Social Icons

Mar 26, 2012

Beasiswa ITB Untuk Semua 2012

Peminat program Beasiswa ITB Untuk Semua (BIUS) dapat mendaftar masuk ITB melalui dua jalur penerimaan SNMPTN (Seleksi Nasional Masuk Perguruan Tinggi Negeri), yaitu: 
  1. Jalur Undangan
Jalur ini disediakan untuk mereka yang berprestasi sangat baik di sekolahnya. Siswa harus terlebih dahulu dinominasikan oleh sekolahnya. Siswa yang telah didaftarkan oleh pihak sekolah akan diberi Nomor Pendaftaran dan Password untuk mendaftarkan diri di situs https://undangan.snmptn.ac.id. 
Dengan menggunakan Nomor Pendaftaran dan Password, siswa mengisi biodata, pilihan PTN dan program studi, mengunggah (upload) foto resmi terbaru, dan mencetak Kartu Bukti Pendaftaran. 
Jadwal seleksi jalur Undangan sbb:
  • Pendaftaran : 1 Februari – 12 Maret 2011
  • Pengumuman Hasil : 18 Mei 2011
  • Registrasi : 31 Mei dan/atau 1 Juni 2011
  1. Jalur Ujian Tertulis dan/atau Ketrampilan
Jalur ini disediakan bagi semua siswa. Pendaftaran SNMPTN 2011 jalur Ujian Tertulis dan/atau Keterampilan dilakukan secara online melalui halaman situs http://ujian.snmptn.ac.id. 
Pendaftaran SNMPTN Jalur Ujian Tertulis/Keterampilan dilakukan pada 2–24 Mei 2011. Ujian tertulis diadakan pada 31 Mei–1 Juni 2011. Sementara itu, ujian Keterampilan pada 3-4 Juni 2011. Hasil ujian akan diumukan pada 30 Juni 2011.
PERMOHONAN BEASISWA
Mereka yang lulus SNMPTN, baik Jalur Undangan maupun Jalur Ujian Tertulis dan/atau Ketrampilan, dipersilakan mengajukan permohonan Beasiswa ITB Untuk Semua, dengan mengisi formulir serta melengkapi dokumen-dokumen yang dibutuhkan. Penerima BIUS diumumkan segera setelah permohonan yang bersangkutan disetujui. 
Syarat-syarat yang harus dipenuhi calon penerima beasiswa:
  • Pengahasilan kedua orang tua calon penerima beasiswa di bawah atau sama dengan Upah Regional Minimum (UMR),
  • Memiliki prestasi akademik yang baik,
  • Aktif di kegiatan organisasi dan ekstrakulikuler semasa di SMU dan sederajat,
  • Memiliki prestasi non-akademik.
Dokumen yang harus disertakan dalam formulir pengajuan beasiswa:
  • Essay/karangan singkat tentang calon penerima beasiswa, keluarga, cita-cita dan kegiatan calon penerima beasiswa, sesuai format yang telah disediakan ITB,
  • Surat Keterangan Penghasilan atas nama masing-masing kedua Orang Tua calon penerima beasiswa, dilegalisasi oleh RT/RW,
  • Keterangan Tidak Mampu dari RT/RW atas nama masing-masing kedua Orang Tua calon penerima beasiswa,
  • Keterangan Tidak Mampu atas nama masing-masing kedua Orang Tua calon penerima beasiswa dari Dinas Sosial Daerah setempat, minimal setingkat Kecamatan,
  • Kartu Keluarga Orang Tua calon penerima beasiswa,
  • Fotokopi KTP kedua Orang Tua calon penerima beasiswa,
  • Fotokopi Kartu Identitas calon penerima beasiswa.
  • Fotokopi kartu peserta ujian tulis (untuk peserta Jalur Ujian Tertulis)
Informasi dan formulir pendaftaran beasiswa ITB Untuk Semua dapat dilihat dan diambil dihttp://www.itb.ac.id/usm-itb/BIUS.htm
Bagi yang membutuhkan informasi tambahan, silakan hubungi SMS Center BIUS 2011:
  • Bibit Musnaini : 085735934951
  • Arif Nurwahid : 085646557099
  • Wahyu Utomo : ‎085642015261

Fantastic Spirit of UN review :)

bismillah..
assalamu'alaikum AHaer's .... 


