dan pikiran coba ada satu hari di mana itu bukan antara senin sampai minggu. Ada waktu di mana itu lebih dari 24 hari. Dan ada kebersamaan yang abadi saat kita sedang menikmati indahnya masa – masa liburan hehe... tapi pastinya khayalan itu hanya sekedar khayalan karena sampai kapanpun tidak pernah terjadi. berpikir demikian karena rasanya banyak sekali yang ingin dilakukan, banyak sekali yang ingin dikunjungi, dan banyak sekali yang ingin dituntaskan dengan sempurna semua pekerjaan yang selama ini menumpuk karena didasari oleh rasa atau perasaan yang tidak enak. 

Jadi teringat nasihat Pak mario teguh tentang “Jadilah Diri Sendiri” yang kurang lebih kata – katanya seperti ini :

"“Jadilah dirimu sendiri”
adalah anjuran yang harus disikapi
dengan berhati-hati.

Jika selama ini diri kita adalah
Pribadi Nanti,
yang lebih suka menunda,
atau Pribadi Seandainya,
yang suka menelantarkan yang nyata
untuk yang seandainya,
maka menjadi diri sendiri
hanya akan melanjutkan
kelemahan hidup.

“Jadilah dirimu yang lebih baik”
adalah anjuran yang lebih sesuai
bagi kehidupan yang lebih baik."

Mario Teguh

Wow, menjadi diri sendiri dengan berbuat yang terbaik di bidang apapun kita sekarang berada tanpa harus menunda – nunda apa yang seharusnya dipercepat, tanpa harus berpikir panjang tanpa harus melambat – lambatkan dan bekerjalah dengan hati karena hati akan membimbing kita ke arah sikap yang jujur pada diri kita sendiri.



Ayooo sahabat kita berjuang menjadi diri sendiri tanpa harus berbohong dan memakai topeng lakukanlah setiap pekerjaan jika kau sanggup namun katakanlah terus terang jika kau memang tak sanggup mengerjakannya dengan alasan yang tepat ^_^,