Sungguh luar biasa acara Fantastic Spirit of UN yang telah sempat di adakan di beberapa wilayah di Indonesia... Ujian Nasional(UN) memang membuat setiap siswa tak dihinggapi rasa stress. Untuk meningkatkan rasa percaya diri siswa bukan hanya harus dipersiapkan kemampuan dan potensinya namun juga mental dan motivasinya.


Semangat kejujuran dan tidak mencontek harus ditanamkan kepada siswa sebelum pelaksanaan Ujian Nasional (UN). Masukan dan motivasi tersebut dimaksudkan agar tidak memberatkan siswa saat mengikuti dan menerima hasil UN.  



shabat AHaer's ternyata acara ini juga telah di liput oleh beberapa media juga lho... !! pengen lihat, cek yuu ..

yang ini di liput di koran galamedia



http://www.klik-galamedia.com/index.php?id=201203240025356 


ada juga yang lain :)

http://www.jpnn.com/read/2012/03/25/121817/Siswa-Perlu-Dimotivasi-Hadapi-UN

di Seputar Indonesia

http://www.seputar-indonesia.com/edisicetak/content/view/480286/

dan yang ingin melihat videonya... bagaimana sih suasana ketika fantastic spirit of un itu berlangsung, nanti hari rabu dan kamis jam 07.30 akan di tayangkan di PJTV, Tv lokal di bandung... :)

Jangan menyerah atas impianmu. Impian memberimu tujuan hidup. Ingatlah, sukses bukan kunci kebahagiaan. Semangat!  

Mar 25, 2012

Mengapa dan Bagaimana Kita Harus Bercita-Cita

Sering kita mendengar ungkapan “jangan bercita-cita terlalu tinggi, nanti kalo jatuh sakit”.  Tentu bila hal ini kita yakini dan menjadi alasan pembenaran agar kita tidak mempunyai cita-cita yang besar, maka akan sangat berbahaya apalagi bagi generasi muda. Sayang sekali kalau mereka harus hilang hanya karena masalah takut bercita-cita padahal mereka mempunyai potensi luar biasa yang mampu mengubah dunia. Mereka hilang karena pasrah atau menyerah pada nasip. Atau potensi mereka hilang karena terlena dalam kenyamanan . Bagaimanakah sebenarnya kita harus bercita-cita?

Lihatlah doa kita baca tiap hari .
“Rabbanaa hablanaa min azwaajinaa wa dzurriyyaatinaa qurrata a’yun waj’alnaa lilmuttaqiinaa imaamaa”
”Ya Tuhan kami, anugerahkanlah kepada kami, isteri-isteri kami dan keturunan kami sebagai penyenang hati ( kami ), dan jadikanlah kami PEMIMPIN bagi orang-orang yang bertaqwa “. (QS Al Furqan:74). Lihatlah bagaimana Allah mengajarkan kita agar menjadi seorang pemimpin, menjadi sorang panutan. Artinya Allah menyuruh kita untuk tidak menjadi orang yang tanggung-tanggung. Bila engkau mampu menjadi lentera badai lantas kenapa hanya mencoba untuk menjadi lilin. Bila engkau mampu menjadi seperti matahari yang dapat memberi manfaat kepada semesta lantas kenapa engkau memohon hanya untuk menjadi  lampu kota.

Juga lihatlah bagaimana Rosullulah S.A.W. mencontohkan kita untuk memohon surga, dalam hadits yang sudah kita ketahui bersama. Rasulullah S.A.W. bersabda,”Sesungguhnya di surga terdapat 100 tingkatan yang disediakan Allah bagi yang berjihad di jalan-Nya. Jarak antara satu tingkat dengan tingkatan yang lainnya seperti jarak antara langit dan bumi. Maka jika kalian minta kepada Allah mintalah Surga Firdaus. Sesungguhnya Firdaus itulah tempat terbaik dan tertinggi derajatnya. Di atas Firdaus terdapat Arsy Allah dan dari situ mengalir sungai-sungai surga ” (HR. Bukhari).  Surga  Firdaus, adalah surga yang paling tinggi derajatnya yang terletak di bawah Arsy Ar-Rahman. Rosulallah mencontohkan kita untuk memohon surga terbaik.  Artinya kita diajarkan untuk meminta kepada Allah sesuatu yang tinggi.

Dalam sirah yang sering kita dengar bahwa saat penggalian parit pada perang khondak para sahabat hampir menyerah lantaran ada batu  besar yang tidak mampu mereka pecahkan. Tapi bagaimanakah Rosulallah melihat masalah ini? Ia mengambil kapak lalu memukul batu itu seraya berkata “ Allahhuakabar.. “U’titu mafatiha faris, akan ada dari ummatku yang akan menaklukan Faris. Dan pada pukulan ke dua  berteriak “Allahuakbar,  U’titu mafatiha Ar-Ruum, Romawi pun akan takluk”.  Terlihat bahwa dalam kondisi yang berat pun, Rasulallah bukan hanya mengajarkan kita untuk selalu optimis dan tidak menyerah, tapi mengajarkan agar kita punya cita-cita yang tinggi ? Lantas kenapa saat ini kita takut untuk bercita-cita (misalnya) “menaklukkan” sekolah-sekolah baik seperti di Mekkah, Mesir, Jepang, Amerika atau Australia? Bila Roma saja telah ditaklukkan.

Ada hal penting lain yang tidak boleh dilupakan setelah kita punya cita-cita atau mimpi. Bila kita telah punya mimpi yang tinggi, selanjutnya adalah mengapa kita bercita-cita (misalnya) ingin menjadi ini atau itu, ? Dan bila (Alhamdulillah) apa yang diimpikan sudah tercapai, selanjutnya apa? Kalo sudah jadi pengusaha sukses trus mengapa? Kalo udah lulus kuliah dari Australia, Amerika, Jepang dan punya jabatan trus? So what?..

Kita harus punya alasan kuat untuk apa yang akan kita cita-citakan. Karena perjuangan untuk meraih mimpi tidaklah mudah.  Bila alasan untuk bercita-cita tidak benar, maka dalam perjalanan kita akan mudah futur atau kecewa. Ketika kuliah hanya untuk mencari nilai, maka kita akan sedih setengah mati bila nilai tidak sesuai harapan, seolah-olah nilai adalah segalanya. Bila sekolah (misalnya) niatnya agar kaya, kita mungkin akan tidak enak hati melihat teman kita yang tidak sekolah tapi kaya raya. Atau akan menyalahkan sekolah aau jurusan yang telah kita pilih bila ternyata setelah lulus gaji atau pekerjaan tidak sesuai harapan. Tentu tidak ada yg salah dengan menjadi kaya, kaya itu dianjurkan. Salah bila kaya menjadi tujuan.

Alasan untuk bercita-cita hendaknya  adalah alasan karena Allah dan alasan yang berorentasi akhir akhirat. Bila ini yang menjadi alasan, misalnya, ketika seseorang menghadapi cobaan yang dirasa berat dalam berjuang menunutu ilmu, maka ia akan  tetap semangat lantaran ia tahu bahwa Allahlah yg menyuruh untuk menuntut ilmu. Sehingga ia yaqin bahwa Allah akan senatiasa bersamanya, mencukupi rezeki, menolong, menunjukkan jalan dan memampukan ia untuk meraih yang ia cita-citakan. Ia tahu bahwa ia Punya Allah, penguasa alam semesta yang maha pengasih dan penyayang. Pengabul doa. Bayangkan juga bila kita salah orentasi. Misalkan kita bercita-cita hanya karena orentasi dunia. Lalu kita mati dalam perjalanan meraih cita-cita itu.

Begitu pula ketika kita merasa bahwa kita telah berhasil dan telah meraih apa yg dicita-citakan, seperti  kita telah jadi pengusaha sukses, kita telah jadi sarjana,  kita telah punya jabatan tinggi. Bila salah niatan ( utk hanya kesenangan diri misalnya) maka akan terjadi seperti yang dikatakan HAMKA :

”Banyak guru, dokter, hakim, insinyur, banyak orang yang bukunya satu gudang dan
diplomanya segulung besar, tiba dalam masyarakat menjadi ”mati”, sebab dia bukan
orang masyarakat. Hidupnya hanya mementingkan dirinya, diplomanya  hanya untuk
mencari harta, hatinya sudah seperti batu, tidak mampunyai cita-cita, lain dari pada
kesenangan dirinya. Pribadinya tidak kuat. Dia bergerak bukan karena dorongan jiwa
dan akal. Kepandaiannya yang banyak itu kerap kali menimbulkan takutnya. Bukan
menimbulkan keberaniannya memasuki lapangan hidup”

Orang yang berorentasi akhir akhirat sadar bahwa keberhasilan adalah amanah yang ia emban yang dapat mengantarkannya ke surga bahkan dapat menjerumuskanya ke neraka. Ketika seseorang dianugrahkan suatu keberhasilan meraih mimpi (lulus sarjana, meraih jabatan, harta dll) sebenarnya Tuhan ingin agar dengan keberhasilan itu orang tersebut menjadi jalan kebahagian dan kesuksesan ciptaan-ciptaan Tuhan yang lain, sehingga rahmat Tuhan dapat tersebar keseluruh semesta. Ia  mengerti bahwa dengan jabatan tinggi ia mampu untuk ber “amar makruf nahi munkar” lebih besar. Mereka sadar ketika ia mati ia akan membawa amal kebajikan. Sadar bahwa ketika mati ia akan membawa apa telah yg ia beri.

Orang yang bercita-cita dengan orentasi akhirat sejatinya ia tidak akan pernah berhenti bercita-cita. Ia akan terus  berusaha meraih capaian-capaian kebaikan, bahkan sampai ia mati. Karena ia tak pernah tahu apakah akhirat (surga) yang ia cita-citakan layak Allah berikan kepadanya.

Mimpi seperti kemudi. Ketika kita punya mimpi kita akan punya arah hidup. Waktu kita akan terisi  dengan kegiatan-kegiatan, perjuangan-perjuangan, dan pencapaian-pencapain. Bayangkan bila kita  tidak punya mimpi. Kita akan berpeluang besar mengabiskan waktu, tenaga dan fikiran  untuk sesuatu yang  sia-sia.  Kita bisa menjadi bimbang tak tau esok mau melakukan apa. Ya, karena tak punya mimpi. Tak tak tahu mau dibawa kemana hidup kita.

Yang jelas mudah untuk mengukir mimpi, mudah untuk menulis apa yang kita cita-citakan dalam papan kertas lalu di tempel di dinding. Mudah untuk membuat agenda. Tapi untuk pelaksanaan, semua itu butuh perjuangan. Pastilah akan ada ujian dalam perjalanan, akan ada pengorbanan-pengorbanan atau bahkan air mata. Tapi sekali lagi, kita Punya Allah yang maha besar, zat pengabul doa yang senantiasa bersama kita. Ia maha kasih, maha penyayang. Penguasa alam semesta

Tentu ada alasan-alasan kenapa Tuhan memberi amanah yang luar biasa kepada kita yag bahkan langit, bumi dan gunung-gunung tak sanggup memikulnya. Karena pastilah untuk mengemban amanah yang besar itu Tuhan juga telah manganugerahakan  potensi yang luar biasa kepada manusia. Ada kemampuan besar yang belum kita tunjukkan. Ada potensi yang belum kita kembangkan. Ada keberanian yang belum kita keluarkan

Mari ukir mimpi, dan temukan alasan untuk mimpi kita.  Perjuangkan dengan segenap tenaga. Hiasi dengan keikhlasan dan kesabaran. Pupuk dengan Do'a dan tawakal .

Allahuakbar...


Tulisan ini saya buat salah satunya dalam rangka untuk menasehati dan memotivasi diri saya sendiri



Cita-cita tertinggiku, aku ingin bertemu Allah dan kekasihNya
Di tulis oleh (Imam Santoso)


www.ideanakhebat.com